Pj Gubernur Samsudin Hadiri FGD yang digelar Kemenko Kemaritiman dan Investasi RI

Kamis, 1 Agustus 2024 | 19:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDAR LAMPUNG – Penjabat Gubernur Lampung Samsudin menghadiri acara Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI membahas Peningkatan Keamanan dan Ketahanan di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, di Ballroom Swiss-Belhotel, Bandar Lampung, kamis (1/8/2024).

Acara ini akan berlangsung 2 hari pada tanggal 1-2 Agustus 2024.

Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, Samsudin mengucapkan selamat datang kepada para narasumber dan peserta FGD, yang terdiri dari berbagai pihak, termasuk perwakilan pemerintah, akademisi, praktisi, serta masyarakat yang peduli dengan isu-isu pesisir dan kepulauan.

“Kehadiran dan partisipasi aktif dari Bapak dan Ibu sangat kami harapkan untuk mencapai tujuan diskusi kita pada hari ini,” ujarnya.

Samsudin mengatakan bahwa Provinsi Lampung, dengan garis pantai yang membentang luas dan pulau-pulau kecil yang menambah keindahan serta kekayaan alam Indonesia, memiliki peranan yang sangat strategis.

Menurutnya, pulau-pulau seperti Krakatau dan Pahawang tidak hanya menjadi tujuan wisata yang menarik tetapi juga memiliki fungsi ekologis dan ekonomi yang vital.

Sebagai salah satu wilayah pesisir, Samsudin menyampaikan bahwa Provinsi Lampung rentan terhadap berbagai ancaman keamanan seperti illegal fishing, piracy and maritime crimes dan harus diwaspadai.

Baca Juga:  Belajar dari Yunnan, Tobat Ekologi Ditopang Gerakan Koperasi

Ia berpendapat aksi-aksi ini tidak hanya mengancam keselamatan kapal dan aktivitas pelayaran, tetapi juga menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan dan kerugian jiwa yang tidak ternilai.

“Dengan ancaman keamanan yang beragam dan kompleks ini, perlindungan dan pengamanan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil sangat penting untuk mempertahankan kedaulatan negara, keberlangsungan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat lokal,” ujarnya.

Selain itu, Samsudin juga menuturkan bahwa perubahan iklim global memberikan dampak yang semakin nyata di wilayah pesisir dengan kenaikan permukaan laut, perubahan pola cuaca dan peningkatan frekuensi badai tropis yang mengancam ekosistem pesisir dan pulau-pulau kecil.

Ia meyakini kondisi ini kondisi berpotensi menyebabkan erosi pantai, kerusakan habitat laut, serta dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat yang menggantungkan hidup pada sumber daya pesisir.

“Dalam menghadapi tantangan ini, kita perlu merancang dan menerapkan strategi adaptasi perubahan iklim yang efektif. Ini termasuk perencanaan tata ruang yang memperhatikan risiko bencana, pengelolaan hutan mangrove, dan konservasi terumbu karang,” tegasnya.

Lebih dari itu, Samsudin menegaskan bahwa peningkatan kapasitas dan pendidikan juga merupakan bagian yang penting dalam strategi menjaga wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.

Menurutnya, masyarakat pesisir perlu mendapatkan pelatihan mengenai mitigasi risiko dan cara-cara berkelanjutan dalam mengelola sumber daya pesisir.

Baca Juga:  Perkuat FTP, Haiko Sediakan Pangkalan Perawatan Pesawat One-stop

“Program-program pelatihan dan kampanye kesadaran harus dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam menghadapi risiko bencana dan menjaga lingkungan,” pungkasnya.

Samsudin juga menegaskan bahwa penegakan hukum yang tegas terhadap aktivitas ilegal, seperti penangkapan ikan yang merusak dan perusakan habitat laut, harus menjadi bagian integral dari kebijakan.

“Kebijakan yang mendukung perlindungan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil harus diterapkan secara konsisten untuk memastikan bahwa ekosistem kita tetap terjaga dan berfungsi dengan baik,” lanjut Samsudin.

Samsudin berharap Focus Group Discussion ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan untuk penguatan keamanan dan ketahanan wilayah pesisir serta pulau-pulau kecil serta dapat menghasilkan rekomendasi yang konkret dan dapat diimplementasikan oleh berbagai pihak terkait.

Ia juga berkomitmen untuk terus mendukung serta membantu program yang ada di Kemenko Marves dalam menjaga keamanan dan ketahanan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.

“Mari kita bersama-sama menjaga dan melestarikan kekayaan alam kita demi masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan,” ajaknya.##


Penulis : Melly


Editor : Ahmad


Sumber Berita : Adpim Pemprov Lampung

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Dongkrak Kesejahteraan Petani, Lampung Miliki Cassava Center
Perangi Penipuan Telekomunikasi, China Bentuk Aliansi
Peringati Hari Anak Nasional, SPPG Muhammadiyah Abung Semuli Gelar Lomba Mewarnai
4.000 Kasus Keguguran Tercatat di Jalur Gaza pada 2026
Takut Diserang Iran, Israel Mati Ketakutan
PT BTB Ikuti Latihan Menembak Bersama Lanal Lampung
Iran Kecam AS Terkait “Preseden Provokatif”
Wujud Kepedulian Sesama, Satlantas Polres Mesuji Gelar Tasi Berkah

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:59 WIB

Dongkrak Kesejahteraan Petani, Lampung Miliki Cassava Center

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:48 WIB

Perangi Penipuan Telekomunikasi, China Bentuk Aliansi

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:45 WIB

Peringati Hari Anak Nasional, SPPG Muhammadiyah Abung Semuli Gelar Lomba Mewarnai

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:18 WIB

4.000 Kasus Keguguran Tercatat di Jalur Gaza pada 2026

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:06 WIB

Takut Diserang Iran, Israel Mati Ketakutan

Berita Terbaru

Lampung Memaksimalkan Keejahteraan Petani Singkong. Dorong hilirisasi maksimal [An]

#indonesiaswasembada

Dongkrak Kesejahteraan Petani, Lampung Miliki Cassava Center

Jumat, 24 Jul 2026 - 21:59 WIB

China Gagas Bentuk Aliansi Penipuan Telekomunikasi dan Daring [Net]

#indonesiaswasembada

Perangi Penipuan Telekomunikasi, China Bentuk Aliansi

Jumat, 24 Jul 2026 - 21:48 WIB

Warga Palestina menerima makanan gratis dari pusat distribusi makanan di Gaza City . [Xin]

#indonesiaswasembada

4.000 Kasus Keguguran Tercatat di Jalur Gaza pada 2026

Jumat, 24 Jul 2026 - 19:18 WIB

Takut Diserang Iran, Warga Tidur Di Rel Kereta Bawah Tanah [Xin]

#indonesiaswasembada

Takut Diserang Iran, Israel Mati Ketakutan

Jumat, 24 Jul 2026 - 19:06 WIB