Pimpinan DPR RI Bahas Pencalonan 8 Dubes LBBP Negara Sahabat Bersama Kemenlu

Rabu, 12 Juli 2023 | 19:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Heri Suroyo

JAKARTA – Pimpinan DPR RI yang diwakili oleh Wakil Ketua DPR RI bidang politik dan keamanan (korpolkam) Lodewijk Freidrich Paulus bersama pimpinan Komisi I DPR RI dan perwakilan fraksi-fraksi bersama dengan Kementerian Luar Negeri melakukan pertemuan konsultasi membahas mengenai pencalonan delapan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh negara sahabat untuk Republik Indonesia. Negara-negara tersebut yakni Perserikatan Kerajaan Britania Raya dan Irlandia Utara, Republik Angola, Kerajaan Swedia, Republik Islam Iran, Republik Demokratis Rakyat Laos, Republik Siprus, Republik India dan Republik Argentina.

“Tadi kita telah membahas 8 dubes ya, 8 dubes yang akan ditempatkan di Jakarta kebetulan seluruhnya berkantor di Jakarta. Terakhir sebenarnya Angola yang tadinya di Singapur, alhamdulillah sudah mau membuka kantor di Jakarta. Nah dari 8 Dubes ini ada tiga Dubes yang dari Eropa ya yang pertama dari Britania dan Irlandia Utara kemudian Siprus, dan ketiga adalah dari Swedia. Nah ini yang menjadi perhatian kita,” ujarnya di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Rabu (12/7).

Baca Juga:  Harris Turino: Kebocoran APBN Akibat Lemahnya Penegakan Hukum dan Pengawasan

Ketiga negara eropa ini menjadi perhatian, terkait dengan adanya larangan terhadap produk kelapa sawit yang dihasilka Indonesia oleh negara-negara uni eropa. “Karena sementara ini kan kita ada isu menarik pertama kita di-banned embargo terkait dengan minyak sawit, yang mereka ingin minyak bunga matahari ya. Bunga matahari sebanyak berapapun kan pasti kalah lah dengan sawit yang satu tandan aja bisa jadi berapa liter katakan demikian,” tuturnya.

Baca Juga:  Wakil Ketua DPR Saan Mustofa Target RUU Perampasan Aset Akan Selesai Tahun ini

Kemudian, isu berikutnya yakni terkait dengan ‘International Monetary Fund’ (IMF) yang juga meminta Indonesia untuk mempertimbangkan kembali mengenai kebijakan hilirisasi tambang yaitu terkait pelarangan ekspor hasil tambang mentah tetutama nikel. Kebijakan hilirisasi ini dibuat Indonesia agar dapat meningkatkan nilai tambah komoditas nikel.

“Kita harapkan tiga Dubes ini tolong dipengaruhi sehingga dia bisa ngomong ke pemerintah masing-masing bagaimana, kenapa Indonesia mengambil kebijakan tersebut kemudian ada juga Dubes dari Argentina, kemudian dari India. Ya yang memang Angola saya katakan tadi memang nilai perdagangan kita masih kecil di sana tetapi bagaimana untuk kemudian dapat lebih mengembangan perekonomian kedua negara,” pungkasnya.(*)

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Dokumen PAW Wakil Bupati Way Kanan Diserahkan
Eh, Ternyata Ada Hari Harimau Internasional
Bangun SDM Unggul, Gubernur Mirza Dukung Pelatihan Bahasa Jerman bagi Generasi Muda Lampung
Gerbong Adhyaksa Bergerak, 6 Keluar, 4 Masuk Lampung
PT SMI Kucurkan Rp150 Miliar tuk Infrastruktur Lampung Utara yang Rusak
Berharap Untung, Malah Buntung Nasib Terdakwa Kasus Korupsi PT LEB
ICIF 2026 Jadi Peluang Tarik Investasi Hijau ke Lampung
Pelantikan DPD FPPI Lampung, Wujudkan Kesetaraan Gender

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:04 WIB

Dokumen PAW Wakil Bupati Way Kanan Diserahkan

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:03 WIB

Eh, Ternyata Ada Hari Harimau Internasional

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:02 WIB

Bangun SDM Unggul, Gubernur Mirza Dukung Pelatihan Bahasa Jerman bagi Generasi Muda Lampung

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:58 WIB

Gerbong Adhyaksa Bergerak, 6 Keluar, 4 Masuk Lampung

Kamis, 30 Juli 2026 - 08:43 WIB

PT SMI Kucurkan Rp150 Miliar tuk Infrastruktur Lampung Utara yang Rusak

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Dokumen PAW Wakil Bupati Way Kanan Diserahkan

Kamis, 30 Jul 2026 - 10:04 WIB

Harimau

#indonesiaswasembada

Eh, Ternyata Ada Hari Harimau Internasional

Kamis, 30 Jul 2026 - 10:03 WIB

ilustrasi Mutasi Jaksa

#indonesiaswasembada

Gerbong Adhyaksa Bergerak, 6 Keluar, 4 Masuk Lampung

Kamis, 30 Jul 2026 - 09:58 WIB

#indonesiaswasembada

PT SMI Kucurkan Rp150 Miliar tuk Infrastruktur Lampung Utara yang Rusak

Kamis, 30 Jul 2026 - 08:43 WIB