Pemprov Lampung Gelar FGD tentang Upaya Peningkatan Indeks Demokrasi Indonesia

Rabu, 11 Juni 2025 | 18:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDARLAMPUNG — Pj. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Lampung, M. Firsada membuka Focus Group Discussion (FGD) bertema Upaya Peningkatan Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Provinsi Lampung Tahun 2025, di Aula Bhineka Tunggal Ika, Kantor Badan Kesbangpol Provinsi Lampung, Bandarlampung, Rabu (11/6/2025).

Kegiatan ini merupakan penjabaran dari nilai-nilai demokrasi yang telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045. Dan sesuai dengan misi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal untuk meningkatkan kehidupan masyarakat beradab, berkeadilan, dan berkelanjutan.

“Adanya IDI sangat membantu pemerintah dalam menentukan prioritas pembangunan demokrasi ke depannya,” ujar Firsada.

Pembangunan politik memiliki nilai yang sama dengan sektor lain seperti ekonomi, kesehatan, dan pendidikan dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat. Politik yang stabil dan sehat menjadi prasyarat kondisi kondusif bagi pembangunan dan lahirnya kebijakan berkualitas.

Baca Juga:  Wagub Jihan Dukung Putri Hijabfluencer Berlaga di Ajang Nasional

Oleh karenanya, Pemerintah Provinsi Lampung terus berkomitmen dalam meningkatkan Indeks Demokrasi.

Firsada menyampaikan bahwa Indonesia memiliki Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) sebagai satu-satunya ukuran kuantitatif yang menggambarkan sejauh mana kehidupan berdemokrasi di setiap provinsi.

Aspek penyusunan IDI terdiri dari tiga hal yaitu Kebebasan (7 Indikator, Kesetaraan (7 indikator), dan Kapasitas Lembaga Demokrasi (8 indikator).

“Kita berusaha menjaga tiga variabel ini, agar tidak turun. Untuk itu, semua pihak harus saling bersinergi untuk menjaganya,” ujar Firsada.

Ia berharap semua pihak dapat bersinergi dan mendukung peningkatan capaian IDI. Selain pemerintah, unsur masyarakat seperti akademisi, aktivis, partai politik, dan pekerja media turut terlibat dalam upaya peningkatan nilai IDI, berkontribusi sesuai peran masing-masing.

Baca Juga:  RUU Reforma Agraria Didorong Jadi Solusi, DPR Soroti Regulasi Tumpang Tindih

“Kalau angka IDI kita masih 78, 32 atau dibawah, berarti tidak ada kemajuan. Untuk itu, Mari kita jaga dan tingkatkan variabel tersebut, sehingga ada kemajuan,” ujarnya.

Diskusi terfokus ini diharapkan dapat menghasilkan saran intervensi yang tepat untuk setiap indikator yang dinilai masih lemah.

Partisipasi dan informasi program dari berbagai lembaga, instansi, maupun perangkat daerah diharapkan dapat membantu meningkatkan perolehan nilai pada indikator demokrasi untuk Provinsi Lampung.

(Adpim)


Penulis : Desty


Editor : Nara


Sumber Berita : Pemprov Lampung

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Trump Larang CNN, MS NOW, dan Politico Liputan di Gedung Putih
Bangga! Pocil Polres Mesuji Raih Juara Umum II di Ajang Polisi Cilik Tingkat Polda Lampung  
Peringati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke 71, Ditlantas Polda Lampung Gelar Lomba Pocil 
Panglima TNI Kunjungi ITS Giuseppe Garibaldi, Lampung Kelak jadi Pangkalan Kapal Induk Ini
Puspom TNI Perkuat Pengamanan Wallakir
Ketegangan dengan Arab, Houthi Bantah Targetkan Makkah
Bimo E: Lampung Begawi 2026 Lebih Komprehensif
Deputi Gubernur BI: Penting Hilirisasi dan Investasi

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 14:41 WIB

Trump Larang CNN, MS NOW, dan Politico Liputan di Gedung Putih

Sabtu, 19 September 2026 - 13:32 WIB

Bangga! Pocil Polres Mesuji Raih Juara Umum II di Ajang Polisi Cilik Tingkat Polda Lampung  

Sabtu, 19 September 2026 - 13:29 WIB

Peringati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke 71, Ditlantas Polda Lampung Gelar Lomba Pocil 

Sabtu, 19 September 2026 - 08:37 WIB

Panglima TNI Kunjungi ITS Giuseppe Garibaldi, Lampung Kelak jadi Pangkalan Kapal Induk Ini

Sabtu, 19 September 2026 - 08:21 WIB

Puspom TNI Perkuat Pengamanan Wallakir

Berita Terbaru

Presiden AS Larangan Beberapa media liputan di Gedung Putih. Menurutnya larangan itu karena media tersebut sering membuat laporan palsu.[Xinhua]

#indonesiaswasembada

Trump Larang CNN, MS NOW, dan Politico Liputan di Gedung Putih

Sabtu, 19 Sep 2026 - 14:41 WIB

#indonesiaswasembada

Puspom TNI Perkuat Pengamanan Wallakir

Sabtu, 19 Sep 2026 - 08:21 WIB