Pembangunan Infrastruktur dan Ekonomi Tidak Hanya Tumbuh di Pulau Jawa

Selasa, 15 Maret 2022 | 14:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Heri Suroyo
JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan bahwa sudah saatnya pembangunan infrastruktur dan ekonomi tidak hanya tumbuh di pulau Jawa, namun di seluruh wilayah yang ada di Indonesia.

Hal itu Erick katakan saat menjadi menyampaikan pidato kunci dalam acara seminar hasil kajian Masyarakat Profesional (Maspro) Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), beberapa waktu lalu.

Khususnya wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), Erick Thohir melihat daerah yang terdiri dari Sumatera Selatan (Sumsel), Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung (Babel) dan Lampung memiliki potensi yang sangat luar biasa untuk dikembangkan dengan bersinergi bersama BUMN.

“Saya menyampaikan paparan tidak ada maksud dalam hati arogansi tetapi ingin justru merajut bagaimana potensi Sumbagsel yang sangat amat punya potensi luar biasa, apalagi ini merupakan kawasan yang terdekat dengan pulau Jawa artinya selain potensi yang ada di provinsi masing-masing tetapi suka tidak suka pusat pertumbuhan ekonomi di Jawa ini (Sumbagsel) menjadi penyeimbangnya.” Ujar Erick, yang dikutip Selasa (15/3).

Baca Juga:  Kembangkan Pertengkaran Ide; Bukan Fitnah

Erick Thohir yang juga putera daerah Sumbagsel mengucapkan terimakasih kepada pemimpin daerah yang hadir dalam acara tersebut yang bersepakat untuk berjalan bersama-sama mengimplementasikan gagasan besar itu di Sumbagsel.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kedatangan kakak saya Gubernur Lampung, kakak saya juga Gubernur Sumsel, para Gubernur yang hari ini diwakilkan, ada Pak Wagub, Pak Sekda lalu juga staf ahli dan tentu saya mohon maaf tidak bisa sebutkan satu persatu ada Walikota Bupati yang hadir tokoh masyarakat, alim ulama, Dekan, Rektor dan tentu ada tim dari BUMN yang memang juga saya berharap kita bisa mensinergikan program-program BUMN dengan program-program daerah.” Ucapnya.

Baca Juga:  Bina Dalang Muda, Dinas Kebudayaan Yogyakarta Gelar Festival Dalang Anak dan Remaja 2026

Negara Indonesia pada tahun 2045 berdasarkan perhitungan yang dilakukan dengan cermat diprediksi akan masuk ke dalam empat besar ekonomi dunia.

“Empat besar ekonomi dunia ini adalah sesuatu yang memang harus bisa dikonkretkan kalau tidak ini hanya mimpi, cita-cita tanpa implementasi yang baik hanya mimpi.” pungkasnya. ##

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Lampung Siapkan Arah Kebijakan Fiskal 2026-2027 yang Realistis dan Berkelanjutan
Gubernur Lampung dan DPRD Sepakati Raperda Pertanggungjawaban 2025
Deddy Sitorus Beri Klarifikasi Tudingan Menghina Profesi Jurnalis Dengan Sebutan “Gerombolan Sirkus”
Pengurus JMSI Banyuwangi Periode 2026–2031 Dikukuhkan, Komitmen Peran Media dalam Investasi Daerah
AS Terus Lakukan Pengetatan Terhadap Produk China
FIFA Disiplinkan AFA Pasca Bentrok Pemain Argentina vs Spanyol
HUT ke-27 PP Polri, Gubernur Mirza Ajak PP Polri Perkuat Sinergi Wujudkan Lampung Maju Menuju Indonesia Emas
Proyek 2020 Masjid Agung Mesuji Macet, Hingga Kini Masih Pulbaket di Mapolda

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:17 WIB

Lampung Siapkan Arah Kebijakan Fiskal 2026-2027 yang Realistis dan Berkelanjutan

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:11 WIB

Gubernur Lampung dan DPRD Sepakati Raperda Pertanggungjawaban 2025

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:46 WIB

Deddy Sitorus Beri Klarifikasi Tudingan Menghina Profesi Jurnalis Dengan Sebutan “Gerombolan Sirkus”

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:44 WIB

Pengurus JMSI Banyuwangi Periode 2026–2031 Dikukuhkan, Komitmen Peran Media dalam Investasi Daerah

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:03 WIB

AS Terus Lakukan Pengetatan Terhadap Produk China

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Gubernur Lampung dan DPRD Sepakati Raperda Pertanggungjawaban 2025

Kamis, 30 Jul 2026 - 21:11 WIB


Jurnalis dan pemengaruh media sosial dari negara-negara ASEAN berinteraksi dengan robot anjing di zona robotika di Shenzhen, Provinsi Guangdong, China selatan, pada 29 Juli 2026. [Xin]

#indonesiaswasembada

AS Terus Lakukan Pengetatan Terhadap Produk China

Kamis, 30 Jul 2026 - 18:03 WIB