Pastikan Takjil Bebas Zat Berbahaya, Ini Yang Di Lakukan Kapus dan Camat RJU

Kamis, 4 April 2024 | 11:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Nara J Afkar 

MESUJI – Dinas Kesehatan Kabupaten Mesuji melalui Puskesmas Panggung Jaya di dampingi camat Rawajitu Utara Hendra Kurniawan, S.Kom melakukan pembinaan dan pemeriksaan terhadap jajanan takjil yang di jual di pasar bedug area pasar Panggung Jaya, Kecamatan setempat, Rabu (3/4).

Kepala Puskemas Panggung Jaya Tego Wiyono menggatakan, pemeriksaan jajanan takjil ini dilakukan untuk memastikan takjil yang banyak di jual pedagang di bulan suci ramadhan ini aman dan sehat untuk di konsumsi masyarakat.

Baca Juga:  Al-Sisi: Mesir akan Pertahankan Hak atas Air Sungai Nil

“Sudah dua kali kita lakukan pengecekan jajanan takjil selama bulan suci Ramadhan ini, untuk memastikan jajanan berbuka puasa ini aman di konsumsi dan bebas dari zat-zat berbahaya,” ujarnya.

Tego menambahkan dari hasil pemeriksaan yang dilakukan sejauh ini, belum ditemukan makanan dan minuman yang di jual dipasar bedug Rawajitu Utara ini ada yang berbahaya untuk di konsumsi.

“Alhamdulillah sejauh ini masih aman semua dagangan takjilnya. Tidak ada kandungan kadar pewarna makanan dan minuman yang membahayakan kesehatan pembelinya,” tambah Kapus Panggung Jaya ini.

Baca Juga:  Peringati HUT Ke-81, TNI Pakai PDU Baru

Sementara itu, Camat Rawajitu Utara Hendra Kurniawan, S.Kom yang turut mendampingi pihak puskesmas memeriksa jajanan takjil Ramadhan ini, menghimbau kepada para pedagang maupun masyarakat untuk tetap selalu menjaga kebersihan, terutama kebersihan makanan atau minuman yang dijual.

“Penjual juga senang saat dagangan mereka diperiksa untuk meyakinkan warga yang membeli bahwa jajanan yang disediakan terjamin kesehatan dan kebersihannya sehingga aman untuk di konsumsi,” pungkasnya.##

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Ukraina Sebut 18 Tewas dan 27 Hilang dalam Serangan Udara Rusia
Banjir Lahar Dingin dari Gunung Semeru, Dua Orang Tewas
Pemprov Lampung dan ITERA Siapkan Kolaborasi Riset Aplikatif untuk Percepat Pembangunan Daerah
I Komang Heri Bupati Lampung Tengah Definitif
DLH Lampung dan PHE OSES Perkuat Sinergi Mitigasi Risiko dan Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Kegiatan Operasi Hulu Migas Lepas Pantai
Yansos Jejama 2026 Hadir di Pesisir Barat, Wagub Jihan Dorong Pemerataan Pelayanan Sosial dan Kesetaraan Disabilitas
Buat Penyuka Baca, Nih Bazar Buku Internasional di BSD City
PPN Pembalut Wanita 11%: Untung Istri sudah Menopause

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 14:43 WIB

Ukraina Sebut 18 Tewas dan 27 Hilang dalam Serangan Udara Rusia

Selasa, 3 November 2026 - 14:12 WIB

Banjir Lahar Dingin dari Gunung Semeru, Dua Orang Tewas

Selasa, 3 November 2026 - 14:04 WIB

Pemprov Lampung dan ITERA Siapkan Kolaborasi Riset Aplikatif untuk Percepat Pembangunan Daerah

Selasa, 3 November 2026 - 14:01 WIB

I Komang Heri Bupati Lampung Tengah Definitif

Selasa, 3 November 2026 - 13:53 WIB

DLH Lampung dan PHE OSES Perkuat Sinergi Mitigasi Risiko dan Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Kegiatan Operasi Hulu Migas Lepas Pantai

Berita Terbaru

Asap hitam membubung setelah serangan Rusia di Kiev, Ukraina, pada 2 Juli 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Ukraina Sebut 18 Tewas dan 27 Hilang dalam Serangan Udara Rusia

Selasa, 3 Nov 2026 - 14:43 WIB

Foto yang diabadikan pada 2 November 2026 ini memperlihatkan dua warga berdiri di dekat sejumlah rumah yang rusak akibat banjir lahar dingin dari Gunung Semeru di sepanjang aliran Sungai Glidik, Desa Purorejo, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur. (Xinhua)

Bencana

Banjir Lahar Dingin dari Gunung Semeru, Dua Orang Tewas

Selasa, 3 Nov 2026 - 14:12 WIB

Gubernur Lampung melantik I Komang Heri menjadi Bupati definitif Lampung Tengah [Ra]

Berita Utama

I Komang Heri Bupati Lampung Tengah Definitif

Selasa, 3 Nov 2026 - 14:01 WIB