Laporan : Rudi Alfian
LAMPUNG UTARA – Hilangnya minyak goreng (migor) dipasaran belakangan ini, membuat para kaum emak-emak antusias mendatangi lokasi Operasi Pasar (OP) yang diselenggarakan oleh Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara di tiga lokasi berbeda.
Namun, dalam pelaksanaannya, Disdag maupun tim satuan tugas Covid-19 Kabupaten Lampura dianggap lalai. Pasalnya OP yang diharapkan dapat membantu warga yang kesulitan mendapatkan migor malah berubah menjadi kerumunan massa yang dikhawatirkan dapat menimbulkan klaster penyebaran virus Omicron yang belakangan ini sedang tinggi tingkat paparannya khususnya di Bumi Ragem Tunas Lampung.
Koordinator lapangan Satgasus Covid-19 Kabupaten Lampura, Yusrizal saat dikonfirmasi disela-sela kegiatan mengatakan tidak menyangka akan seramai ini, stok migor yang disiapkan tidak dapat mencover massa yang ikut mengantri untuk mendapatkan minyak goreng, Senin, (21/02) siang.##
















![Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan menekankan pentingnya memperkuat sinergi antarlembaga guna mempercepat pelaksanaan program prioritas Pemerintah Provinsi Lampung.[De]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260713-WA0111-225x129.jpg)
![Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus memperkuat sinergi dengan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dalam mengoptimalkan kawasan Bakauheni Harbour City (BHC) sebagai pusat pertumbuhan pariwisata dan ekonomi di Provinsi Lampung.[De]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260713-WA0112-225x129.jpg)




![Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan menekankan pentingnya memperkuat sinergi antarlembaga guna mempercepat pelaksanaan program prioritas Pemerintah Provinsi Lampung.[De]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260713-WA0111-129x85.jpg)


