Laporan : Rudi Alfian
LAMPUNG UTARA – Hilangnya minyak goreng (migor) dipasaran belakangan ini, membuat para kaum emak-emak antusias mendatangi lokasi Operasi Pasar (OP) yang diselenggarakan oleh Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara di tiga lokasi berbeda.
Namun, dalam pelaksanaannya, Disdag maupun tim satuan tugas Covid-19 Kabupaten Lampura dianggap lalai. Pasalnya OP yang diharapkan dapat membantu warga yang kesulitan mendapatkan migor malah berubah menjadi kerumunan massa yang dikhawatirkan dapat menimbulkan klaster penyebaran virus Omicron yang belakangan ini sedang tinggi tingkat paparannya khususnya di Bumi Ragem Tunas Lampung.
Koordinator lapangan Satgasus Covid-19 Kabupaten Lampura, Yusrizal saat dikonfirmasi disela-sela kegiatan mengatakan tidak menyangka akan seramai ini, stok migor yang disiapkan tidak dapat mencover massa yang ikut mengantri untuk mendapatkan minyak goreng, Senin, (21/02) siang.##












![Lampung Sahkan Nikah 31 Pasangan agar Menuju Keluarga Sakinah [Na]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/Nikah-Massal-225x129.jpg)


![Badan Pertahanan Sipil Bahrain memadamkan kebakaran yang dipicu oleh puing-puing drone Iran yang jatuh setelah dicegat di Hamad Town, Bahrain, pada 11 Juni 2026. [Xin]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/Serangan-Balasan-Iran-225x129.jpg)


![Lampung Sahkan Nikah 31 Pasangan agar Menuju Keluarga Sakinah [Na]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/Nikah-Massal-129x85.jpg)


![Badan Pertahanan Sipil Bahrain memadamkan kebakaran yang dipicu oleh puing-puing drone Iran yang jatuh setelah dicegat di Hamad Town, Bahrain, pada 11 Juni 2026. [Xin]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/Serangan-Balasan-Iran-129x85.jpg)



