Laporan : Rudi Alfian
LAMPUNG UTARA – Hilangnya minyak goreng (migor) dipasaran belakangan ini, membuat para kaum emak-emak antusias mendatangi lokasi Operasi Pasar (OP) yang diselenggarakan oleh Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara di tiga lokasi berbeda.
Namun, dalam pelaksanaannya, Disdag maupun tim satuan tugas Covid-19 Kabupaten Lampura dianggap lalai. Pasalnya OP yang diharapkan dapat membantu warga yang kesulitan mendapatkan migor malah berubah menjadi kerumunan massa yang dikhawatirkan dapat menimbulkan klaster penyebaran virus Omicron yang belakangan ini sedang tinggi tingkat paparannya khususnya di Bumi Ragem Tunas Lampung.
Koordinator lapangan Satgasus Covid-19 Kabupaten Lampura, Yusrizal saat dikonfirmasi disela-sela kegiatan mengatakan tidak menyangka akan seramai ini, stok migor yang disiapkan tidak dapat mencover massa yang ikut mengantri untuk mendapatkan minyak goreng, Senin, (21/02) siang.##













![Jajaran Sat Binmas Polres Mesuji melaksanakan Patroli Sambang, Monitoring, dan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) dalam rangka Bintibmas serta Pengamanan Pasca Aksi Pendudukan Lahan oleh Masyarakat di PT. Pematang Agri Lestari (PAL) Desa Suka Agung [Nr]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/09/patroli-sambang-225x129.jpg)

![Uang Tekenan Purbaya Diburu [LL]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/09/Uang-Purbaya-Diburu-225x129.jpg)


![Jajaran Sat Binmas Polres Mesuji melaksanakan Patroli Sambang, Monitoring, dan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) dalam rangka Bintibmas serta Pengamanan Pasca Aksi Pendudukan Lahan oleh Masyarakat di PT. Pematang Agri Lestari (PAL) Desa Suka Agung [Nr]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/09/patroli-sambang-129x85.jpg)

![Uang Tekenan Purbaya Diburu [LL]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/09/Uang-Purbaya-Diburu-129x85.jpg)

