Laporan : Rudi Alfian
LAMPUNG UTARA – Hilangnya minyak goreng (migor) dipasaran belakangan ini, membuat para kaum emak-emak antusias mendatangi lokasi Operasi Pasar (OP) yang diselenggarakan oleh Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara di tiga lokasi berbeda.
Namun, dalam pelaksanaannya, Disdag maupun tim satuan tugas Covid-19 Kabupaten Lampura dianggap lalai. Pasalnya OP yang diharapkan dapat membantu warga yang kesulitan mendapatkan migor malah berubah menjadi kerumunan massa yang dikhawatirkan dapat menimbulkan klaster penyebaran virus Omicron yang belakangan ini sedang tinggi tingkat paparannya khususnya di Bumi Ragem Tunas Lampung.
Koordinator lapangan Satgasus Covid-19 Kabupaten Lampura, Yusrizal saat dikonfirmasi disela-sela kegiatan mengatakan tidak menyangka akan seramai ini, stok migor yang disiapkan tidak dapat mencover massa yang ikut mengantri untuk mendapatkan minyak goreng, Senin, (21/02) siang.##














![Deputy Chief Editor IDX Channel Herik Kurniawan memberi Penghargaan Utama ESG untuk sektor Perindustrian dan Jasa Komersial kepada wakil IMIP Dermawati Sihite pada ajang IDX Channel ESG Awards 2026, di Jakarta, pada 29 Juli 2026. [Xin]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/08/IMP-225x129.jpg)
![Genjatan Senjata di Gaza [Xin]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/08/Genjatan-Senjata-di-Gaza-225x129.jpg)




![Deputy Chief Editor IDX Channel Herik Kurniawan memberi Penghargaan Utama ESG untuk sektor Perindustrian dan Jasa Komersial kepada wakil IMIP Dermawati Sihite pada ajang IDX Channel ESG Awards 2026, di Jakarta, pada 29 Juli 2026. [Xin]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/08/IMP-129x85.jpg)
![Genjatan Senjata di Gaza [Xin]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/08/Genjatan-Senjata-di-Gaza-129x85.jpg)



