MyCoffee Zaar’s Pertemukan Kalapas & Dewan Pakar JMSI

Rabu, 17 Agustus 2022 | 11:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HBM alias Pakho dengan Kalapas Rajabasa

HBM alias Pakho dengan Kalapas Rajabasa

Oleh: Herman Batin Mangku*

BARU seteguk air hangat, HP berdering seiring beranjaknya fajar dari Wasekjen Wakil Sekretaris Jenderal DPP Barisan Jalan Perubahan (Bara JP) Really Reagen. “Ngopi yok?” ajaknya. “Siaaap!” jawab saya, Senin (15/8), pukul 07.30 WIB.

Reagen share location-alias serlok. Sampai di titik lokasi, saya kaget, ngajak ngopi kok di LP Kelas 1 Rajabasa, bukan di coffee shop nih dokter? Saya konfirmasi, Reagen membenarkan ngopinya di Jl. Pramuka No.12, Rajabasa, Kota Bandarlampung. Positif thingking saja, sampai lantai 2 Kantor LP Rajabasa, ternyata benar, ruang tengah kecilnya sungguh bak coffee shop, nyaman, artistik, nyeni, daftar menu kopinya profesional dengan taglinenya “Coffee House Premium Quality.”

Baca Juga:  Lampung Perkuat Pengendalian Inflasi dan Stabilitas Harga

Ternyata, Reagen sudah ngobrol hangat dan ngopi panas bareng Kalapas Maizar, BcIP, SSos, MSi. Tak butuh lama, kopi hangat dalam suasana coffee shop, ngobrol hobi, dll, sang kalapas yang bicaranya tegas dengan kumis caplang ternyata punya hati “Rinto”. Diceritakan putra Kabupaten Tanggamus ini soal coffee shopnya. Ketika pertama tugas awal tahun lalu, setelah jadi Kalapas Nusa Kambangan, malam hari, Maizar kembali ke kantor untuk mengambil rokoknya yang tertinggal di ruang kerjanya.

Ketika naik ke lantai dua, suasananya seram dan kaku, katanya. Hati “Rintonya” meronta, imajinasinya liar menjelajah untuk mengubah ruangan tengah menjadi nyaman dan indah. Apa LP harus terkesan “ngeri”? Dia kumpulkan napi yang telah mendapatkan keterampilan menukang dan las dari lapas. Mesin jahit tua yang sudah tak terpakai dan panci yang kedua gagangnya sudah copot dari gudang lapas disulap jadi wastafel, sepeda ontel seharga Rp200 ribu jadi kaki meja utama coffee, dll. Dengan sentuhan seni, ruang seram berubah jadi bak coffee shop mewah.

Baca Juga:  Sikap AS Jadi Penentu Iran Keluar-Masuk Perjanjian Nuklir

“Di sini, kami menerima tamu, biar nyaman,” ujar Maizar yang ternyata hobi mobil VW dan Vespa klasik. Coffee imutnya diberi nama: My Coffee Zaar’s. Mau tahu artinya? “Plesetan dari nama saya, kenangan buat LP Rajabasa kelak,” ujarnya.

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Bupati Ayu Buka TMMD Ke -130 TA 2026
39 Crash Cushion Perkuat Sistem Keselamatan di Tol BTB
Kasubsektor Bersama Camat RJU  Tangani ODGJ
Lampung Dukung Kontingen LPTG Ikuti Swayamvara Tripitaka Gatha Nasional XII di Jambi
Rencanakan Program, Lurah Kasui Kunjungi Warganya
AS-Israel Penyebab Timbulnya Bahaya Lingkungan
Inafis Polres Mesuji Olah TKP Jasad Wanita di Kebun Sawit
Lampung Perkuat Pengendalian Inflasi dan Stabilitas Harga

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Bupati Ayu Buka TMMD Ke -130 TA 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:47 WIB

39 Crash Cushion Perkuat Sistem Keselamatan di Tol BTB

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:22 WIB

Kasubsektor Bersama Camat RJU  Tangani ODGJ

Selasa, 13 Oktober 2026 - 05:23 WIB

Lampung Dukung Kontingen LPTG Ikuti Swayamvara Tripitaka Gatha Nasional XII di Jambi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 01:31 WIB

Rencanakan Program, Lurah Kasui Kunjungi Warganya

Berita Terbaru

Berita TNI

Bupati Ayu Buka TMMD Ke -130 TA 2026

Selasa, 13 Okt 2026 - 18:55 WIB

Berita Utama

39 Crash Cushion Perkuat Sistem Keselamatan di Tol BTB

Selasa, 13 Okt 2026 - 18:47 WIB

Berita Utama

Kasubsektor Bersama Camat RJU  Tangani ODGJ

Selasa, 13 Okt 2026 - 13:22 WIB

Berita Utama

Rencanakan Program, Lurah Kasui Kunjungi Warganya

Selasa, 13 Okt 2026 - 01:31 WIB