Menuju Ramadhan 2022 dengan Harga Sembako yang Terkendali

Jumat, 11 Maret 2022 | 11:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Catatan Ketua MPR RI

HINGGA pekan kedua Maret 2022, harga beberapa komoditas kebutuhan pokok belum memberi rasa nyaman bagi semua rumah tangga.

Padahal, dalam beberapa pekan ke depan, masyarakat akan memasuki dan melaksanakan ibadah bulan suci Ramadhan.

Para menteri ekonomi hendaknya mulai all out mengendalikan ketersediaan dan harga kebutuhan pokok, agar masyarakat dapat beribadah di bulan suci Ramadhan dengan khusyuk .

Banyak komunitas mulai menatap dan bersiap menyongsong bulan suci Ramadhan 2022. Bahkan, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sudah menetapkan 1 Ramadhan 1443 Hijriah jatuh pada 2 April 2022.

Sementara itu, komunitas lainnya masih menunggu penetapan awal Ramadhan dari Nahdlatul Ulama (NU) dan pemerintah.

Di tengah antusiasme masyarakat menyongsong bulan Ramadhan 2022, beberapa komoditas kebutuhan pokok masih saja menjadi persoalan. Kasus kelangkaan minyak goreng belum terselesaikan.

Sebagaimana dilaporkan sejumlah media dalam beberapa hari terakhir, antrian pembeli minyak goreng masih terjadi di sejumlah kota. Daerah lainnya pun masih berupaya mengatasi kelangkaan dan tingginya harga kedelai. Sementara itu, harga gula mulai merangkak naik.

Harga komoditas gula mulai merangkak naik sejak pekan kedua Februari 2022. Saat itu, masyarakat diimbau agar tidak perlu khawatir karena pasokan gula produksi dalam negeri masih mencukupi, sementara pemerintah pun telah membuka keran impor. Nyatanya, hingga pekan pertama Maret 2022, masyarakat masih mengeluhkan kenaikan harga gula pasir. Sebelumnya, harga gula pasir berkisar Rp 12.000 – Rp 13.000 per kilogram, kemudian harganya naik antara Rp 14.000 – Rp 15.000 pada pekan kedua Maret tahun ini.

Produsen tahu-tempe bersama konsumennya pun masih harus menghadapi situasi tidak nyaman karena harga kedelai belum akan turun.

Bahkan sebaliknya, pada pekan pertama Maret 2022, Kementerian Perdagangan (Kemendag) sudah memastikan bahwa harga kedelai berpotensi naik menjadi Rp 12.000 per kilogram dari sebelumnya di level harga Rp 11.300 per kilogram.

Baca Juga:  Xi Jinping: AS Seharusnya Jadi Mitra, Bukan Rival

Berkat kelancaran impor, Kemendag juga memastikan ketersediaan kedelai aman sampai puasa dan Lebaran 2022.

Sementara itu, sumber masalah yang menyebabkan rusaknya jalur distribusi minyak goreng pun belum teridentifikasi.

Pemerintah menegaskan stok minyak goreng melimpah, bahkan sudah melebihi kebutuhan nasional. Hingga 8 Maret 2022, sebanyak 415.787 ton minyak goreng telah didistribusikan ke pasar dari skema domestic market obligation (DMO).

Namun, sebagaimana terjadi di banyak kota, termasuk di Jakarta, masyarakat masih harus antri. Pada Jumat (4/3) misalnya, di wilayah Tebet, Jakarta Selatan, ibu-ibu warga setempat harus mendatangi Markas Polsek Tebet di Jalan Dr. Soepomo, yang menjadi salah satu titik Operasi Pasar Minyak Goreng. Mereka antri sejak pagi untuk membeli minyak goreng.

Dalam kasus minyak goreng, ada indikasi kalau jalur distribusi dirusak atau dihambat sehingga sebagian besar produk tidak sampai di pasar.

Asumsi ini layak dikedepankan dengan mengacu pada klaim pemerintah bahwa stok minyak goreng melimpah, bahkan sudah melebihi kebutuhan nasional. Cara merusak mekanisme distribusi adalah menahan dan menimbun sejumlah besar produk agar tidak sampai di pasar tepat waktu.

Indikasi penimbunan oleh para spekulan sudah terungkap. Pertama, Tim Satgas Pangan menemukan penimbunan 1,1 juta liter minyrangak goreng di Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Setelah itu, pada Jumat (4/3/), Polisi juga menemukan gudang penimbunan minyak goreng di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel). Total yang diamankan mencapai 31.320 liter minyak goreng dari berbagai merek.

Kalau penegak hukum mau agresif, penimbunan minyak goreng pun akan ditemukan di daerah lainnya. Sebab, ini bukanlah modus baru. Logikanya sederhana. Kalau kelangkaan terjadi di tengah produksi dan pasokan berlimpah, itu terjadi karena ulah para spekulan menimbun untuk mencari untung saat harga melonjak. Sebagai sebuah kecenderungan, ulah seperti ini pasti berulang, dan kini terjadi pada minyak goreng.

Baca Juga:  Iran Kecam Dukungan Uni Eropa terhadap AS

Durasi kelangkaan minyak goreng terbilang cukup lama, karena mulai terjadi sejak Januari 2022. Selain faktor naiknya harga bahan baku, pemerintah sendiri menduga ada pihak yang coba mempermainkan harga. Kalau sudah sampai pada dugaan seperti itu, respons pemerintah seharusnya ekstra tegas karena masalahnya berkait langsung dengan kebutuhan harian setiap rumah tangga.

Pemerintah tidak boleh lemah di hadapan para spekulan. Dalam kasus kelangkaan minyak goreng, timbul kesan di sebagian masyarakart kalau pemerintah lemah menghadapi ulah spekulan. Pemerintah berkali-kali mengklaim pasokan minyak goreng lebih dari cukup. Namun, klaim itu selalu dan terus menerus berhadapan dengan fakta tentang kelangkaan dan harga yang naik dengan skala tidak wajar.

Tentu saja masyarakat berharap persoalan distribusi minyak goreng segera dituntaskan, agar para ibu rumah tangga tak perlu lagi harus antri.

Karena itu, pemerintah bersama aparat penegak hukum perlu segera memperkuat koordinasi untuk mengatasi masalah gangguan pada aspek distribusi. Pemerintah sebagai regulator harus kuat agar tidak mudah dipermainkan para spekulan.

Jangan ragu untuk menerapkan pendekatan keamanan dan ketertiban umum, ketika persoalannya sudah melampaui batas toleransi.

Antrian para ibu rumah tangga untuk membeli minyak goreng sudah berlangsung cukup lama. Ini terjadi akibat ulah para spekulan.Akan timbul kesan di masyarakat bahwa pemerintah lemah karena tidak mampu menghentikan ulah spekulan.

Jadi, mulailah untuk lebih agresif dalam menindak para spekulan minyak goreng.

Ingat bahwa dalam beberapa pekan ke depan, masyarakat mulai menjalani ibadah puasa Ramadhan. Semua komunitas pasti berharap tim ekonomi pemerintah mau bekerja lebih keras untuk mengendalikan ketersediaan dan harga kebutuhan pokok, agar masyarakat nyaman menyongsong datangnya bulan suci Ramadhan 2022. ##

Bambang Soesatyo
Ketua MPR RI/Kandidat Doktor Ilmu Hukum UNPAD/Dosen Fakuktas Hukum, Ilmu Sosial & Ilmu Politik (FHISIP) Universitas Terbuka

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Ketua FGI Lepas Tri Wahyuni Perkuat Indonesia di Asian Games 2026
Pemprov Lampung Dorong Ekonomi Berbasis Teknologi dan Komunitas
Gubernur Mirza Tekankan Penghormatan terhadap Teman Tuli
Arab Saudi, Pakistan, dan Turkiye Bahas Pertahanan Bersama
Irjen Pol Helfi Assegaf: Film Ageman Edukasi Sikapi Perbedaan
Kenaikan Penjualan Truk, Kebutuhan Daya Angkut atau Pergantian Armada dari Lama ke Baru?
Gerindra Way Kanan Ikuti Apel Kader
Trump-Xi, Sementara Dunia Lepas dari Perangkap Thucydides Trap

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 21:05 WIB

Ketua FGI Lepas Tri Wahyuni Perkuat Indonesia di Asian Games 2026

Sabtu, 26 September 2026 - 20:54 WIB

Pemprov Lampung Dorong Ekonomi Berbasis Teknologi dan Komunitas

Sabtu, 26 September 2026 - 20:47 WIB

Gubernur Mirza Tekankan Penghormatan terhadap Teman Tuli

Sabtu, 26 September 2026 - 17:54 WIB

Arab Saudi, Pakistan, dan Turkiye Bahas Pertahanan Bersama

Sabtu, 26 September 2026 - 05:42 WIB

Kenaikan Penjualan Truk, Kebutuhan Daya Angkut atau Pergantian Armada dari Lama ke Baru?

Berita Terbaru

Sejumlah warga melintasi dasar waduk yang telah mengering akibat kemarau panjang di Waduk Tandon Krisak di Desa Singodutan, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah, pada 25 September 2026. (Xinhua)

Lainnya

Kemarau, Waduk Tandon Krisak Kering Kerontang

Sabtu, 26 Sep 2026 - 21:27 WIB

Wakil Gubernur  Jihan saat memberikan motivasi dalam kegiatan Gerakan Ekonomi Kebersamaan Komunitas Megapro Affiliate PT Garuda Mas Anugerah (GMA) di Auditorium Politeknik Kesehatan Bandar Lampung, Sabtu (26/9).

Berita Utama

Pemprov Lampung Dorong Ekonomi Berbasis Teknologi dan Komunitas

Sabtu, 26 Sep 2026 - 20:54 WIB

 Seminar Pekan Tuli Internasional Tahun 2026 yang mengusung tema

Berita Utama

Gubernur Mirza Tekankan Penghormatan terhadap Teman Tuli

Sabtu, 26 Sep 2026 - 20:47 WIB


PUTRA Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman bin Abdulaziz al-Saud (tengah), Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan (kiri), dan Perdana Menteri Pakistan Muhammad Shehbaz Sharif berfoto bersama setelah penandatanganan Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah di Makkah, Arab Saudi, pada 7 Agustus 2026. (Saudi Press Agency/Xinhua)

Berita Utama

Arab Saudi, Pakistan, dan Turkiye Bahas Pertahanan Bersama

Sabtu, 26 Sep 2026 - 17:54 WIB