Mentrans RI Jajaki Kerja Sama di Chongqing, Tiongkok

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto yang diabadikan pada 14 Oktober 2026 ini menunjukkan Menteri Transmigrasi Republik Indonesia Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mempelajari pertanian cerdas dalam kunjungannya di Chongqing, Tiongkok barat daya. (Xinhua)

Foto yang diabadikan pada 14 Oktober 2026 ini menunjukkan Menteri Transmigrasi Republik Indonesia Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mempelajari pertanian cerdas dalam kunjungannya di Chongqing, Tiongkok barat daya. (Xinhua)

CHONGQING- Dalam kunjungan ke Akademi Ilmu Pertanian Chongqing pada 14 Oktober, delegasi Indonesia melihat langsung bagaimana teknologi dapat mengubah sektor pertanian melalui penggunaan robot untuk menabur benih, memindahkan bibit, hingga memanen sayuran berdaun.Menteri Transmigrasi (Mentrans) Republik Indonesia (RI) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menunjukkan ketertarikan yang besar terhadap peralatan cerdas tersebut, dan menanyakan bagaimana mesin-mesin itu menangani berbagai tahapan produksi, mulai dari penanaman hingga pemanenan dan pengemasan.

Zhang Yuhao, wakil presiden akademi tersebut, memperkenalkan peralatan kepada delegasi dan menjelaskan bagaimana sayuran berdaun dapat diproduksi melalui proses yang sangat termekanisasi, mencakup penaburan benih, pembibitan, pemindahan bibit, pemanenan, hingga logistik.

Iftitah memuji kemajuan teknologi tersebut dan berharap kerja sama serta pertukaran antara otoritas bidang pertanian Indonesia dan akademi tersebut dapat semakin erat. Delegasi tersebut, yang merupakan bagian dari kelompok kedua pejabat transmigrasi Indonesia yang berkunjung ke Tiongkok untuk program studi, juga mengunjungi area percontohan varietas sayuran baru, fasilitas akuakultur dengan sistem resirkulasi air cerdas, serta repositori sampel tanah Chongqing.

Di Indonesia, sektor pertanian memainkan peran penting dalam mendukung masyarakat di kawasan transmigrasi, sehingga teknologi-teknologi ini memberikan berbagai cara potensial untuk meningkatkan produktivitas dan mengembangkan sumber pendapatan yang berkelanjutan. Iftitah mengatakan dirinya berharap kerja sama dengan mitra-mitra Tiongkok tidak hanya terbatas pada investasi, tetapi juga mencakup transfer teknologi, pelatihan praktis, dan dukungan bagi para petani lokal.

“Kami tidak ingin para petani menanam durian, menikmati panen yang melimpah, lalu tidak tahu harus menjualnya ke mana,” ujarnya.

Baca Juga:  186 PT Vokasi Indonesia Pakai Standar AI Tiongkok-Indonesia

Pernyataannya tersebut menyoroti tantangan yang dihadapi dalam pembangunan pertanian: peningkatan output saja tidak menjamin mata pencaharian yang lebih baik. Para petani juga membutuhkan fasilitas pengolahan, jaringan distribusi, dan pasar yang andal. Indonesia memiliki lahan yang cocok untuk budi daya buah tropis, sementara Tiongkok menawarkan teknologi pertanian, investasi, dan permintaan konsumen yang kuat. Iftitah berharap kedua negara dapat menggabungkan kekuatan tersebut untuk mengembangkan kerja sama di seluruh rantai nilai pertanian, dari budi daya dan pengolahan hingga penjualan.

Sulawesi, yang memiliki potensi besar untuk budi daya durian, menjadi salah satu prioritas pembangunan Indonesia. Papua merupakan wilayah lain dengan peluang investasi pertanian. Dia berharap perusahaan-perusahaan Tiongkok tidak hanya membawa modal, tetapi juga teknologi dan keahlian praktis, membantu masyarakat setempat meningkatkan kemampuan mereka dan berbagi manfaat pertumbuhan ekonomi. Dia juga telah membahas perluasan kerja sama bilateral di bidang pertanian, pariwisata, dan perikanan dengan Chongqing.

Dia mengatakan bahwa dengan menghubungkan teknologi dan investasi dengan pertanian setempat dan permintaan pasar, kedua negara dapat menciptakan peluang bagi petani sekaligus memperkuat hubungan di bidang pertanian.

Di Desa Zhenwugong, lokasi percontohan revitalisasi pedesaan di Chongqing, delegasi melihat bagaimana pertanian dapat dikombinasikan dengan pariwisata untuk menciptakan peluang ekonomi baru. Desa itu telah mengembangkan agrowisata yang menawarkan pengalaman memetik buah, di samping kegiatan lain seperti memancing, menikmati pemandangan, dan pendidikan sains.

Sambil mengamati perkembangan desa tersebut, Iftitah mencatat berbagai hal dalam buku catatannya. Kunjungan itu memberinya gambaran tentang bagaimana desa kecil di sebuah kota pedalaman Tiongkok dapat mengembangkan sektor pertanian untuk menarik wisatawan sekaligus memanfaatkan potensi lokal sebagai sumber penghasilan bagi masyarakat setempat.
Desa tersebut menerima lebih dari 300.000 pengunjung setiap tahun. Pendapatan kolektif desa tersebut melampaui 1,1 juta yuan per tahun (1 yuan = Rp2.699), sementara pendapatan bersih tahunan per kapita penduduk desa mencapai lebih dari 20.000 yuan.

Baca Juga:  Karhutla, Penyelamatan Anak dan Orang Tua Diutamakan

Iftitah mengatakan mereka akan membawa pengalaman pengembangan desa itu ke Indonesia dan mengkaji kemungkinan penerapan pendekatan serupa dengan menyesuaikannya dengan kondisi lokal.Delegasi tersebut juga mengunjungi Liziba, yang dikenal dengan kereta ringan yang melintas menembus sebuah gedung hunian, dan Mountain City Alley, sebuah kawasan bersejarah yang memadukan lanskap perkotaan tradisional dengan gaya hidup kontemporer.

Iftitah menggambarkan Chongqing sebagai kota populer di kalangan wisatawan Indonesia dan menyatakan harapannya agar pertukaran antarmasyarakat semakin erat, dengan lebih banyak warga Indonesia mengunjungi Tiongkok dan lebih banyak wisatawan Tiongkok menjelajahi Indonesia. Dari fasilitas pertanian cerdas hingga desa yang menggabungkan pertanian dan pariwisata, kunjungan itu memberikan contoh kepada delegasi bagaimana teknologi, industri, dan sumber daya setempat dapat bekerja sama untuk mendukung pengembangan pedesaan.

Iftitah berharap langkah selanjutnya adalah mengadaptasi pengalaman yang relevan dengan kondisi Indonesia dan merealisasikan gagasan bersama menjadi kerja sama konkret yang bermanfaat bagi petani dan masyarakat pedesaan di kedua negara.[]


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Nara


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Presiden Mesir Dukung Keamanan Arab Saudi
Permata Gelar Istighosah Di Kasui
Pemukim Israel Serang Diplomat Eropa di Tepi Barat
IRGC Iran: Supertanker Kedua Meledak Usai Hantam Ranjau Laut
Jakarta Game On 2026 Dorong Eekosistem Game dan Ekonomi Kreatif
Kapolres Mesuji Gelar Subuh Keliling Serap Aspirasi Masyarakat
APINDO Diharap Perkuat Ekosistem Usaha dan Pemberdayaan UMKM
Pemprov Lampung Dorong Inovasi Kampus dan Penguatan UMKM

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:38 WIB

Mentrans RI Jajaki Kerja Sama di Chongqing, Tiongkok

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:32 WIB

Presiden Mesir Dukung Keamanan Arab Saudi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:04 WIB

Permata Gelar Istighosah Di Kasui

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:28 WIB

Pemukim Israel Serang Diplomat Eropa di Tepi Barat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:22 WIB

IRGC Iran: Supertanker Kedua Meledak Usai Hantam Ranjau Laut

Berita Terbaru

Foto yang diabadikan pada 14 Oktober 2026 ini menunjukkan Menteri Transmigrasi Republik Indonesia Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mempelajari pertanian cerdas dalam kunjungannya di Chongqing, Tiongkok barat daya. (Xinhua)

Berita Utama

Mentrans RI Jajaki Kerja Sama di Chongqing, Tiongkok

Minggu, 18 Okt 2026 - 17:38 WIB

Foto yang bersumber dari Pusat Media Houthi ini memperlihatkan peluncuran rudal yang diduga mengarah ke Mocha di Yaman, pada 9 Agustus 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Presiden Mesir Dukung Keamanan Arab Saudi

Minggu, 18 Okt 2026 - 14:32 WIB

Berita Utama

Permata Gelar Istighosah Di Kasui

Minggu, 18 Okt 2026 - 14:04 WIB

Para petani Palestina terlihat di sebuah pos pemeriksaan militer Israel setelah pasukan tersebut mencegah mereka memanen zaitun di lahan mereka, di Desa Salem, sebelah timur Nablus, di Tepi Barat, pada 17 Oktober 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Pemukim Israel Serang Diplomat Eropa di Tepi Barat

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:28 WIB

Foto yang diabadikan menggunakan ponsel ini memperlihatkan kapal-kapal niaga yang terdampar di perairan Selat Hormuz di dekat Khasab, sebuah kota kecil di Oman utara, pada 29 Mei 2026. (Xinhua)

Berita Utama

IRGC Iran: Supertanker Kedua Meledak Usai Hantam Ranjau Laut

Minggu, 18 Okt 2026 - 08:22 WIB