TEHERAN-Angkatan Laut (AL) Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengumumkan pada Sabtu (17/10) bahwa kapal supertanker kedua yang “melanggar” telah meledak di Selat Hormuz usai menghantam ranjau laut, beberapa jam setelah insiden serupa menimpa kapal tanker lainnya.
Dalam pernyataan yang diterbitkan di media resmi IRGC, Sepah News, pihak AL menyatakan bahwa ledakan itu terjadi pada Sabtu pagi waktu setempat, memicu kebakaran “besar” pada kapal tersebut, yang sedang mengangkut lebih dari 2 juta barel minyak mentah.
Pernyataan tersebut menuturkan bahwa kapal tanker minyak itu telah mematikan sistem GPS dan radarnya serta berupaya melintasi jalur perairan tersebut melalui rute “ilegal”, seraya menambahkan bahwa ledakan terjadi di ruang mesin kapal dan menyebabkan kapal itu berhenti.
Sebelumnya pada hari itu, AL IRGC menyatakan kapal supertanker lain yang “melanggar” dan berupaya melintasi selat tersebut melalui rute “tanpa izin” mengalami ledakan “besar” usai menghantam ranjau laut.
Pernyataan tersebut menambahkan bahwa ledakan itu mengakibatkan kebakaran “masif” pada kapal tanker minyak itu, yang telah mematikan sistem GPS dan radarnya serta sedang mengangkut lebih dari 2 juta barel minyak mentah.
Iran memperketat kendalinya di Selat Hormuz pada 28 Februari lalu, melarang pelintasan aman bagi kapal-kapal milik atau yang berafiliasi dengan Israel dan Amerika Serikat, menyusul serangan gabungan mereka terhadap wilayah Iran.[]
Penulis : Heri Suroyo
Editor : Nara
Sumber Berita : Jakarta
















