5. Mengatasi gejala psoriasis
Ketika kulit kepala kering, berbagai masalah kulit dapat terjadi. Salah satunya adalah psoriasis yang ditandai dengan munculnya kulit bersisik, gatal, dan rambut rontok. Untuk mengatasi ini, kita setidaknya butuh pelembap kulit kepala yang sekaligus dapat meringankan peradangan dan gatal.
Minyak kemiri sebetulnya dapat melakukan tugas tersebut. Hanya saja, penelitian mengungkapkan minyak kemiri hanya dapat mengurangi gejala psoriasis dalam skala kecil.
Berikut beberapa cara membuat minyak kemiri untuk rambut:
Dibakar: biji kemiri dibakar sampai kehitaman, kemudian diblender atau digerus menggunakan cobek hingga keluar minyaknya. Saring dengan saringan kawat atau lap bersih untuk memisahkan minyak dengan ampas kemiri. Disangrai: sangrai (masak pada wajan tanpa minyak) biji kemiri hingga kehitaman, kemudian tumbuk atau blender sampai mengeluarkan minyak. Saring dengan saringan kawat atau lap bersih untuk memisahkan minyak dengan ampas kemiri di.
Dioven: panaskan biji kemiri dalam oven hingga 15 menit, kemudian keluarkan dan biarkan berada pada suhu ruangan. Tumbuk biji kemiri, kemudian masukkan dalam toples kaca. Jemur di bawah sinar matahari hingga minyak kemiri keluar (maksimal 2 minggu), lalu simpan di kulkas.
Tanpa pemanasan: biji kemiri yang sudah bersih bisa langsung diparut atau diblender dengan mencampurkan sedikit air (agar mudah diblender). Kemudian masak campuran kemiri dengan air tersebut hingga menghasilkan minyak kemiri.##
1 2
Halaman : 1 2






![Ketua Umum Pengurus Besar Mathla'ul Anwar (PBMA) Dr. K.H. Jazuli Juwaini, M.A., M.M., melepas keberangkatan 448 mahasiswa Universitas Mathla'ul Anwar (UNMA) Banten, yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun Akademik 2025/2026.[Hs]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.51.48-225x129.jpeg)

![Seorang peserta dalang remaja berlatih memainkan wayang sebelum pertunjukan dalam Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 di Gedung Societet di Daerah Istimewa Yogyakarta pada 21 Juli 2026.[]Seorang dalang remaja, Latif Listyo Wicoro (22 tahun) berlatih memainkan wayang sebelum pertunjukan dalam Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 di Gedung Societet, Yogyakarta, Selasa (21/7). Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 diikuti oleh 20 peserta yang diselenggarakan hingga 24 Juli mendatang. Festival ini menampilkan pertujukan wayang kulit purwa dan wayang golek menak yang merupakan wadah bagi para dalang muda penerus sekaligus menjadi bagian dari upaya pelestarian seni pedalangan di kalangan generasi muda.](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.29.28-225x129.jpeg)
![Alih-alih memegang kamera, Veldesen Yaputra, mahasiswa arsitektur sekaligus kreator konten asal Indonesia, berdiri tenang di depan sebuah bangunan kuno China. Dengan buku sketsa di tangannya, dia secara cermat menggambar kerumitan struktur kayu dan lekukan atap bangunan megah tersebut.[]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.10.57-225x129.jpeg)


![Ketua Umum Pengurus Besar Mathla'ul Anwar (PBMA) Dr. K.H. Jazuli Juwaini, M.A., M.M., melepas keberangkatan 448 mahasiswa Universitas Mathla'ul Anwar (UNMA) Banten, yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun Akademik 2025/2026.[Hs]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.51.48-129x85.jpeg)

![Seorang peserta dalang remaja berlatih memainkan wayang sebelum pertunjukan dalam Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 di Gedung Societet di Daerah Istimewa Yogyakarta pada 21 Juli 2026.[]Seorang dalang remaja, Latif Listyo Wicoro (22 tahun) berlatih memainkan wayang sebelum pertunjukan dalam Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 di Gedung Societet, Yogyakarta, Selasa (21/7). Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 diikuti oleh 20 peserta yang diselenggarakan hingga 24 Juli mendatang. Festival ini menampilkan pertujukan wayang kulit purwa dan wayang golek menak yang merupakan wadah bagi para dalang muda penerus sekaligus menjadi bagian dari upaya pelestarian seni pedalangan di kalangan generasi muda.](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.29.28-129x85.jpeg)


