BANDAR LAMPUNG — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 85 menggandeng pelaku UMKM budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) untuk memberikan edukasi langsung kepada warga Kelurahan Kupang Teba, Kecamatan Teluk Betung Utara. Langkah kolaboratif ini dihadirkan sebagai solusi inovatif dalam mengurai permasalahan sampah organik sekaligus menyediakan pakan ternak berkualitas tinggi.
Dalam kegiatan edukasi yang dipusatkan di salah satu rumah kosong pemukiman warga RT 11 dan RT 12, warga diajak memahami potensi maggot BSF sebagai pengurai limbah makanan yang efektif, cepat, serta ramah lingkungan.
Koordinator Kelompok 85, Putra Pratama, menjelaskan pentingnya melibatkan praktisi UMKM secara langsung agar warga mendapatkan pemahaman teknis yang matang sebelum mulai berbudidaya.
“Awalnya kami sempat khawatir terkait keterbatasan lahan dan potensi aroma tak sedap dari budidaya maggot ini. Namun, setelah berkoordinasi intensif dengan Ibu Lurah serta kepala lingkungan, kami disarankan memanfaatkan rumah kosong di wilayah RT 11 dan 12 dengan menghadirkan pelaku UMKM budidaya maggot untuk mengedukasi warga. Kami berharap program ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat jangka panjang,” ujar Putra Pratama.
Program edukasi penanganan sampah berbasis komunitas ini mendapat sambutan hangat dari pihak pemerintah kelurahan. Lurah Kupang Teba, Endang Indarsih, S.E., mengimbau warga untuk mulai memilah sampah rumah tangga guna mendukung keberlanjutan pasokan pakan maggot.
“Kami menyambut baik inisiatif dari mahasiswa KKN Kelompok 85 dan partisipasi aktif warga. Pengelolaan sampah organik melalui budidaya maggot ini merupakan langkah nyata untuk menjaga kebersihan lingkungan. Kami mengajak seluruh warga, khususnya di RT 11 dan RT 12, untuk disiplin memisahkan sampah organik dan non-organik agar program edukasi ini dapat terwujud secara berkelanjutan,” ungkap Endang Indarsih, S.E.
Hadir sebagai pemateri, pelopor UMKM budidaya maggot, Pak Selamat, mendemonstrasikan secara langsung teknik penetasan hingga pembesaran larva. Ia memaparkan bahwa maggot BSF memiliki kandungan protein hingga 43%, menjadikannya alternatif pakan unggas dan ikan yang efisien hingga mampu menekan biaya pakan ternak hingga 50%.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa, pelaku UMKM, dan warga setempat, program edukasi budidaya maggot ini diharapkan menjadi gerakan terintegrasi dalam mengurangi volume sampah organik di Kecamatan Teluk Betung Utara, Bandar Lampung.[]
Penulis : Desty
Editor : Nara
Sumber Berita : Bandar Lampung

















