WINA-Permintaan minyak dunia diperkirakan akan tumbuh sebesar 600.000 barel per hari (barrels per day/bpd) pada 2026 secara tahunan (year on year/yoy), lebih rendah dibandingkan perkiraan bulan lalu, demikian disampaikan Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) pada Rabu (12/8).
OPEC menyampaikan perkiraan tersebut dalam laporan pasar minyak bulanan terbarunya. Dalam laporan sebelumnya pada Juli, organisasi tersebut memperkirakan pertumbuhan permintaan minyak dunia sebesar 800.000 barel per hari (yoy) untuk 2026.
Pasar Asia menjadi faktor utama penyebab revisi menurun tersebut. Menurut laporan itu, pertumbuhan tahunan untuk permintaan minyak di China, India, dan wilayah Asia lainnya diperkirakan akan lebih lemah secara tahunan (yoy) pada 2026. Sementara itu, kawasan Asia-Pasifik diperkirakan akan mengalami penurunan permintaan minyak yang lebih tajam pada tahun ini.
Meskipun perkiraan untuk 2026 lebih rendah, laporan tersebut justru merevisi naik perkiraan untuk 2027, dengan permintaan minyak dunia diperkirakan meningkat sekitar 2,2 juta barel per hari (yoy), dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya sebesar 1,9 juta barel per hari (yoy).
Demikian pula, perkiraan pertumbuhan yang lebih tinggi terutama dihasilkan oleh permintaan yang lebih kuat dari pasar-pasar yang terkait dengan Asia. China, India, wilayah Asia lainnya, dan Asia-Pasifik diperkirakan akan mencatat pertumbuhan permintaan yang lebih luas pada 2027 dibandingkan pada 2026. Eropa juga akan mengalami pertumbuhan tahunan yang lebih besar.
Foto yang diabadikan pada 30 November 2023 ini memperlihatkan kantor pusat Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) di Wina, Austria. (Xin)
Penulis : Desty Efriyani
Editor : Nara J Afkar
Sumber Berita : Jakarta







![Ibukota Vietnam Hanoi [Xin]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/08/Ibukota-Vietnam-Hanoi--225x129.jpg)





![Ibukota Vietnam Hanoi [Xin]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/08/Ibukota-Vietnam-Hanoi--129x85.jpg)



