Legislator Imbau PT PLN Waspadai Ancaman Teror EMP Bombs

Jumat, 5 April 2024 | 11:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Heri Suroyo
JAKARTA – Anggota Komisi VI DPR RI Evita Nursanty mengimbau PT. PLN untuk mulai mewaspadai dengan ancaman teror cyber attack EMP Bombs (Electromagnetic Pulse Bombs) yang telah terjadi di beberapa negara. Melihat begitu vitalnya Listrik bagi kehidupan bangsa ini, Ia pun meminta PT PLN untuk mulai merencanakan antisipasi terhadap ancaman teror ini kedepannya.

“Saya enggak tahu apakah PLN ini sudah berpikir ke arah sana atau tidak yang kita sebut dengan teror cyber attack daripada EMP Bombs. Bom itu kita tahu itu terjadi di Iran (mengakibatkan) blackout-nya Ukraina sampai Georgia, Inggris. Nah saya juga enggak tahu apa yang terjadi bulan Agustus yang dulu apakah itu memang benar-benar malfunction? Apakah kita lagi dites dengan EMPBbomb ini Pak Dirut?,” ujar Evita pada Rapat Dengar Pendapat Komisi VI dengan Dirut PT. PLN di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Rabu (03/04).

Baca Juga:  Iran Tetapkan Inggris Entitas "Teroris dan Bermusuhan"

Diketahui, EMP Bombs menggunakan gelombang radio intensitas tinggi yang dipancarkan dari ledakan nuklir di atmosfer bagian atas yang dapat mengacak elektronika dan mampu mematikan sumber listrik daerah yang terdampak. Sejumlah negara pun seperti Korea Selatan telah melakukan antisipasi dengan membangun proteksi ‘EMP shield’. Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu pun mengimbau agar PT. PLN bersama dengan Lembaga terkait seperti BIN dan BSSN untuk mulai merencanakan antisipasi terhadap ancaman EMP Bombs ini.

“Bayangkan Pak Dirut, dengan matinya (listrik) pada bulan Agustus itu kita lumpuh, jaringan telepon semuanya mati sampai kepada radar-radar pengaman dari TNI dan semuanya mati. Kalau ada pesawat landing pada waktu itu juga nggak ketauan itu. Nah apa nih antisipasinya? Apakah sudah dipikirkan untuk tower-tower tersebut menggunakan energi surya? Sehingga ketika terjadi black out itu tidak terjadi yang namanya kelumpuhan jaringan komunikasi kita yang lain,” jelasnya.

Baca Juga:  Reformasi DK PBB Batasi Keterwakilan Negara Maju

Mengingat pentingnya tenaga Listrik ini dan bahaya ancaman besar EMP Bombs ini, Ia pun meminta agar tidak menganggap remeh ancaman EMP Bombs tersebut. Pemerintah bersama dengan PT. PLN perlu melakukan rencana antisipasi.

“Saya cuman berharap Pak Dirut jangan kita anggap remeh deh mengenai hal ini karena itulah ancaman yang akan kita hadapi ke depan suka nggak suka rencana itu akan kita hadapi ke depan. Saya rasa kita sudah harus memikirkan hal-hal yang lebih dari itu tersebut yang memang merupakan ancaman dari daripada kita ke depannya,” tandas Legislator dapil Jawa Tengah III itu.##

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Pemprov Lampung Perkuat Kepastian Hukum Lingkungan, Iklim Investasi Tetap Dijaga
Wagub Jihan Pantau Harga dan Pasokan Bahan Pokok di Pasar Way Batu Krui, Pastikan Kebutuhan Masyarakat Terjaga
Indonesia-Tiongkok Perkuat Kerjasama Pertanian
RRDK sebut AS Terus Kirim Sinyal “Permusuhan”
Trump Akui Perangi Iran Penyebab Kekalahan di Pemilu Sela
Lamsel Fest 2026 Usung Konsep Baru; Pesta UMKM, Atraksi Budaya dan Night Lava Run
Pemilu Sela AS, Ditengah Harga Bensin Menjulang Tinggi
Aksi Kelompok LSP Ancaman Fatal bagi Reputasi Indonesia di Arena Global

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 08:48 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Kepastian Hukum Lingkungan, Iklim Investasi Tetap Dijaga

Kamis, 5 November 2026 - 08:45 WIB

Wagub Jihan Pantau Harga dan Pasokan Bahan Pokok di Pasar Way Batu Krui, Pastikan Kebutuhan Masyarakat Terjaga

Rabu, 4 November 2026 - 23:58 WIB

Indonesia-Tiongkok Perkuat Kerjasama Pertanian

Rabu, 4 November 2026 - 23:45 WIB

RRDK sebut AS Terus Kirim Sinyal “Permusuhan”

Rabu, 4 November 2026 - 21:52 WIB

Trump Akui Perangi Iran Penyebab Kekalahan di Pemilu Sela

Berita Terbaru

Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman dan Menteri Pertanian Tiongkok Zhang Zhu mengadakan pertemuan bilateral di Beijing, Tiongkok, pada 2 November 2026. (Kementerian Pertanian RI/Xinhua).

Berita Utama

Indonesia-Tiongkok Perkuat Kerjasama Pertanian

Rabu, 4 Nov 2026 - 23:58 WIB

Foto yang bersumber dari Korean Central News Agency (KCNA) pada 4 November 2026 ini memperlihatkan Kim Jong Un, sekretaris jenderal Partai Buruh Korea sekaligus presiden urusan negara Republik Rakyat Demokratik Korea (RRDK), mengunjungi Galangan Kapal Nampho di RRDK. (KCNA/Xinhua)

Berita Utama

RRDK sebut AS Terus Kirim Sinyal “Permusuhan”

Rabu, 4 Nov 2026 - 23:45 WIB

Sejumlah pemilih bersiap memberikan suara dalam Hari Pemilihan Umum (Pemilu) untuk pemilu sela di sebuah tempat pemungutan suara di Los Angeles, California, Amerika Serikat, pada 3 November 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Trump Akui Perangi Iran Penyebab Kekalahan di Pemilu Sela

Rabu, 4 Nov 2026 - 21:52 WIB