KSOP Kelas I Panjang Gandeng Humas UIN RIL Berbagi Strategi Pengelolaan Media Sosial

Rabu, 17 Juni 2026 | 13:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDAR LAMPUNG – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Panjang menggandeng Tim Humas UIN Raden Intan Lampung sebagai narasumber dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kehumasan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Wilayah Lampung yang berlangsung di Hotel Emersia, Bandar Lampung, 17–19 Juni 2026.

Mengusung tema Sinergi POME (Port Media & Ecosystem), kegiatan ini menjadi forum strategis yang mempertemukan insan media, pegiat ekosistem digital pelabuhan, serta pengelola kehumasan untuk memperkuat sinergi dan meningkatkan pemahaman mengenai layanan kepelabuhanan yang transparan, responsif, dan adaptif terhadap perkembangan media digital.

KSOP Kelas I Panjang menghadirkan Ketua Tim Humas dan Kerja Sama Biro AAKK UIN Raden Intan Lampung, Novrizal Fahmi, sebagai narasumber dengan materi Handling Complaints Social Media.

Keterlibatan Humas UIN RIL didasarkan pada pengalaman serta berbagai capaian yang diraih dalam pengelolaan media sosial dan penanganan keluhan publik di lingkungan perguruan tinggi.

Dalam pemaparannya pada Rabu (17/6), Fahmi menjelaskan, media sosial saat ini telah menjadi kanal utama masyarakat dalam menyampaikan aspirasi, kritik, maupun keluhan terhadap layanan publik. Karena itu, setiap instansi perlu memiliki strategi yang tepat dalam merespons berbagai aduan yang muncul di ruang digital.

Baca Juga:  Mahasiswa KKN UIN RIL Bersama PMI dan Warga Panjang Utara Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Donor Darah

Ia menyampaikan bahwa keluhan yang muncul di media sosial tidak selalu berkaitan dengan pelayanan. Berdasarkan pengalamannya, terdapat beberapa jenis keluhan yang umum diterima, mulai dari keluhan informasi, pelayanan, kebijakan hingga misinformasi atau hoaks.

Menurut Fahmi, keluhan terhadap kebijakan menjadi salah satu tantangan yang sering dihadapi instansi pemerintah maupun lembaga publik. Tidak semua kebijakan dapat memuaskan seluruh pihak sehingga sering kali memunculkan kritik dari masyarakat.

Selain keluhan terhadap kebijakan, Fahmi juga menyoroti maraknya penyebaran informasi yang tidak benar di media sosial. Menurutnya, misinformasi dan hoaks dapat berkembang dengan cepat karena disebarluaskan secara berulang oleh pengguna media sosial tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.

“Kalau misinformasi atau hoaks, tugas kita adalah mengklarifikasi dan meluruskan informasi tersebut berdasarkan data dan fakta yang benar,” katanya.

Dalam materi yang disampaikan, Fahmi menekankan beberapa prinsip dasar dalam penanganan keluhan di media sosial, yakni responsif, empati, profesional, transparan, dan solutif. Menurutnya, kecepatan merespons harus dibarengi dengan kemampuan memahami persoalan yang disampaikan masyarakat serta memberikan informasi yang akurat.

Baca Juga:  Dokumen PAW Wakil Bupati Way Kanan Diserahkan

Ia juga memaparkan alur penanganan keluhan yang dimulai dari monitoring, verifikasi, klasifikasi, koordinasi, pemberian respons hingga evaluasi.

Menurutnya, Koordinasi antar-tim dan antar-unit menjadi faktor penting agar setiap permasalahan dapat ditangani secara tepat dan konsisten. Di samping itu, ia menekankan terkait penguatan SDM.

“Investasi sumber daya manusia merupakan investasi jangka panjang. Selain itu, koordinasi menjadi hal yang paling penting untuk membangun kekompakan dan soliditas dalam tim,” lanjutnya.

Dalam menghadapi isu negatif yang berkembang di media sosial, Fahmi mengingatkan pentingnya verifikasi, respon, koordinasi internal, penggunaan satu narasi resmi, serta pemantauan perkembangan isu secara berkelanjutan untuk mencegah munculnya krisis komunikasi.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta memberikan apresiasi terhadap materi yang disampaikan.

Mereka menilai pengalaman dan praktik yang dibagikan dapat menjadi referensi sekaligus bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik dan menghadapi berbagai persoalan komunikasi di masa mendatang. ()


Editor : Nara


Sumber Berita : UIN RIL

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Seminar Pola Asuh Anak di Era Digital di Way Lunik
Galon Bekas untuk Akuaponik,Budidaya Lele dan Kangkung
KKN UIN Ajak Pelestarian Lingkungan Lewat Tanam Pohon Berbuah
Kebakaran, Sedikitnya 14 Bayi Tewas di Pakistan
SpaceX Rencananya Bangun Peluncuran Satelit Baru Senilai 100 Miliar Dolar AS
Anak-Anak Gaza Berenang, Temukan Kebahagiaan Akibat Perang
Pemuda Indonesia Rasakan Pesona Budaya Tiongkok di Ningxia
Klaim Trump Hormuz Bebas Ranjau, JMIC: Masih Ada
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 23:46 WIB

Seminar Pola Asuh Anak di Era Digital di Way Lunik

Rabu, 26 Agustus 2026 - 23:33 WIB

Galon Bekas untuk Akuaponik,Budidaya Lele dan Kangkung

Rabu, 26 Agustus 2026 - 23:24 WIB

KKN UIN Ajak Pelestarian Lingkungan Lewat Tanam Pohon Berbuah

Rabu, 26 Agustus 2026 - 23:19 WIB

Kebakaran, Sedikitnya 14 Bayi Tewas di Pakistan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 23:07 WIB

SpaceX Rencananya Bangun Peluncuran Satelit Baru Senilai 100 Miliar Dolar AS

Berita Terbaru

Pola ASuh Anak di Era Digital UIN RIL [DE]

#indonesiaswasembada

Seminar Pola Asuh Anak di Era Digital di Way Lunik

Rabu, 26 Agu 2026 - 23:46 WIB

Akuaponik Galon Bekas untuk budidaya Lele dan Kangkung [DE]

#indonesiaswasembada

Galon Bekas untuk Akuaponik,Budidaya Lele dan Kangkung

Rabu, 26 Agu 2026 - 23:33 WIB

Perbaikan Lingkungan Dengan Cara Tanam Tanaman Berbuah [DE]

#indonesiaswasembada

KKN UIN Ajak Pelestarian Lingkungan Lewat Tanam Pohon Berbuah

Rabu, 26 Agu 2026 - 23:24 WIB

Ilustrasi kebakaran Pakistan [AI]

#indonesiaswasembada

Kebakaran, Sedikitnya 14 Bayi Tewas di Pakistan

Rabu, 26 Agu 2026 - 23:19 WIB