Komunitas Pemuda China-ASEAN 2026 Ruang Dialog Diplomat Indonesia

Minggu, 2 Agustus 2026 | 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GUIYANG-Pekan Pendidikan China-ASEAN (China-ASEAN Education Week) 2026 resmi dibuka baru-baru ini di Guiyang, Provinsi Guizhou, China barat daya. Pada 30 Juli, Forum Komunitas Pemuda China-ASEAN (China-ASEAN Youth Community Forum) 2026, yang diselenggarakan oleh Universitas Tsinghua sebagai subforum pemuda utama, menghimpun para utusan diplomatik ASEAN di China, pakar perguruan tinggi, serta mahasiswa untuk mendiskusikan pendidikan berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), kerja sama antarmasyarakat lintas perbatasan, dan misi generasi muda di era baru.

Irene M. Han, wakil duta besar (Dubes) Republik Indonesia di China, di undang hadir ke forum tersebut dan menyampaikan pidato utama. Pada sesi tanya jawab, Brillin Yapply, mahasiswi S2 asal Surabaya, yang menempuh studi Politik dan Kebijakan Luar Negeri China di Universitas Tsinghua, mengajukan dua pertanyaan yang berfokus pada isu pemuda kepada Irene. Dialog interaktif antara diplomat Indonesia dan mahasiswi berusia 23 tahun tersebut menjadi catatan yang menggambarkan eratnya hubungan antar masyarakat antara Indonesia dan China.

“Saya bertanya bagaimana pandangannya mengenai peran pertukaran pemuda dalam hubungan bilateral kedua negara, serta saran apa yang dapat dia berikan bagi para mahasiswa yang ingin terlibat dalam kerja sama China-ASEAN, khususnya kolaborasi bilateral China-Indonesia,” tutur Brillin dengan antusias dalam wawancara seusai forum.

Baca Juga:  Beban Utang Membengkak, Kamarussamad Dorong Perbaikan Kualitas Belanja

Menanggapi pertanyaan tersebut, Irene mengawali pidatonya dengan menyoroti nilai inti pertukaran antarmasyarakat Indonesia dan China. Dia menekankan bahwa konektivitas antarmasyarakat merupakan fondasi dari seluruh bentuk kerja sama.

“Pemerintah melakukan negosiasi dan menandatangani berbagai perjanjian kerja sama. Namun, seluruh kerja sama berawal dari kepercayaan, komunikasi yang lancar, dan hubungan antarmasyarakat. Inilah fondasi dari seluruh hubungan bilateral,” tegas Irene.

Irene menunjukkan bahwa baik China maupun Indonesia sama-sama memiliki keanekaragaman etnis, yang menjadi landasan alamiah bagi rasa empati timbal balik antara kedua bangsa. “China dan negara-negara Asia Tenggara memiliki banyak kemiripan. China memiliki 56 kelompok etnis, sementara Indonesia memiliki lebih dari 1.300 suku bangsa. Saya menyukai ungkapan ini, yakni kita tidak harus sama persis. Perbedaan itu adalah hal yang alami.”

“Pekan lalu kami menggelar pertunjukan Orkestra Simfoni Pemuda Indonesia. Piano menghasilkan suaranya yang khas, dan biola memiliki nadanya sendiri. Setiap instrumen terdengar berbeda. Hal ini persis seperti hubungan bilateral antara Indonesia dan China. Meski demikian, kita harus dengan rendah hati mencari titik temu guna membangun masa depan bersama yang makmur. China secara konsisten mendorong tercapainya hasil yang saling menguntungkan, kemakmuran bersama, dan kemitraan kolaboratif, yang menjadi inti dari kerja sama bilateral,” ujar Irene, menggunakan kiasan untuk menggambarkan keharmonisan hubungan kedua negara.

Baca Juga:  Kapolres Mesuji Apresiasi Prestasi Para Peserta Lomba PKS Tingkat SMP, SMA dan SMK

Berbicara mengenai nasihat yang diberikan sang wakil dubes seusai forum, Brillin mengaku sangat terinspirasi. Berbekal pengalaman studinya di Universitas Tsinghua, dia membagikan pemikirannya tentang bagaimana AI dapat memperkuat kerja sama pendidikan antara China dan Indonesia.

“Saya bertanya kepadanya apa pesannya untuk generasi muda. Dia berpesan agar kita menjadi diri sendiri, tampil autentik, dan memperbanyak komunikasi dengan orang lain. Saling memahami antar masyarakat sangat krusial. Oleh karena itu, ada begitu banyak agenda pertukaran rutin antara China dan ASEAN, termasuk pertukaran mahasiswa dan dosen,” tambah Brillin.[]


Penulis : Desty Efriyani


Editor : Rudi Alfian


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Indonesia Usulkan Belajar AI ke Negeri China
Ledakan di Restoran Moskow, 3 Tewas dan 21 Luka-luka
Trump Tunda Serangan, Katanya Permintaan Iran?
Inspiratif: Pabrik Tua Jadi Cuan
KKN Transformatif UIN RIL Dilepas, Ikut Membenahi Bandar Lampung
Pabowo Bisa Jadi Juru Damai di Semenanjung Korea
Bandarlampung Segera Perbaiki Infrastruktur Jalan
Tahta Rona Yakub Ketua  DPD APPSI Lampung Utara

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 14:36 WIB

Indonesia Usulkan Belajar AI ke Negeri China

Minggu, 2 Agustus 2026 - 14:30 WIB

Komunitas Pemuda China-ASEAN 2026 Ruang Dialog Diplomat Indonesia

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:47 WIB

Ledakan di Restoran Moskow, 3 Tewas dan 21 Luka-luka

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:29 WIB

Trump Tunda Serangan, Katanya Permintaan Iran?

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:19 WIB

Inspiratif: Pabrik Tua Jadi Cuan

Berita Terbaru


Badri Munir Sukoco (depan, kedua dari kiri), sekretaris jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (RI), dan para pejabat serta hadirin lainnya berfoto bersama dalam Pekan Kerja Sama Pendidikan China-ASEAN (China-ASEAN Education Cooperation Week) 2026 di Guiyang, ibu kota Provinsi Guizhou, China barat daya. (Xin)

#indonesiaswasembada

Indonesia Usulkan Belajar AI ke Negeri China

Minggu, 2 Agu 2026 - 14:36 WIB

#indonesiaswasembada

Komunitas Pemuda China-ASEAN 2026 Ruang Dialog Diplomat Indonesia

Minggu, 2 Agu 2026 - 14:30 WIB

Bom Moscow 3 Tewas [Ins]

#indonesiaswasembada

Ledakan di Restoran Moskow, 3 Tewas dan 21 Luka-luka

Minggu, 2 Agu 2026 - 13:47 WIB

Trump Hentikan Serangan

#indonesiaswasembada

Trump Tunda Serangan, Katanya Permintaan Iran?

Minggu, 2 Agu 2026 - 13:29 WIB

Pabrik Tua Jadi Pusat Kesejahteraan

#indonesiaswasembada

Inspiratif: Pabrik Tua Jadi Cuan

Minggu, 2 Agu 2026 - 13:19 WIB