Kepemimpinan tidak Melekat pada Gender

Sabtu, 29 Juli 2023 | 20:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Heri Suroyo

JAKARTA – Kepemimpinan perempuan di Indonesia bukan hal baru. Sejarah mencatat di masa kerajaan Nusantara dan Kemerdekaan Indonesia, peran perempuan sangat besar, karena kepemimpinan sejatinya melekat pada person bukan gender.

“Berdasarkan catatan sejarah bangsa ini, sesungguhnya perempuan Indonesia memiliki potensi yang melekat sebagai pemimpin,” kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat pada keterangan tertulisnya, Jumat (28/7).

Pernyataan itu disampaikan Lestari saat menjadi pembicara kunci secara daring pada acara Indonesia Most Powerful Women Awards 2023 bertema Leadership Beyond Gender yang digelar Herstory. co.id, Kamis (27/7).

Menurut Lestari, pada masa kejayaan kerajaan-kerajaan Nusantara, hadir para
pemimpin seperti Ratu Shima (Kalingga), Ratu Kalinyamat (Jepara), Sultanah Safiatuddin
(Aceh), Ratu Boki (Ternate), dan pemimpin zaman kerajaan lainnya. Mereka memiliki kemampuan melawan penjajah, bahkan mengubah peradaban.

Baca Juga:  Taekwondoin Indonesia Raih Emas Kategori Cadet U47 Putri di Qatar

Demikian juga, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, pada masa sebelum dan sesudah kemerdekaan, sejumlah perempuan dianugerahi gelar sebagai pahlawan nasional karena mampu memimpin kelompok masyarakat di daerah tertentu untuk memerangi penjajah. Seperti antara lain, Laksamana Malahayati, Martha Christina Tiahahu, dan Raden Ajeng Kartini.

Menurut Rerie, distorsi tentang peran perempuan Indonesia, kemungkinan terjadi pada periode kolonialisasi dengan konsekuensi asimilasi nilai dan akulturasi budaya. Perempuan pun didaulat hanya berurusan dengan hal-hal domestik.

Akibatnya, ujar Rerie yang juga legislator dari Dapil II Jawa Tengah itu, pandangan pada kepemimpinan perempuan Indonesia dalam catatan sejarah berbeda dengan kondisi saat ini. Sejumlah tantangan pun muncul, terutama terkait anggapan bahwa perempuan adalah warga kelas dua.

Baca Juga:  Pengobatan Tradisional Tiongkok dan Keterampilan Medis Indonesia

Sehingga, tegas Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, dibutuhkan inisiatif individual dan komunal untuk menyudahi tantangan paradigma pemikiran, tendensi dan habitus publik yang memandang perempuan sebagai warga kelas dua.

“Bagaimana kita bisa kembali pada semangat kepemimpinan perempuan warisan sejarah Nusantara agar setiap individu punya kesempatan yang sama? Perubahan itu harus dimulai dari perubahan pola pikir,” tegas Rerie.

Mengutip buku berjudul Leadership Beyond Gender: Transcend Limiting Mindsets to
Become a More Engaging Leader, karya Valencia Ray (2013), ujar Rerie, sejatinya visi kepemimpinan untuk meningkatkan kehidupan manusia tidak memiliki gender dan tidak terbatas.(*)

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Perusahaan Robotika Tiongkok Jajaki Mitra di Indonesia
Tiongkok Garap Aspal Buton, Investasi 60 Juta Dolar AS
Iran dan Rusia Perluas Kerjasama
Bupati Ayu, Irup Peringatan Sumpah Pemuda Way Kanan 
Gas Air Mata Pukul Mundur Massa Demonstran Di Jl.Imam Bonjol
Soal Polemik Komplek Griya Sukarame, Warga Surati Walikota
JMSI Tuba Gelar Diskusi Cegah Bullying
Sumpah Pemuda 2026, Firman Ingatkan Ancaman Digital dan Narkoba

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:05 WIB

Perusahaan Robotika Tiongkok Jajaki Mitra di Indonesia

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Tiongkok Garap Aspal Buton, Investasi 60 Juta Dolar AS

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Iran dan Rusia Perluas Kerjasama

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Bupati Ayu, Irup Peringatan Sumpah Pemuda Way Kanan 

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:41 WIB

Gas Air Mata Pukul Mundur Massa Demonstran Di Jl.Imam Bonjol

Berita Terbaru

Seorang peserta Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 berfoto dengan salah satu robot buatan AI² Robotics di Jakarta pada 28 Oktober 2026. (Xinhua/Ni Luh Anggela De Merici S.)

Berita Utama

Perusahaan Robotika Tiongkok Jajaki Mitra di Indonesia

Rabu, 28 Okt 2026 - 20:05 WIB

enteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia Rosan P. Roeslani bertemu dengan salah satu petinggi perusahaan asal Tiongkok, Xi'an Zhongli Asphalt Co., Ltd., di Shanghai, Tiongkok timur, dalam rangkaian kunjungan kerja ke sejumlah pimpinan perusahaan yang dilaksanakan pada 22-23 Oktober 2026. (Kementerian Investasi dan Hilirisasi Republik Indonesia/Xinhua)

Berita Utama

Tiongkok Garap Aspal Buton, Investasi 60 Juta Dolar AS

Rabu, 28 Okt 2026 - 20:01 WIB

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menghadiri konferensi pers di Teheran, Iran, pada 16 September 2024. (Xinhua)

Berita Utama

Iran dan Rusia Perluas Kerjasama

Rabu, 28 Okt 2026 - 19:57 WIB

Berita Utama

Bupati Ayu, Irup Peringatan Sumpah Pemuda Way Kanan 

Rabu, 28 Okt 2026 - 19:47 WIB

Berita Utama

Gas Air Mata Pukul Mundur Massa Demonstran Di Jl.Imam Bonjol

Rabu, 28 Okt 2026 - 19:41 WIB