Kasus Dokter Aulia Risma Bagai Puncak Gunung Es Gelapnya Perundungan di Dunia Pendidikan Kedokteran

Jumat, 30 Agustus 2024 | 13:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Tragedi kematian dokter muda, Aulia Risma Lestari, membuka kembali luka lama di dunia pendidikan kedokteran Indonesia. Kasus ini bukan sekadar insiden tunggal, tetapi cerminan dari masalah sistemik yang telah lama menggerogoti lingkungan pendidikan para calon dokter. Dalam rapat kerja dengan Menteri Kesehatan RI, Komisi IX DPR RI menyoroti betapa mendesaknya upaya pemberantasan perundungan di lingkungan pendidikan kesehatan.

Edy Wuryanto, anggota Komisi IX dari Fraksi PDIP, menggambarkan dunia pendidikan klinik sebagai “rimba hutan” yang kejam bagi mahasiswa kedokteran. “Kasus Aulia adalah alarm keras yang menandakan betapa buruknya perilaku dalam pendidikan klinik, khususnya di kalangan pendidikan dokter,” ungkap Edy saat rapat kerja Komisi IX dengan Menteri Kesehatan di Nusantara I, Senayan, Jakarta, Kamis (29/82024).

Ia menegaskan, sudah saatnya praktik ini dihentikan. Dalam merespons hal ini, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengakui bahwa bentuk-bentuk perundungan, mulai dari eksploitasi finansial hingga intimidasi dan kekerasan verbal, sudah menjadi rahasia umum di kalangan dokter residen. Menurutnya, dokter junior kerap dipaksa menanggung biaya pribadi dokter senior, dijadikan asisten pribadi yang mengerjakan tugas-tugas akademik hingga pekerjaan rumah tangga, dan sering kali menjadi sasaran intimidasi serta kekerasan verbal.

Baca Juga:  GAWAT! Film Lokal Jadi Hantu, Dracin Merajalela

Untuk mengatasi masalah ini, Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan Instruksi Menteri Kesehatan Nomor 1512 Tahun 2023 tentang perundungan. Platform pengaduan online pun disediakan untuk mempermudah korban melaporkan kasus. Menteri Budi menegaskan bahwa pemerintah akan menyediakan pendampingan psikologis dan jaminan keamanan bagi korban. Sementara itu, pelaku perundungan akan diberikan sanksi tegas sesuai peraturan yang berlaku.

Namun, langkah-langkah ini masih menghadapi berbagai tantangan. Kultur perundungan yang sudah mengakar, kurangnya kesadaran akan dampak buruknya, dan ketakutan korban untuk melapor menjadi hambatan utama yang harus dihadapi. Banyak yang masih menganggap perundungan sebagai bagian dari proses pendidikan yang tak terelakkan.

Baca Juga:  "Gak Ada Pohon, Jangan Lagi Disebut Hutan"

Diperlukan upaya kolektif untuk menghancurkan budaya perundungan ini. Pemerintah, institusi pendidikan, tenaga kesehatan, dan masyarakat harus bersatu untuk menciptakan perubahan. Peningkatan pengawasan, pendidikan dan pelatihan tentang pencegahan perundungan, serta perubahan budaya yang lebih menghargai nilai-nilai kemanusiaan adalah beberapa langkah yang dapat diambil. Perlindungan hukum yang lebih kuat juga diperlukan untuk memastikan pelaku perundungan mendapat sanksi yang setimpal.

Tragedi yang menimpa dokter Aulia Risma Lestari bukan sekadar cerita pilu, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung. Dengan komitmen yang kuat dari semua pihak, perundungan dalam dunia kedokteran dapat diberantas, dan generasi dokter masa depan dapat belajar dan berkembang dalam lingkungan yang lebih baik dan sehat. (*)


Penulis : Heri Suroyo


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Dasco pimpin Rapat DPR Dan Pemerintah Bahas Stabilitas Fiskal Dan Moneter
Menggugat Tanggungjawab Bisnis Air Minum Kemasan
Dede Yusuf Pertanyakan Soal Dana Desa yang Dipotong Habis di RAPBN 2027
Di Bogor, 33 Perusahaan Gunakan Kawasan Hutan tak Berizin
60 Ribu Mahasiswa/i Lolos SNBP tak Daftar Ulang, Ada Apa?
“Gak Ada Pohon, Jangan Lagi Disebut Hutan”
DPR Pertanyakan soal Alih Fungsi Hutan 1,1 Juta Ha di Jawa
Politik Bebas Aktif Kekuatan Diplomasi Parlemen Indonesia Ditengah Geopolitik Global 

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 14:04 WIB

Dasco pimpin Rapat DPR Dan Pemerintah Bahas Stabilitas Fiskal Dan Moneter

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:15 WIB

Menggugat Tanggungjawab Bisnis Air Minum Kemasan

Sabtu, 27 Juni 2026 - 01:44 WIB

Dede Yusuf Pertanyakan Soal Dana Desa yang Dipotong Habis di RAPBN 2027

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:21 WIB

Di Bogor, 33 Perusahaan Gunakan Kawasan Hutan tak Berizin

Jumat, 26 Juni 2026 - 12:52 WIB

60 Ribu Mahasiswa/i Lolos SNBP tak Daftar Ulang, Ada Apa?

Berita Terbaru

Penunjukan Dr. Teguh Santosa sebagai Tenaga Ahli Menteri/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) bidang Penguatan Diplomasi Lingkungan dan Pengembangan Kerja Sama Internasional mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. [De]

#indonesiaswasembada

Kolonel Marinir Kanang Budi Raharjo Resmi Menjabat Danbrigif 4 Mar/BS

Selasa, 30 Jun 2026 - 10:37 WIB

Pengurus Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Lampung, Jamal, mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih bijak dalam menyikapi dinamika politik.[De]

#indonesiaswasembada

Jamal: Jangan Biarkan Politik Memecah Persaudaraan Rakyat

Selasa, 30 Jun 2026 - 09:33 WIB