Kasubdit Ketenagaan Kemenag Dorong Dosen Aktif Menulis untuk Bangun Reputasi Akademik

Senin, 15 Juni 2026 | 13:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDAR LAMPUNG – Kasubdit Ketenagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Muhammad Aziz Hakim, mendorong para dosen untuk membangun budaya menulis sejak awal karier akademik, baik melalui publikasi jurnal ilmiah maupun media massa populer.

Pesan tersebut disampaikan saat menjadi narasumber pada hari pertama Short Course Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) Tahun 2026 yang diselenggarakan Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP) UIN Raden Intan Lampung, Senin (15/6/2026). Kegiatan yang menandai dibukanya PKDP tersebut berlangsung secara daring dan diikuti peserta angkatan pertama yang terbagi dalam dua kelas.

Muhammad Aziz Hakim menegaskan bahwa menulis di jurnal ilmiah merupakan kewajiban bagi seorang dosen. Selain menjadi syarat pengembangan karier akademik, publikasi ilmiah juga menjadi ukuran reputasi dan kompetensi seorang akademisi.

“Harus senang menulis. Menulis di jurnal itu keharusan dosen. Tetapi menulis di media massa populer juga penting untuk membangun reputasi individu secara nasional sekaligus reputasi lembaga,” ujarnya.

Menurutnya, tulisan yang dipublikasikan di media massa memiliki jangkauan pembaca yang luas, termasuk masyarakat umum dan para pemangku kebijakan. Melalui tulisan tersebut, dosen dapat memperkenalkan kepakarannya kepada publik sekaligus menunjukkan kontribusi pemikiran terhadap berbagai persoalan masyarakat sesuai bidang keilmuan masing-masing.

Ia menjelaskan, reputasi akademik yang dibangun secara konsisten melalui publikasi akan menjadi modal penting dalam perjalanan karier dosen. Ketika seorang dosen mencapai jenjang guru besar, masyarakat akademik maupun publik tidak akan mempertanyakan kapasitasnya karena rekam jejak keilmuan dan kontribusinya telah dikenal luas.

Baca Juga:  Deputi Gubernur BI: Penting Hilirisasi dan Investasi

“Ketika reputasi sudah terbangun, suatu saat menjadi guru besar orang tidak akan heran. Reputasi akademiknya sudah diakui dan sumbangsih pemikirannya diketahui masyarakat,” katanya.

Selain produktif menghasilkan karya ilmiah, Aziz juga mengingatkan pentingnya pengelolaan administrasi karier akademik. Menurutnya, reputasi akademik yang baik perlu diiringi dengan kelengkapan administrasi sehingga pengembangan jabatan fungsional dapat berjalan sesuai ketentuan.

Ia berharap para dosen muda mampu membangun reputasi akademik yang kuat sekaligus tertib dalam pengelolaan administrasi karier.

“Jangan sampai menjadi guru besar, tetapi reputasi akademiknya tidak dikenal. Kita berharap ketika menjadi guru besar, benar-benar menjadi guru besar yang reputasinya diakui,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Aziz mengajak para dosen menjaga integritas akademik dalam setiap aktivitas penelitian dan publikasi ilmiah. Ia mengajak seluruh dosen untuk menghindari berbagai bentuk pelanggaran akademik seperti plagiarisme, kepengarangan tidak sah, falsifikasi, maupun fabrikasi data penelitian dan lainnya.

Menurutnya, integritas akademik menjadi salah satu aspek penting yang harus dijaga dalam proses publikasi karya ilmiah. Untuk itu, para dosen diminta mempelajari dan mematuhi ketentuan yang diatur dalam Permendikbud Nomor 39 Tahun 2021 terkait integritas akademik.

Baca Juga:  Pencarian 5 Jurnalis Dihentikan, Ini Harapan Keluarga

Selain membahas publikasi ilmiah, Aziz juga menekankan pentingnya penguatan empat kompetensi dasar dosen sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional.

Pada aspek kompetensi profesional, ia mendorong para dosen untuk fokus mengembangkan keahlian sesuai bidang ilmunya. Menurutnya, konsistensi dalam melakukan riset, publikasi jurnal, maupun menulis di media massa akan membantu dosen membangun pengakuan sebagai pakar di bidang tertentu.

Melalui PKDP, Aziz berharap para dosen pemula dapat meningkatkan kompetensi akademik dan menghasilkan karya ilmiah yang siap dipublikasikan. Ia menyebut salah satu target kegiatan ini adalah setiap peserta memiliki draf artikel ilmiah yang siap disubmit ke jurnal terindeks.

“Harapannya setelah PKDP, setidaknya memiliki satu draf artikel yang siap submit dan dipublikasikan,” ujarnya.

PKDP Tahun 2026 di PTP UIN RIL diikuti 155 dosen dari PTKIN, PTKIS, STIAB Jinarakkhita Lampung dan STT Mawar Saron Lampung. Program ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi dosen pemula sekaligus persiapan menuju proses sertifikasi dosen. ()


Penulis : Desty


Editor : Nara


Sumber Berita : UIN RIL

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Yayasan Tahfidz dan Panti Asuhan Rentan Terpapar Paham Radikalisme
Pemprov Lampung Lantik Tiga Pejabat, Sekdaprov Tekankan Penguatan Pembangunan Manusia
Targetkan Pramuka Aktif Di Setiap Tingkatan, Kwarran Kasui Kunjungi Tiap Gudep
Pemprov-DPRD Sepakat Awas Ketat BBM Subsidi, Antrean Masih Panjang
Polres WK Ungkap Curas 5 TKP Dan Penimbunan BBM
Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi
Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar
Tim Media Gubernur dan Dugaan Pembatasan Peliputan, Semua Tahan Diri
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Yayasan Tahfidz dan Panti Asuhan Rentan Terpapar Paham Radikalisme

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:16 WIB

Pemprov Lampung Lantik Tiga Pejabat, Sekdaprov Tekankan Penguatan Pembangunan Manusia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:38 WIB

Targetkan Pramuka Aktif Di Setiap Tingkatan, Kwarran Kasui Kunjungi Tiap Gudep

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Pemprov-DPRD Sepakat Awas Ketat BBM Subsidi, Antrean Masih Panjang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Polres WK Ungkap Curas 5 TKP Dan Penimbunan BBM

Berita Terbaru

Berita Utama

Yayasan Tahfidz dan Panti Asuhan Rentan Terpapar Paham Radikalisme

Minggu, 11 Okt 2026 - 08:37 WIB

Berita Utama

Polres WK Ungkap Curas 5 TKP Dan Penimbunan BBM

Kamis, 8 Okt 2026 - 18:45 WIB