Kamrussamad: Perkuat Struktur Ekonomi dan Diversifikasi Perdagangan agar Rupiah Tak Bergantung pada Dolar

Kamis, 18 Juni 2026 | 13:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Anggota Komisi XI DPR RI, Kamrussamad, menilai penguatan nilai tukar rupiah tidak bisa dilakukan hanya melalui kebijakan moneter jangka pendek. Menurut dia, pemerintah perlu memperbaiki struktur ekonomi nasional, memperkuat sektor manufaktur, serta memperluas diversifikasi perdagangan internasional agar ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat semakin berkurang.

Pernyataan tersebut disampaikan Kamrussamad dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertema “Sinergi dan Kolaborasi Bersama Menguatkan Rupiah, RI Tak Lagi Bergantung Pada Dolar” yang diselenggarakan Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) bekerja sama dengan Biro Pemberitaan DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026.

Kamrussamad menjelaskan dominasi dolar AS sebagai mata uang global tidak terlepas dari sejarah panjang pembentukan Amerika Serikat. Ia mengisahkan bahwa pada masa awal berdirinya negara tersebut, pemilihan mata uang nasional sempat menjadi perdebatan sebelum akhirnya dolar dipilih melalui proses pemungutan suara yang sangat ketat.

Namun, menurut dia, perkembangan geopolitik dunia selama ratusan tahun telah melahirkan berbagai blok dan kerja sama ekonomi baru yang membuka peluang bagi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, untuk mengurangi ketergantungan pada satu mata uang dalam transaksi perdagangan internasional.

“Indonesia telah memilih rupiah sebagai mata uang nasional. Tantangannya sekarang adalah bagaimana menjaga stabilitas dan memperkuat nilai tukarnya di tengah dinamika ekonomi global,” kata Kamrussamad.

Baca Juga:  Dilarang Liputan di Gedung Putih, CNN, MS NOW, dan Politico Gugat Trump

Ia menyoroti tren depresiasi rupiah terhadap dolar AS yang terjadi dalam dua dekade terakhir. Berdasarkan data yang dipaparkannya, nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp8.000 per dolar AS pada 2004 dan melemah menjadi sekitar Rp12.000 per dolar AS pada 2014. Pada periode berikutnya, rupiah kembali mengalami pelemahan hingga berada di kisaran Rp15.000 per dolar AS pada akhir masa pemerintahan selanjutnya.

Menurut Kamrussamad, fenomena tersebut tidak semata-mata disebabkan oleh faktor eksternal, melainkan juga mencerminkan perlunya pembenahan struktur ekonomi nasional.

Ia menjelaskan, selama sekitar 25 tahun terakhir pertumbuhan ekonomi Indonesia masih sangat bergantung pada konsumsi rumah tangga. Karena itu, kontribusi sektor industri manufaktur terhadap produk domestik bruto (PDB) perlu terus ditingkatkan agar ekonomi memiliki fondasi yang lebih kuat.

“Kalau industri manufaktur berkembang, maka penciptaan lapangan kerja formal juga akan meningkat secara signifikan. Ini yang akan memperkuat daya tahan ekonomi nasional,” ujarnya.

Kamrussamad menilai kebijakan hilirisasi sumber daya alam, penguatan sektor energi, ketahanan pangan, pertanian, dan perikanan merupakan langkah yang tepat untuk meningkatkan nilai tambah komoditas ekspor Indonesia. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya mengandalkan konsumsi domestik, tetapi juga memperoleh kontribusi lebih besar dari sektor produksi dan ekspor.

Baca Juga:  F-Gerindra Way Kanan Ikuti Bimtek DPRD se-Lampung 

Selain itu, ia mengapresiasi berbagai kebijakan yang mendorong tumbuhnya kawasan ekonomi khusus (KEK) dalam satu dekade terakhir. Menurutnya, berbagai insentif yang diberikan di kawasan tersebut telah membantu menarik investasi dan memperkuat industri manufaktur nasional.

Dalam menghadapi ketidakpastian global, Kamrussamad juga mendorong pemerintah memperluas penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan internasional melalui berbagai skema kerja sama bilateral maupun regional.

Ia mencontohkan kerja sama perdagangan dengan Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan yang dapat menjadi peluang untuk mengurangi dominasi dolar AS dalam transaksi ekspor-impor.

“Secara bertahap kita harus memperbesar penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan internasional sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada satu mata uang saja,” katanya.

Menurut Kamrussamad, kombinasi antara penguatan struktur ekonomi domestik, hilirisasi industri, peningkatan daya saing manufaktur, dan diversifikasi transaksi perdagangan internasional menjadi kunci agar rupiah lebih kuat dan Indonesia memiliki ketahanan ekonomi yang lebih baik di tengah gejolak global.(*)


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Desty


Sumber Berita : DPR RI

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Rusia Hancurkan 25% Fasilitas Internet dan Starlink Ukraina
Pertemuan Xi-Trump Suntik Kepercayaan dan Stabilitas Global
Menlu Iran: Lebih dari 5.000 Tewas dalam Serangan AS-Israel
Persenjataan Iran Aman, Ditempatkan di Bawah Tanah
Trump Tolak Usulan Iran: Hormuz Merana, Perang Jalan Terus
Lampung Perkuat Pembangunan SDM Berbasis Akhlak
Mirza Buka “Gubernur Lampung Badminton Open 2026”
Asian Games: Angkat Besi Pecahkan Enam Rekor Dunia
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 23:27 WIB

Rusia Hancurkan 25% Fasilitas Internet dan Starlink Ukraina

Minggu, 27 September 2026 - 23:17 WIB

Pertemuan Xi-Trump Suntik Kepercayaan dan Stabilitas Global

Minggu, 27 September 2026 - 21:22 WIB

Menlu Iran: Lebih dari 5.000 Tewas dalam Serangan AS-Israel

Minggu, 27 September 2026 - 21:21 WIB

Persenjataan Iran Aman, Ditempatkan di Bawah Tanah

Minggu, 27 September 2026 - 18:36 WIB

Trump Tolak Usulan Iran: Hormuz Merana, Perang Jalan Terus

Berita Terbaru

Foto yang diabadikan pada 15 Agustus 2024 ini memperlihatkan sebuah tank Ukraina yang hancur akibat serangan Rusia di Toretsk. (Xinhua)

Berita Utama

Rusia Hancurkan 25% Fasilitas Internet dan Starlink Ukraina

Minggu, 27 Sep 2026 - 23:27 WIB

Presiden Tiongkok Xi Jinping melakukan diskusi dalam kelompok kecil dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Ruang Oval setelah upacara penyambutan di Gedung Putih, Washington DC, AS, pada 24 September 2026. Trump menggelar upacara penyambutan bagi Xi, yang sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke AS, di Gedung Putih pada Kamis (24/9). (Xinhua)

Berita Utama

Pertemuan Xi-Trump Suntik Kepercayaan dan Stabilitas Global

Minggu, 27 Sep 2026 - 23:17 WIB


Foto yang diabadikan pada 23 Maret 2026 ini menunjukkan sebuah bangunan yang hancur di daerah permukiman usai serangan gabungan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran di Teheran, Iran. (Xinhua)

Berita Utama

Menlu Iran: Lebih dari 5.000 Tewas dalam Serangan AS-Israel

Minggu, 27 Sep 2026 - 21:22 WIB

Iran sangat siap Hadapi Perang, lawan Amerika sekalipun

Berita Utama

Persenjataan Iran Aman, Ditempatkan di Bawah Tanah

Minggu, 27 Sep 2026 - 21:21 WIB

Presiden AS Larangan Beberapa media liputan di Gedung Putih. Menurutnya larangan itu karena media tersebut sering membuat laporan palsu.[Xinhua]

Berita Utama

Trump Tolak Usulan Iran: Hormuz Merana, Perang Jalan Terus

Minggu, 27 Sep 2026 - 18:36 WIB