Jazilul Fawaid : Jangan Pilih Pemimpin Yang Money Politik

Selasa, 26 November 2024 | 14:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (Waketum PKB) Jazilul Fawaid mengingatkan masyarakat tidak memilih calon pemimpin pada Pilkada 2024 karena tawaran politik uang (money politics). Pemimpin harus dipilih berdasarkan hari nurani.

“Ini penting, harus ada kesadaran masyarakat untuk memilih pemimpin menggunakan hati nurani dan akal sehat, bukan karena iming-iming uang,” kata Jazilul dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (26/11/2024).

Gus Jazik panggilan akrab wartawan mengingatkan rentan terjadi transaksi jual beli suara yang kerap disebut ‘serangan fajar’ pada masa tenang menjelang hari-H pencoblosan, Rabu, 27 November 2024.
“Saya yakin pemilih kian cerdas untuk memilih pemimpin yang berkomitmen dan berkualitas,” katanya.

Baca Juga:  KPK Menduga 4 Tersangka Kepercayaan Nusron

Jazilul meminta kepada pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah untuk tidak mencoba melakukan politik transaksional dan menekankan hal tersebut merupakan bentuk pelanggaran hukum.
Dia menegaskan bahwa sudah ada aturan perundang-undangan yang memberikan sanksi bila ada pemilih yang menerima politik uang.

Berdasarkan Pasal 187 A ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, pemberi dan penerima politik uang dapat dijerat dengan sanksi pidana 3 tahun hingga 6 tahun serta denda Rp200 juta hingga Rp1 miliar.

“Saya minta juga aparat penegak hukum, Polri, dan Bawaslu tegas untuk memberantas praktik politik uang,” ucap Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI itu.

Baca Juga:  Wagub Jihan Apresiasi Media Perempuan

Legislator dari Fraksi PKB ini mengemukakan bahwa Pilkada Serentak 2024 menjadi momentum yang tepat untuk melaksanakan politik demokrasi yang bersih demi masa depan bangsa yang lebih baik.

“Saya yakin pemilih cerdas memilih pemimpin yang tepat saat menggunakan hak pilih,” katanya.

Apabila pemilih berkomitmen menolak politik uang, kata dia, pemimpin yang terpilih adalah pemimpin yang amanah dan kompeten.

“Jauhi politik uang karena itu yang merusak demokrasi kita. Jangan karena iming-iming selembar uang Rp50 ribu, kita salah pilih pemimpin untuk 5 tahun ke depan,” pungkasnya.


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Fidhela Alvita


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Putin-Salman Sepakat Diplomasi Jalan Keluar dari Krisis Timur Tengah
Sinergi dan Kolaborasi GTRA Mesuji, Perkuat Komitmen Reforma Agraria
Jasad ABK Arupadhatu 1 Terindentifikasi, PFI Minta Pencarian Dibuka Lagi
Gubernur Lampung Dorong Unila Jadi Motor Hilirisasi
Kemdiktisaintek Kaji Biaya Pendidikan Gratis Hingga Perguruan Tinggi
BMKG Prediksi awal Musim Hujan Bulan November Lebih Lambat
Wamenaker Minta Peserta MagangHub Siap Hadapi Dunia Kerja
AS Pening, Rudal Iran Tiba 13′-15′ ke Israel dengan Jarak 1.700 Km

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 21:39 WIB

Putin-Salman Sepakat Diplomasi Jalan Keluar dari Krisis Timur Tengah

Rabu, 23 September 2026 - 18:22 WIB

Sinergi dan Kolaborasi GTRA Mesuji, Perkuat Komitmen Reforma Agraria

Rabu, 23 September 2026 - 16:14 WIB

Jasad ABK Arupadhatu 1 Terindentifikasi, PFI Minta Pencarian Dibuka Lagi

Rabu, 23 September 2026 - 14:39 WIB

Gubernur Lampung Dorong Unila Jadi Motor Hilirisasi

Rabu, 23 September 2026 - 12:56 WIB

Kemdiktisaintek Kaji Biaya Pendidikan Gratis Hingga Perguruan Tinggi

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Sinergi dan Kolaborasi GTRA Mesuji, Perkuat Komitmen Reforma Agraria

Rabu, 23 Sep 2026 - 18:22 WIB

#indonesiaswasembada

Jasad ABK Arupadhatu 1 Terindentifikasi, PFI Minta Pencarian Dibuka Lagi

Rabu, 23 Sep 2026 - 16:14 WIB

#indonesiaswasembada

Gubernur Lampung Dorong Unila Jadi Motor Hilirisasi

Rabu, 23 Sep 2026 - 14:39 WIB

#indonesiaswasembada

Kemdiktisaintek Kaji Biaya Pendidikan Gratis Hingga Perguruan Tinggi

Rabu, 23 Sep 2026 - 12:56 WIB