Jaminan Ketersediaan Bahan Pokok Harus Dibarengi Stabilitas Harga

Rabu, 6 Maret 2024 | 15:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang
Penting, Kementerian Perdagangan RI, Bambang
Wisnubroto mengungkapkan dalam memantau kenaikan harga sejumlah kebutuhan bahan pokok, pihaknya bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait secara rutin melakukan pertemuan setiap Senin dalam rangka mengendalikan inflasi.

Bambang menilai koordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga dalam upaya mengendalikan harga bahan pokok tahun ini relatif lebih baik jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Menurut Bambang, tahun ini harus diwaspadai harga beras, minyak goreng curah, daging ayam dan telur ayam ras.

Terkait harga minyak goreng, ujar Bambang, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan sekitar 24 produsen minyak goreng.

Bambang menegaskan bahwa harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng tetap Rp14.000 per kilogram. Dia membantah akan terjadi kenaikan HET.

Baca Juga:  Panglima TNI Kunjungi ITS Giuseppe Garibaldi, Lampung Kelak jadi Pangkalan Kapal Induk Ini

Diakuinya isu kenaikan HET minyak goreng membuat sejumlah distributor minyak goreng menahan pasokan.

Bambang mencatat kenaikan harga sejumlah bahan pokok menjelang Ramadan dan Lebaran sekitar 27,25%.

Menyikapi kondisi itu, ujar Bambang, pemerintah mengarahkan agar para pelaku usaha dan asosiasi bahan pokok melakukan penambahan pasokan.

Selain itu, juga mendorong kelancaran distribusi salah satunya dengan meminta Kementerian Perhubungan untuk mempercepat bongkar muat beras impor.

Kepala Divisi Perencanaan Operasional dan Pelayanan Publik, Perum Bulog, Epi Sulandari mengungkapkan untuk memperkuat stok beras pihaknya mengupayakan pengadaan dari dalam negeri dan luar negeri.

Baca Juga:  Mirip Kesemek, Tapi bukan, Bisbul Namanya....

Menurut Epi, stok beras Bulog saat ini tercatat 1,17 juta ton. Dalam upaya mengurangi demand, tambah Epi, pihaknya sudah ikut menyalurkan bahan pangan ke sekitar 22 juta kepala keluarga yang membutuhkan.

Diakui Epi, distribusi beras pada dua bulan terakhir jumlahnya lebih dari dua kali jumlah pasokan bulan-bulan sebelumnya.

Menurut Epi, pada Februari 2024, Bulog menyalurkan 212 ribu ton beras dan pada Maret 2024 ditargetkan untuk menyalurkan 250 ribu ton beras.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan, Badan Pangan Nasional, I Gusti Ketut Astawa mengungkapkan stok beras cukup menjelang Ramadan.

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Pemprov-DPRD Sepakat Awas Ketat BBM Subsidi, Antrean Masih Panjang
Polres WK Ungkap Curas 5 TKP Dan Penimbunan BBM
Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi
Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar
Tim Media Gubernur dan Dugaan Pembatasan Peliputan, Semua Tahan Diri
Beda TMT, Beda Waktu Gaji PPPK Paruh Waktu, BKD Lampung Selatan Pastikan SK Perpanjangan Segera Terbit
Tinggal 20 Penyintas Penyerangan Jepang ke Nanjing
Mesir Kirim 2.600 Ton Bantuan ke Gaza

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Pemprov-DPRD Sepakat Awas Ketat BBM Subsidi, Antrean Masih Panjang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Polres WK Ungkap Curas 5 TKP Dan Penimbunan BBM

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Tim Media Gubernur dan Dugaan Pembatasan Peliputan, Semua Tahan Diri

Berita Terbaru

Berita Utama

Polres WK Ungkap Curas 5 TKP Dan Penimbunan BBM

Kamis, 8 Okt 2026 - 18:45 WIB

Berita Utama

Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi

Kamis, 8 Okt 2026 - 14:09 WIB

Berita Utama

Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar

Kamis, 8 Okt 2026 - 14:06 WIB