JAKARTA – Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, mengajak mahasiswa dan pelajar meningkatkan literasi digital agar mampu menyaring informasi secara kritis di tengah derasnya arus konten di media sosial.
Ajakan tersebut disampaikan dalam Webinar Kelas Parlemen bertajuk
“Beyond The FYP: Peran Parlemen Menjaga Ruang Digital di Tengah Bias dan Jebakan Algoritma” yang digelar secara daring pada Jumat (7/8/2026).
Amelia menilai ruang digital telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat. Namun, informasi yang muncul di media sosial tidak selalu menggambarkan kondisi sebenarnya karena dipengaruhi oleh algoritma yang menyeleksi konten sesuai preferensi pengguna.
“Yang muncul di timeline kita sering kali bukan gambaran utuh dari kenyataan, melainkan hasil seleksi algoritma,” ujarnya.
Menurutnya, masyarakat perlu memiliki kemampuan berpikir kritis untuk menghadapi berbagai tantangan digital, seperti hoaks, disinformasi, penyalahgunaan kecerdasan buatan (deepfake), kebocoran data pribadi, penipuan daring, perundungan siber, hingga manipulasi opini publik.
Lebih lanjut, Amelia menegaskan bahwa generasi muda bukan sekadar pengguna media sosial, tetapi juga pembentuk opini, penyebar informasi, pengawas kebijakan, sekaligus penggerak demokrasi.
Untuk itu, ia mengajak mahasiswa dan pelajar memanfaatkan media sosial secara bertanggung jawab.
“Gunakan media sosial untuk menyampaikan aspirasi, mengawal kebijakan, berdiskusi secara sehat; menyebarkan informasi berbasis fakta. Bukan hanya mengejar viralitas,” pungkasnya.(*)
Penulis : Heri Suroyo
Editor : Desty
Sumber Berita : DPR RI

















