DPR Desak Solusi Cepat Pemerintah Tambahan Dana Untuk Puluhan Pemda Yang Kekurangan Anggaran

Jumat, 7 Agustus 2026 | 17:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Anggota Komisi II DPR RI, Eka Widodo, meminta pemerintah pusat segera mengalokasikan tambahan Dana Alokasi Umum (DAU) bagi 79 pemerintah daerah yang saat ini mengalami kekurangan anggaran.
Menurutnya, percepatan penyaluran dana diperlukan agar pembayaran gaji pegawai tidak terganggu dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal

Pria yang akrab disapa Edo itu menilai persoalan kekurangan anggaran di puluhan daerah tidak boleh dianggap sepele. Ia mengingatkan bahwa apabila kondisi tersebut dibiarkan, dampaknya akan dirasakan langsung oleh aparatur pemerintah daerah maupun masyarakat sebagai penerima layanan publik.

“Sebanyak 79 daerah yang mengalami kekurangan anggaran merupakan persoalan serius. Jika tidak segera diatasi, pegawai pemerintah daerah berpotensi terdampak dan kualitas pelayanan publik juga bisa menurun,” kata Edo, pada Jumat (7/8/2026).

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyampaikan bahwa terdapat 79 pemerintah daerah yang membutuhkan tambahan DAU dari pemerintah pusat dengan total nilai sekitar Rp14 triliun.

Baca Juga:  KWP Kecam Pernyataan Benny K. Harman Diduga Sebut Wartawan “Otak Kamu Ada Gak"

Dari jumlah tersebut, kebutuhan mendesak untuk menjamin pembayaran gaji pegawai diperkirakan mencapai Rp3,5 triliun.

Tito menjelaskan, tambahan hingga Rp14 triliun dibutuhkan untuk memperkuat kondisi fiskal daerah agar persoalan serupa tidak terus berulang.
Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan kebutuhan anggaran bahkan dapat mencapai sekitar Rp20 triliun.

Lebih lanjut, Edo menegaskan, keterbatasan anggaran berisiko menghambat pembayaran hak pegawai pemerintah daerah.

Menurutnya, keterlambatan gaji dapat memengaruhi semangat kerja aparatur sipil negara, yang pada akhirnya berdampak terhadap kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Jika pemerintah daerah kekurangan anggaran, pembayaran gaji pegawai bisa terganggu. Hal itu tentu akan memengaruhi motivasi kerja ASN dan berimbas pada pelayanan publik,” katanya.

Ia pun mendesak Kemendagri dan Kemenkeu segera berkoordinasi untuk mencari solusi. Pemerintah pusat, lanjutnya, perlu memastikan daerah yang benar-benar mengalami tekanan fiskal memperoleh tambahan anggaran agar roda pemerintahan tetap berjalan tanpa hambatan.

Baca Juga:  Riyono Ingatkan Ancaman Karhutla Bisa Memuncak pada 2027, Minta Mitigasi Sejak Dini

“Saya meminta Kemendagri dan Kemenkeu segera menyelesaikan persoalan kekurangan anggaran ini. Pemerintah pusat harus segera memberikan tambahan kepada 79 pemerintah daerah yang membutuhkan agar pembayaran gaji pegawai tetap aman dan pelayanan publik tidak terganggu,” tutur Edo.

Selain penambahan anggaran, Legislator dari Fraksi PKB itu juga mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola keuangan daerah.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memperkuat ketahanan fiskal pemerintah daerah sehingga permasalahan serupa tidak terulang di masa mendatang.

“Persoalan ini harus menjadi momentum untuk memperkuat ketahanan fiskal daerah. Pemerintah pusat dan daerah harus bersama-sama membangun sistem pengelolaan keuangan yang lebih sehat, sehingga hak pegawai tetap terlindungi dan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal,” pungkas Edo. (*)


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Desty


Sumber Berita : DPR RI

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

GAK, Pemkab Mesuji Tindak Lanjuti Surat Edaran Gubernur Lampung
Serangan Balasan, IRGC Iran Hantam Tiga Kapal AS
Direktur Pemberitaan ANTARA Ungkap Harapan Kerja Sama Media Asia-Pasifik
Pastikan Penyaluran 800 Ribu Ton Beras Bapang Tepat Sasaran, Elfianah Bentuk Tim Seluruh Kecamatan
Pemprov Lampung Dukung PPDS Anestesiologi Unila, Perkuat Layanan Kegawatdaruratan dan SDM Kesehatan
Pengurus Bundokanduang Minangkabau Provinsi Lampung 2026-2030, Dikukuhkan
Guncang Industri Sinema Indonesia, Dua Siswi MTs Muhammadiyah Bintangi Film ‘Ageman’
Suling Jembatani Pertukaran Budaya Tiongkok-Indonesia
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 23:41 WIB

GAK, Pemkab Mesuji Tindak Lanjuti Surat Edaran Gubernur Lampung

Minggu, 6 September 2026 - 23:32 WIB

Serangan Balasan, IRGC Iran Hantam Tiga Kapal AS

Minggu, 6 September 2026 - 23:26 WIB

Direktur Pemberitaan ANTARA Ungkap Harapan Kerja Sama Media Asia-Pasifik

Minggu, 6 September 2026 - 21:12 WIB

Pastikan Penyaluran 800 Ribu Ton Beras Bapang Tepat Sasaran, Elfianah Bentuk Tim Seluruh Kecamatan

Minggu, 6 September 2026 - 20:45 WIB

Pemprov Lampung Dukung PPDS Anestesiologi Unila, Perkuat Layanan Kegawatdaruratan dan SDM Kesehatan

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

GAK, Pemkab Mesuji Tindak Lanjuti Surat Edaran Gubernur Lampung

Minggu, 6 Sep 2026 - 23:41 WIB

#indonesiaswasembada

Serangan Balasan, IRGC Iran Hantam Tiga Kapal AS

Minggu, 6 Sep 2026 - 23:32 WIB

Virgandhi Prayudantoro, direktur pemberitaan Kantor Berita ANTARA, menyampaikan pidatonya pada Forum Media Asia-Pasifik yang digelar di Kota Shenzhen, Provinsi Guangdong, Tiongkok selatan. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Direktur Pemberitaan ANTARA Ungkap Harapan Kerja Sama Media Asia-Pasifik

Minggu, 6 Sep 2026 - 23:26 WIB