Ini Kata Peneliti Soal Cacar Monyet Picu Gangguan Mental

Senin, 12 September 2022 | 12:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Cacar Monyet

Ilustrasi Cacar Monyet

Laporan : Vini

Monkeypox atau cacar monyet dianggap tak berbahaya lantaran menimbulkan gejala khas seperti ruam di kulit yang nampak. Kendati begitu, sebuah studi mengungkapkan adanya kemungkinan gejala berat dari cacar monyet yang berkaitan dengan masalah mental. Cacar monyet dapat menyebabkan ruam kulit dan gejala seperti flu, tetapi sebuah penelitian telah mengungkapkan, penyakit ini juga dapat menyebabkan masalah neurologis dan mental.

Ada laporan masalah neurologis pada orang yang terinfeksi virus cacar dan pada orang yang divaksinasi. Hasilnya telah diterbitkan dalam jurnal Clinical Medicine dan dikutip dari laman The Health Site. Masalah neurologis, termasuk ‘ensefalitis’ atau radang otak, berkembang pada orang yang terkena cacar monyet yakni dua persen hingga tiga persen. Namun, penting di sini bahwa data ini didasarkan pada beberapa studi yang dilakukan di antara peserta.

Baca Juga:  Sopir PT SELOG Akui Dapat Jatah Biosolar 5–50 Liter untuk Distribusi Barang Alfamart di Lampung Utara

“Selain masalah otak yang parah dan langka, kami menemukan gejala neurologis yang lebih umum, termasuk sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan, pada kelompok penderita monkeypox yang lebih luas,” tulis peneliti. Namun, tidak jelas dari penelitian seberapa parah gejala ini. Juga belum jelas ada berapa banyak orang dengan cacar monyet yang memiliki masalah mental seperti kecemasan dan depresi.

Namun, tidak dapat dikatakan secara pasti melalui penelitian virus ini adalah penyebab masalah tersebut. Selain itu, jika virus ini menyebabkan masalah ini, proses biologis yang mendasarinya tidak jelas, dan mungkin secara langsung memengaruhi sistem saraf.

Jurnal Penelitian Kedokteran New England

Baca Juga:  Musda XI MUI, Lampung Dorong Sinergi Ulama dan Umaro

Penelitian dalam New England Journal of Medicine melibatkan lebih dari 500 orang dari 16 negara yang terkena wabah saat ini. Meskipun tidak ada kasus ‘ensefalitis’ yang dilaporkan, lebih dari seperempat dari 10 orang dengan cacar monyet mengalami gejala sakit kepala.

Namun, Spanyol baru-baru ini menulis dua kasus ‘ensefalitis’ di antara orang yang terinfeksi cacar monyet. “Studi terbaru dan studi selanjutnya menunjukkan bahwa gejala ‘neuropsikiatri’ tidak jarang terjadi. Kami tidak mengharapkan masalah parah di otak, tetapi situasi seperti ‘ensefalitis’ dapat muncul pada beberapa orang. Diperlukan lebih banyak penelitian tentang apakah gejala-gejala ini bertahan dari waktu ke waktu dan disebabkan oleh cacar monyet,” tulis kesimpulan para peneliti. ##

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Rohmi Yuhani’ah Tawarkan Konsep Ekokonstruktivisme dalam Mengembangkan Perilaku Sosial
Sekretaris JMSI Lampung Ingatkan Mahasiswa Jaga Idealisme dan Kepekaan Sosial
Siap Hadapi AS, Iran: Sedang Tingkatkan Jangkauan Rudal
PM Italia: Belanja Keamanan Penting
Hanan Rozak: Golkar Solid di Bawah Bahlil
Menlu Irak: Bentuk Komite ‘Akurkan’ Iran-AS
30 Tewas dan 8 Terluka, Pemerintah Yaman dan Houthi Saling Tuding
Kamp Tinju di Bawah Jembatan Layang, Positif Broo

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 21:06 WIB

Rohmi Yuhani’ah Tawarkan Konsep Ekokonstruktivisme dalam Mengembangkan Perilaku Sosial

Minggu, 8 November 2026 - 16:02 WIB

Sekretaris JMSI Lampung Ingatkan Mahasiswa Jaga Idealisme dan Kepekaan Sosial

Minggu, 8 November 2026 - 13:19 WIB

Siap Hadapi AS, Iran: Sedang Tingkatkan Jangkauan Rudal

Minggu, 8 November 2026 - 12:34 WIB

PM Italia: Belanja Keamanan Penting

Minggu, 8 November 2026 - 09:36 WIB

Hanan Rozak: Golkar Solid di Bawah Bahlil

Berita Terbaru

Hossein Mohebbi, juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), berbicara dalam sebuah konferensi pers di Teheran, Iran, pada 29 September 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Siap Hadapi AS, Iran: Sedang Tingkatkan Jangkauan Rudal

Minggu, 8 Nov 2026 - 13:19 WIB

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni berbicara dalam sebuah konferensi pers di Roma, Italia, pada 9 Januari 2026. (Xinhua)

Berita Utama

PM Italia: Belanja Keamanan Penting

Minggu, 8 Nov 2026 - 12:34 WIB

Bandar Lampung

Hanan Rozak: Golkar Solid di Bawah Bahlil

Minggu, 8 Nov 2026 - 09:36 WIB