Indonesia Usulkan Belajar AI ke Negeri China

Minggu, 2 Agustus 2026 | 14:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Badri Munir Sukoco (depan, kedua dari kiri), sekretaris jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (RI), dan para pejabat serta hadirin lainnya berfoto bersama dalam Pekan Kerja Sama Pendidikan China-ASEAN (China-ASEAN Education Cooperation Week) 2026 di Guiyang, ibu kota Provinsi Guizhou, China barat daya. (Xin)

Badri Munir Sukoco (depan, kedua dari kiri), sekretaris jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (RI), dan para pejabat serta hadirin lainnya berfoto bersama dalam Pekan Kerja Sama Pendidikan China-ASEAN (China-ASEAN Education Cooperation Week) 2026 di Guiyang, ibu kota Provinsi Guizhou, China barat daya. (Xin)

GUIYANG-Pekan Kerja Sama Pendidikan China-ASEAN (China-ASEAN Education Cooperation Week) 2026 dibuka di Kota Guiyang, Provinsi Guizhou, China barat daya, dengan mengusung tema “Memanfaatkan Pendidikan Cerdas, Membangun Tanah Air yang Bersahabat” (Leveraging Smart Education, Building an Amicable Homeland).

Lebih dari 450 pejabat pendidikan, akademisi perguruan tinggi, dan perwakilan industri dari China serta negara-negara ASEAN berkumpul untuk membahas bagaimana kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dapat semakin memperdalam kerja sama pendidikan antara China dan negara-negara ASEAN.

Badri Munir Sukoco, sekretaris jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (RI), menghadiri acara tersebut untuk pertama kalinya. Badri mengatakan kepada Xinhua bahwa sistem industri dan pendidikan cerdas China untuk AI telah menjadi yang terdepan di dunia.

Indonesia ingin mengambil pelajaran dari pengalaman China dalam reformasi kurikulum AI, pelatihan guru, serta pengembangan kapasitas komputasi yang merata di berbagai daerah melalui platform Pekan Kerja Sama Pendidikan China-ASEAN.

Indonesia juga akan bekerja sama dengan negara-negara anggota ASEAN lainnya untuk menjembatani kesenjangan digital melalui kerja sama AI di tingkat perguruan tinggi serta mendorong lanskap pengembangan kecerdasan digital regional yang inklusif dan saling menguntungkan.

Dalam kunjungan pertamanya ke Guizhou ini, Badri mengatakan dirinya sangat terkesan dengan keberhasilan provinsi di pedalaman China barat daya tersebut dalam menempuh jalur pengembangan industri digital yang khas, sekaligus mematahkan stereotipe bahwa industri teknologi terkonsentrasi di daerah pesisir.

“Sebenarnya, saya sedikit terkejut. Provinsi ini letaknya jauh dari kota-kota pesisir yang menjadi pusat industri teknologi, tetapi pemerintah berupaya menciptakan keseimbangan dengan menjadikan Guizhou sebagai pusat mahadata (big data) China,” papar Badri.

Badri menuturkan bahwa kemajuan Indonesia dalam mengembangkan pendidikan digital dan industri AI masih tertinggal dibandingkan dengan China. Praktik Guizhou dalam mengembangkan keunggulan di bidang mahadata yang disesuaikan dengan kondisi setempat dapat menjadi model bagi berbagai provinsi di Indonesia.

Baca Juga:  Komunitas Pemuda China-ASEAN 2026 Ruang Dialog Diplomat Indonesia

“Karena kami sudah melakukan desentralisasi sistem kami sejak 1990, tetapi hingga sekarang perkembangannya mungkin belum secepat China. Jadi, kami dapat belajar dari pengalaman tersebut,” kata Badri.

Menyaksikan peluncuran model besar AI pengobatan tradisional China (traditional Chinese medicine/TCM) serta laboratorium AI yang mengintegrasikan industri, perguruan tinggi, dan penelitian dalam ajang pekan kerja sama tersebut, Badri mengatakan China memiliki rantai industri AI yang komprehensif dan terdepan di dunia, terutama dalam pengembangan proyek-proyek AI di berbagai sektor. Badri mengusulkan agar China dan Indonesia dapat sepenuhnya mewujudkan kerja sama komplementer dua arah melalui integrasi sumber daya dan teknologi.

“Dalam hal AI untuk China, kami memahami bahwa China sudah jauh lebih maju dibandingkan kami, sehingga kami dapat belajar lebih banyak dari China dan kami juga dapat berkolaborasi lebih banyak,” kata Badri.

“Sebagai contoh, AI untuk pengobatan tradisional. China memiliki pengobatan tradisional, dan tentu saja negara kami juga memiliki pengobatan tradisional. Kami dapat menggabungkan, saling belajar mengenai pengobatan tradisional satu sama lain untuk menjaga kesehatan tubuh kita. Indonesia juga memiliki banyak tanah jarang (rare earth), jika dipadukan dengan AI China, kami dapat lebih cepat menciptakan material baru,” imbuh Badri.

Menurut Badri, AI merupakan pedang bermata dua yang tidak dapat begitu saja ditolak atau pun dikejar tanpa pertimbangan. Kerja sama yang lebih erat antara China dan ASEAN, yang didukung oleh pendidikan tinggi yang sistematis, sangat penting untuk memaksimalkan nilai positif AI sekaligus menekan penyalahgunaannya, seperti deepfake, disinformasi, dan doxxing, yang merupakan salah satu prioritas utama reformasi pendidikan Indonesia saat ini.

Baca Juga:  Inspiratif: Pabrik Tua Jadi Cuan

“AI lebih seperti sebuah paradoks. Terkadang positif, jika Anda dapat memanfaatkannya secara optimal. Tetapi terkadang juga negatif. Kita dapat lebih berfokus pada sisi positifnya,” kata Badri. “Guru dan siswa harus memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan. Memahami AI, mengoptimalkan pemanfaatannya bagi masyarakat merupakan bagian dari proses perubahan. Pelatihan itu penting, bukan hanya bagi siswa, tetapi juga bagi para profesor. AI merupakan bidang pembelajaran yang masih sangat baru.”
Ketika ditanya mengenai rencananya setelah kembali ke Indonesia, Badri membagikan poin penting yang dipetiknya. “China sudah menjadi salah satu negara terdepan dalam bidang teknologi dan sains. Saya akan menyampaikan kepada para mahasiswa dan pimpinan perguruan tinggi bahwa kita perlu belajar lebih banyak dari China, bukan hanya mengenai teknologi AI, tetapi juga semangat yang kuat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.”

Menurut Badri, kerja sama AI antara China dan ASEAN bukan sekadar ekspor teknologi satu arah, melainkan hubungan yang saling melengkapi dalam hal sumber daya, pasar, dan teknologi. China memiliki keunggulan dalam kapasitas komputasi, algoritma, serta sumber daya kurikulum digital, sementara ASEAN memiliki sumber daya alam yang beragam dan populasi pemuda yang besar. Integrasi berbagai keunggulan tersebut akan membangun model pengembangan AI regional yang inklusif, sehingga AI menjadi jembatan yang menghubungkan China dan negara-negara ASEAN. []


Penulis : Desty Efriyani


Editor : Heri Suroyo


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Komunitas Pemuda China-ASEAN 2026 Ruang Dialog Diplomat Indonesia
Ledakan di Restoran Moskow, 3 Tewas dan 21 Luka-luka
Trump Tunda Serangan, Katanya Permintaan Iran?
Inspiratif: Pabrik Tua Jadi Cuan
KKN Transformatif UIN RIL Dilepas, Ikut Membenahi Bandar Lampung
Pabowo Bisa Jadi Juru Damai di Semenanjung Korea
Bandarlampung Segera Perbaiki Infrastruktur Jalan
Tahta Rona Yakub Ketua  DPD APPSI Lampung Utara

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 14:36 WIB

Indonesia Usulkan Belajar AI ke Negeri China

Minggu, 2 Agustus 2026 - 14:30 WIB

Komunitas Pemuda China-ASEAN 2026 Ruang Dialog Diplomat Indonesia

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:47 WIB

Ledakan di Restoran Moskow, 3 Tewas dan 21 Luka-luka

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:29 WIB

Trump Tunda Serangan, Katanya Permintaan Iran?

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:19 WIB

Inspiratif: Pabrik Tua Jadi Cuan

Berita Terbaru


Badri Munir Sukoco (depan, kedua dari kiri), sekretaris jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (RI), dan para pejabat serta hadirin lainnya berfoto bersama dalam Pekan Kerja Sama Pendidikan China-ASEAN (China-ASEAN Education Cooperation Week) 2026 di Guiyang, ibu kota Provinsi Guizhou, China barat daya. (Xin)

#indonesiaswasembada

Indonesia Usulkan Belajar AI ke Negeri China

Minggu, 2 Agu 2026 - 14:36 WIB

#indonesiaswasembada

Komunitas Pemuda China-ASEAN 2026 Ruang Dialog Diplomat Indonesia

Minggu, 2 Agu 2026 - 14:30 WIB

Bom Moscow 3 Tewas [Ins]

#indonesiaswasembada

Ledakan di Restoran Moskow, 3 Tewas dan 21 Luka-luka

Minggu, 2 Agu 2026 - 13:47 WIB

Trump Hentikan Serangan

#indonesiaswasembada

Trump Tunda Serangan, Katanya Permintaan Iran?

Minggu, 2 Agu 2026 - 13:29 WIB

Pabrik Tua Jadi Pusat Kesejahteraan

#indonesiaswasembada

Inspiratif: Pabrik Tua Jadi Cuan

Minggu, 2 Agu 2026 - 13:19 WIB