Indonesia Kawal Stabilitas Timur Tengah dan Ekonomi Global

Kamis, 25 Juni 2026 | 14:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAVE Laksono, menyambut positif rencana perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang tengah bergulir [Hs]

DAVE Laksono, menyambut positif rencana perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang tengah bergulir [Hs]

JAKARTA — Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Dave Laksono, menyambut positif rencana perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang tengah bergulir. Menurutnya, stabilitas kawasan Timur Tengah menjadi faktor penting bagi pemulihan ekonomi global, termasuk bagi Indonesia yang selama beberapa pekan terakhir terdampak gejolak harga energi dan ketidakpastian pasar keuangan.

Dave menilai penghentian serangan yang diumumkan Presiden AS Donald Trump menjadi sinyal positif bagi upaya meredakan konflik yang berpotensi mengguncang perekonomian dunia.

“Kalau kita melihat kondisi ekonomi beberapa waktu terakhir, dampak konflik memang langsung terasa. Nilai tukar dolar masih tinggi, pasar saham belum sepenuhnya pulih, tetapi harga minyak sudah mulai turun dan berada di bawah 70 dolar AS per barel,” kata Dave dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertema “Rencana Damai AS-Iran dan Dampaknya terhadap Negara Asia Termasuk Indonesia” di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Ia berharap penurunan harga minyak dapat diikuti dengan perbaikan indikator ekonomi lainnya, termasuk stabilitas nilai tukar rupiah dan penguatan pasar modal domestik. Namun, menurutnya, kondisi tersebut juga harus didukung kebijakan fiskal dan ekonomi dalam negeri yang tepat agar momentum pemulihan dapat dimanfaatkan secara optimal.

Baca Juga:  Suara F-PKB tuk Kapolri Baru; Layani beri Kepastian

Dave menegaskan bahwa keberlanjutan proses damai sangat bergantung pada komitmen seluruh pihak yang terlibat, terutama Amerika Serikat, Iran, dan Israel. Ia mengingatkan agar tidak ada tindakan militer lanjutan yang berpotensi memicu eskalasi baru di kawasan.

“Kita tentu berharap seluruh pihak memegang komitmennya. Jangan sampai ada tindakan yang justru memicu ketegangan baru dan mengguncang stabilitas dunia,” ujarnya.

Menurut Dave, stabilitas Timur Tengah memiliki pengaruh langsung terhadap jalur perdagangan internasional dan keamanan pasokan energi global. Karena itu, Indonesia perlu terus mendukung setiap upaya diplomasi yang mengarah pada penyelesaian konflik secara damai.

Ia menekankan bahwa politik luar negeri bebas aktif yang dianut Indonesia memberikan ruang bagi pemerintah untuk berkomunikasi dengan seluruh pihak sekaligus mendorong terciptanya perdamaian tanpa berpihak pada blok tertentu.

“Indonesia harus terus menyokong perdamaian. Kita memiliki posisi yang baik untuk berkomunikasi dengan semua pihak dan mendorong terciptanya kesepakatan yang dapat menjaga stabilitas kawasan,” katanya.

Baca Juga:  Sufmi Dasco : RUU Ketenagakerjaan Selesai Bulan Oktober

Lebih lanjut, Dave menilai Indonesia dapat memainkan peran yang lebih aktif melalui berbagai forum internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), guna memastikan proses perdamaian berjalan berkelanjutan dan menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat yang terdampak konflik.

Selain menghentikan kekerasan, ia menilai perhatian dunia juga perlu diarahkan pada agenda rekonstruksi dan pembangunan pascakonflik di sejumlah wilayah yang terdampak, seperti Gaza dan Lebanon. Upaya tersebut dinilai penting untuk menciptakan stabilitas jangka panjang serta membuka kembali peluang pertumbuhan ekonomi di kawasan.

“Perdamaian harus diikuti dengan pembangunan kembali wilayah yang terdampak konflik. Dengan begitu, masyarakat bisa kembali menjalankan aktivitas ekonomi dan kehidupan sosial secara normal,” ujar Dave.

Ia optimistis, apabila proses damai dapat dijaga secara konsisten oleh seluruh pihak, maka stabilitas kawasan Timur Tengah akan memberikan dampak positif bagi perdagangan global, harga energi, serta prospek pertumbuhan ekonomi negara-negara Asia, termasuk Indonesia.[]


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Desty Efriyani


Sumber Berita : DPR RI

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi
Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar
Tim Media Gubernur dan Dugaan Pembatasan Peliputan, Semua Tahan Diri
Beda TMT, Beda Waktu Gaji PPPK Paruh Waktu, BKD Lampung Selatan Pastikan SK Perpanjangan Segera Terbit
Tinggal 20 Penyintas Penyerangan Jepang ke Nanjing
Mesir Kirim 2.600 Ton Bantuan ke Gaza
Senator AS Curigai Pentagon Soal Perang Iran
Lampung Kawal Percepatan Pengembangan PLTP Rajabasa
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Tim Media Gubernur dan Dugaan Pembatasan Peliputan, Semua Tahan Diri

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:22 WIB

Beda TMT, Beda Waktu Gaji PPPK Paruh Waktu, BKD Lampung Selatan Pastikan SK Perpanjangan Segera Terbit

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:47 WIB

Tinggal 20 Penyintas Penyerangan Jepang ke Nanjing

Berita Terbaru

Berita Utama

Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi

Kamis, 8 Okt 2026 - 14:09 WIB

Berita Utama

Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar

Kamis, 8 Okt 2026 - 14:06 WIB

Berita Utama

Tinggal 20 Penyintas Penyerangan Jepang ke Nanjing

Kamis, 8 Okt 2026 - 06:47 WIB