Ibas Ajak Organisasi Kepemudaan Bersatu, Kreatif dan Aktif Bangun Bangsa

Senin, 2 Maret 2026 | 18:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PONOROGO— Generasi muda harus menjadi kekuatan pemersatu bangsa sekaligus motor perubahan sosial yang aktif dan kreatif. Pesan tersebut disampaikan Edhie Baskoro Yudhoyono, Wakil Ketua MPR RI saat menghadiri audiensi bersama organisasi kepemudaan Nasionalis – Islam dalam rangkaian Reses Ramadan Religi, Menguatkan Negeri, Sabtu (28/02), dengan tema Bersatu, Aktif, dan Kreatif untuk Bangsa.

Dalam forum yang dihadiri kader PMII, HMI, GMNI, IMM, IPNU, IPPNU, GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah, hingga perwakilan BEM kampus Islam, Edhie Baskoro Ketua Fraksi Partai Demokrat menegaskan bahwa perbedaan latar belakang organisasi tidak boleh menjadi penghalang persatuan generasi muda.

“Kita boleh berbeda organisasi, berbeda warna, bahkan berbeda cara pandang. Tetapi tujuan kita tetap satu, yaitu Indonesia yang lebih maju, aman, adil, demokratis, dan sejahtera,” ujar Anggota DPR RI Dapil Jawa Timur VII dari Fraksi Partai Demokrat tersebut.

Menurut Dr. Edhie Baskoro Yudhoyono, Lulusan S3 IPB University itu, bonus demografi Indonesia menjadi peluang besar yang hanya dapat berhasil apabila generasi muda mampu mempersiapkan diri dengan karakter kuat, literasi yang baik, serta semangat kolaborasi lintas organisasi.

“Muda adalah anugerah sekaligus tanggung jawab. Jangan sampai bonus demografi justru menjadi masalah jika generasi mudanya tidak siap dan kehilangan arah,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya pemanfaatan teknologi secara bijak di tengah era digital yang berkembang sangat cepat. Teknologi, menurutnya, harus menjadi sarana peningkatan kapasitas diri, bukan ruang penyebaran informasi negatif maupun konflik sosial.

“Gunakan teknologi untuk belajar, mencari data yang benar, dan membangun gagasan positif. Kepintaran teknologi harus tetap diimbangi moral dan etika,” tegas Edhie Baskoro.

“Negeri runtuh bukan karena musuh besar, tetapi karena anak mudanya kehilangan arah. Karakter adalah benteng bangsa,” katanya.

Baca Juga:  Al-Masirah: Arab Saudi Hantam Yaman Barat

Sebagai solusi, Ibas mendorong empat langkah strategis bagi pemuda:

1. Memperkuat literasi digital, politik, dan kebangsaan.

2. Membangun kolaborasi lintas organisasi.

3. Mengutamakan aksi nyata, bukan sekadar diskusi.

4. Merawat dialog dan menolak provokasi.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menawarkan sejumlah program kawalan bersama, antara lain:

• Gerakan Pemuda Kawal Konstitusi, melalui sosialisasi Empat Pilar MPR RI dan diskusi kampus.

• Ramadan Berbagi, Negeri Peduli, aksi sosial lintas organisasi kepemudaan.

• Forum rutin pemuda untuk mengawal kebijakan publik dan memberikan rekomendasi tertulis kepada DPR dan MPR.

• Inkubasi ekonomi kreatif kader untuk mendorong kemandirian ekonomi pemuda.

Ibas juga menegaskan pentingnya implementasi nilai Pancasila dalam tindakan nyata.

“Pancasila bukan slogan, tetapi tindakan. NKRI harga mati bukan teriakan, tetapi komitmen,” ujarnya.

Menutup pertemuan, Ibas mengajak seluruh pemuda untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat iman sekaligus merawat persatuan.

“Agama memberi cahaya. Kebangsaan memberi arah. Bersatu dalam visi. Aktif dalam aksi. Kreatif dalam solusi. Kita bukan generasi rebahan. Kita generasi perubahan,” tutupnya.

Pertemuan berlangsung dinamis dan penuh semangat kebangsaan, menandai komitmen bersama pemuda lintas organisasi untuk terus bersatu, bergerak, dan memberi dampak nyata bagi umat, rakyat, dan Indonesia.

Dalam sesi dialog terbuka, peserta turut menyampaikan aspirasi dan pertanyaan secara langsung. Irfan dari IPNU Ngawi menanyakan bagaimana generasi muda dapat menemukan sosok panutan yang tepat agar tidak salah arah dalam menentukan langkah perjuangan. Menanggapi hal tersebut, Edhie Baskoro menekankan bahwa tidak ada figur manusia yang sempurna sehingga generasi muda tetap harus menjadikan nilai etika dan adab sebagai fondasi utama.

Baca Juga:  KPK Panggil Nusron Sebagai Saksi Kasus Korupsi HGB Bogor

“Tidak ada pemimpin yang luput dari kesalahan. Menjadikan seseorang sebagai teladan itu baik, tetapi tetap harus dibarengi sikap kritis, menjaga etika, serta berpegang pada aturan dan nilai yang benar,” ungkapnya.

Aspirasi lain disampaikan Irandi dari IBNU Magetan yang menyoroti peran organisasi kepemudaan dalam mendukung sekaligus menyinergikan kebijakan pemerintah daerah agar mampu melibatkan lebih banyak anak muda lokal. Menurut Edhie Baskoro, organisasi kepemudaan perlu terus menunjukkan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

“Jangan berkecil hati jika merasa dikotakkan. Terus konsisten melakukan kegiatan yang berdampak. Ketika organisasi hadir memberi manfaat nyata, masyarakat akan melihat sendiri kontribusinya,” ujarnya.

Wakil Ketua Dewan Penasihat KADIN tersebut juga mendorong generasi muda untuk tidak berhenti pada diskusi semata, melainkan mampu menerjemahkan gagasan menjadi aksi konkret di masyarakat.

“Anak muda sering kuat dalam ide dan diskusi, tetapi tantangannya ada pada eksekusi. Kombinasikan gagasan dengan gerakan nyata agar perubahan benar-benar terasa,” tambahnya.

Ia turut mengajak seluruh organisasi kepemudaan memperkuat ruang dialog demokratis serta menjaga persaingan secara sehat tanpa provokasi maupun konflik antar kelompok.

“Kita boleh berkompetisi, tetapi tetap menjunjung sportivitas. Jangan saling menjatuhkan. Bangsa ini justru membutuhkan kolaborasi anak mudanya,” katanya.

Kegiatan audiensi berlangsung hangat dan dialogis serta dihadiri juga oleh Anggota DPRD Ponorogo Elvis Wibisono bersama para Ketua Cabang organisasi kepemudaan.

Melalui forum tersebut, Edhie Baskoro berharap sinergi antara negara dan generasi muda semakin kuat dalam membangun kepemimpinan masa depan yang berintegritas, berdaya saing, serta mampu membawa Indonesia menuju kemajuan yang berkeadilan.(*)


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Desty


Sumber Berita : MPR RI

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Mentrans RI Jajaki Kerja Sama di Chongqing, Tiongkok
Presiden Mesir Dukung Keamanan Arab Saudi
Permata Gelar Istighosah Di Kasui
Pemukim Israel Serang Diplomat Eropa di Tepi Barat
IRGC Iran: Supertanker Kedua Meledak Usai Hantam Ranjau Laut
Jakarta Game On 2026 Dorong Eekosistem Game dan Ekonomi Kreatif
Kapolres Mesuji Gelar Subuh Keliling Serap Aspirasi Masyarakat
APINDO Diharap Perkuat Ekosistem Usaha dan Pemberdayaan UMKM
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:38 WIB

Mentrans RI Jajaki Kerja Sama di Chongqing, Tiongkok

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:32 WIB

Presiden Mesir Dukung Keamanan Arab Saudi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:04 WIB

Permata Gelar Istighosah Di Kasui

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:28 WIB

Pemukim Israel Serang Diplomat Eropa di Tepi Barat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:22 WIB

IRGC Iran: Supertanker Kedua Meledak Usai Hantam Ranjau Laut

Berita Terbaru

Foto yang diabadikan pada 14 Oktober 2026 ini menunjukkan Menteri Transmigrasi Republik Indonesia Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mempelajari pertanian cerdas dalam kunjungannya di Chongqing, Tiongkok barat daya. (Xinhua)

Berita Utama

Mentrans RI Jajaki Kerja Sama di Chongqing, Tiongkok

Minggu, 18 Okt 2026 - 17:38 WIB

Foto yang bersumber dari Pusat Media Houthi ini memperlihatkan peluncuran rudal yang diduga mengarah ke Mocha di Yaman, pada 9 Agustus 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Presiden Mesir Dukung Keamanan Arab Saudi

Minggu, 18 Okt 2026 - 14:32 WIB

Berita Utama

Permata Gelar Istighosah Di Kasui

Minggu, 18 Okt 2026 - 14:04 WIB

Para petani Palestina terlihat di sebuah pos pemeriksaan militer Israel setelah pasukan tersebut mencegah mereka memanen zaitun di lahan mereka, di Desa Salem, sebelah timur Nablus, di Tepi Barat, pada 17 Oktober 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Pemukim Israel Serang Diplomat Eropa di Tepi Barat

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:28 WIB

Foto yang diabadikan menggunakan ponsel ini memperlihatkan kapal-kapal niaga yang terdampar di perairan Selat Hormuz di dekat Khasab, sebuah kota kecil di Oman utara, pada 29 Mei 2026. (Xinhua)

Berita Utama

IRGC Iran: Supertanker Kedua Meledak Usai Hantam Ranjau Laut

Minggu, 18 Okt 2026 - 08:22 WIB