Hormuz Tetap Ditutup Jika AS tak Terima Syarat Iran

Kamis, 27 Agustus 2026 | 11:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto yang diabadikan menggunakan telepon seluler ini memperlihatkan kapal-kapal dagang yang terjebak di perairan Selat Hormuz, dekat Khasab, sebuah kota kecil di Oman utara, pada 29 Mei 2026. (Xin)

Foto yang diabadikan menggunakan telepon seluler ini memperlihatkan kapal-kapal dagang yang terjebak di perairan Selat Hormuz, dekat Khasab, sebuah kota kecil di Oman utara, pada 29 Mei 2026. (Xin)

TEHERAN-Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada Rabu (26/8) menyatakan bahwa Selat Hormuz tidak akan dibuka jika Amerika Serikat (AS) tidak menerima persyaratan yang diajukan Iran, demikian menurut outlet berita resmi IRGC, Sepah News.

Hossein Mohebbi, juru bicara IRGC, mengatakan kepada awak media bahwa jalur perairan strategis tersebut tetap berada di bawah kendali Iran dan tidak ada kapal yang dapat melintasinya tanpa izin dari Iran.

“Semua kapal perang musuh berada setidaknya 400 kilometer dari Selat Hormuz, dan dari sudut pandang militer serta teritorial, tidak ada kapal yang dapat melintasi jalur perairan ini tanpa izin dan pengelolaan dari Iran,” ujar Mohebbi. Dia menambahkan bahwa bahkan rute di dekat Oman sepenuhnya berada di bawah kendali Iran, seraya menegaskan bahwa Selat Hormuz merupakan wilayah Iran dan Oman.

Lebih lanjut dia mengatakan Iran dan Oman telah mencapai kesepakatan mengenai bagian masing-masing dari selat itu dan pendapatannya setelah negosiasi. Mohebbi menyalahkan “tindakan menghambat” AS yang menunda proses negosiasi, seraya menyebutkan bahwa jika Washington kembali ke nota kesepahaman (MoU) perdamaian yang ditandatanganinya dengan Iran pada Juni, “kami dapat membuka Selat Hormuz dalam kerangka kerja yang telah disepakati.”

Baca Juga:  Dirut PT BTB Charles Giroth: Semangat Kemerdekaan, Jaga Integritas

“Oleh karena itu, AS harus menerima persyaratan kami. Jika AS tidak menerima persyaratan kami, Selat Hormuz tidak akan dibuka dalam keadaan apa pun,” tambahnya.

Iran memperketat kendalinya atas Selat Hormuz pada 28 Februari, dengan melarang pelayaran kapal-kapal milik atau yang berafiliasi dengan Israel dan AS menyusul serangan gabungan kedua negara tersebut terhadap wilayah Iran. Pada 18 Juni, AS dan Iran menandatangani MoU mengenai penghentian perang di semua front di kawasan tersebut, termasuk Lebanon. Berdasarkan MoU itu, kedua pihak dijadwalkan mengadakan negosiasi dalam jangka waktu 60 hari, yang berakhir pada 17 Agustus, untuk mencapai kesepakatan final. Namun, nasib perundingan tersebut masih belum jelas menyusul eskalasi antara kedua negara pada bulan lalu.

Baca Juga:  Dua Kapal Tanker UEA Diserang saat Melintasi Selat Hormuz

Dalam pernyataan bersama pada Selasa (25/8) malam waktu setempat, Iran dan Oman mengumumkan bahwa keduanya telah membahas kerangka kerja bertahap yang mencakup pembentukan koridor pelayaran bersama sementara di Selat Hormuz serta kesepakatan untuk melaksanakan proyek pembersihan ranjau bersama.

Pernyataan itu menyebutkan bahwa negosiasi teknis akan terus berlanjut guna mewujudkan koridor pelayaran permanen dan pengaturan jalur perairan itu di masa depan, termasuk pertukaran informasi, pengelolaan lalu lintas, serta layanan navigasi dan keamanan terkait. []


Penulis : Romy Agus


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Menko Polkam Jamin Keamanan Massa Saat Demo Di Gedung DPR Hari ini
Presiden Iran: Sia-Sia Tekanan Ekonomi AS
Massa Aksi Demo Mulai memadati Di Depan Gedung DPR
Polres Mesuji dan Kodim 0426 TB Padamkan Kebakaran Lahan di 5 Titik Api
Kasus Penundaan Transaksi Rekening Botok; Jangan Balik Logika Hukum
OMC Dilakukan Guna Tekan Karhutla
Marindo Minta BumDes jadi Rantai Eksport
Seminar Pola Asuh Anak di Era Digital di Way Lunik

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:01 WIB

Menko Polkam Jamin Keamanan Massa Saat Demo Di Gedung DPR Hari ini

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:57 WIB

Presiden Iran: Sia-Sia Tekanan Ekonomi AS

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:36 WIB

Hormuz Tetap Ditutup Jika AS tak Terima Syarat Iran

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:41 WIB

Massa Aksi Demo Mulai memadati Di Depan Gedung DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Polres Mesuji dan Kodim 0426 TB Padamkan Kebakaran Lahan di 5 Titik Api

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Menko Polkam Jamin Keamanan Massa Saat Demo Di Gedung DPR Hari ini

Kamis, 27 Agu 2026 - 12:01 WIB

Presiden Iran Masoud Pezeshkian berbicara saat berkunjung ke kantor pusat Perhimpunan Bulan Sabit Merah Iran (IRCS) di Teheran, Iran, pada 15 April 2026. (Xinhua]

#indonesiaswasembada

Presiden Iran: Sia-Sia Tekanan Ekonomi AS

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:57 WIB

Foto yang diabadikan menggunakan telepon seluler ini memperlihatkan kapal-kapal dagang yang terjebak di perairan Selat Hormuz, dekat Khasab, sebuah kota kecil di Oman utara, pada 29 Mei 2026. (Xin)

#indonesiaswasembada

Hormuz Tetap Ditutup Jika AS tak Terima Syarat Iran

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:36 WIB

#indonesiaswasembada

Massa Aksi Demo Mulai memadati Di Depan Gedung DPR

Kamis, 27 Agu 2026 - 10:41 WIB

#indonesiaswasembada

Polres Mesuji dan Kodim 0426 TB Padamkan Kebakaran Lahan di 5 Titik Api

Kamis, 27 Agu 2026 - 09:03 WIB