HNW Kembali Usulkan Tanggal 3 April sebagai Hari NKRI

Jumat, 4 April 2025 | 20:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI Dr. H. M Hidayat Nur Wahid, MA mengusulkan kepada Presiden Prabowo Subianto agar menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) yang menetapkan tanggal 3 April sebagai Hari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai peringatan dan penghormatan terhadap hadirnya kembali NKRI melalui mosi integral yang disampaikan oleh Mohammad Natsir di Parlemen RIS, pada 3 April 1950.

HNW sapaan akrabnya mengatakan bahwa mosi integral yang disampaikan oleh M Natsir sebagai Ketua Fraksi Partai Islam Masyumi ketika itu merupakan tonggak bersejarah yang sangat penting, karena selain menyatukan kembali Indonesia, setelah sebelumnya dipecah belah oleh Belanda dengan pembentukan Republik Indonesia Serikat (RIS), itu juga sesuai dengan cita-cita dan kesepakatan founding fathers (pendiri bangsa) pada 18 Agustus 1945 sebagaimana kesepakatan yang termaktub dalam Bab 1 Pasal 1 ayat (1) UUD 1945 bahwa negara Indonesia yang didirikan bukan Republik berbentuk serikat, melainkan negara kesatuan. Apalagi, hal itu diperkuat pada masa reformasi dan amandemen konstitusi, bahwa NKRI merupakan ketentuan yang tidak bisa dilakukan perubahan (unamandable provision) sebagaimana disebutkan dalam Pasal 37 ayat (5) UUD 1945.

Oleh karenanya, HNW menegaskan bahwa Fakta Sejarah tersebut perlu dihargai, diperingati dan tidak dilupakan, agar persatuan dan kesatuan bangsa bisa tetap terus dijaga dan dikuatkan, agar dapat mengatasi berbagai macam ancaman perpecahan dan disintegrasi bangsa dan negara.

“Selama ini sudah ada Hari Nasional seperti Hari Pancasila pada 1 Juni dan Hari Konstitusi pada 18 Agustus dan lain-lain, sebagai pilar-pilar penting kehidupan berbangsa dan bernegara. Maka penting Presiden Prabowo di awal masa pemerintahannya bisa menetapkan hari NKRI pada 3 April. Apalagi dahulu Partai Sosialis Indonesia (PSI) yang didirikan/dipimpin oleh Sumitro Djojohadikusumo, yang adalah Ayah dari Presiden Prabowo, juga termasuk Partai yang secara aklamasi mendukung mosi Integral Natsir itu,” ujarnya melalui siaran pers di Jakarta, Kamis (3/4).

Baca Juga:  Menlu ASEAN Khawatirkan Hormuz dan Penipuan Daring

HNW mengatakan usulan ini sebenarnya telah disampaikan sebelumnya kepada Presiden Joko Widodo sebagai legacy di akhir masa jabatannya, tetapi ternyata Jokowi tidak mengambil momentum tersebut. Oleh karenanya, Presiden Prabowo dapat mengambil langkah mensejarah di awal pemerintahannya, apalagi Beliau memang kerap meng-gaungkan keharusan persatuan nasional dengan melibatkan seluruh komponen bangsa dalam pembangunan.

“Dengan ditetapkan Hari NKRI pada tanggal 3 April ini, maka semakin memperkuat komitmen pemerintahan Prabowo menjaga NKRI dengan mengedepankan persatuan dan kesatuan seluruh komponen bangsa, termasuk tidak melupakan jasa para Bapak Bangsa yang telah menyelamatkan NKRI,” ujarnya.

Lebih lanjut, HNW mengatakan bahwa mosi integral yang disampaikan oleh Natsir selaku pimpinan Partai Islam Masyumi ini juga menunjukkan bahwa komitmen kelompok Islam di Indonesia terhadap NKRI sangatlah kuat.

“Sehingga, dengan penetapan tanggal 3 April sebagai hari NKRI, semakin menegaskan hal tersebut, sehingga ke depan tidak ada lagi upaya memecah belah kesatuan nasional dengan adu domba kelompok Islam dengan kelompok nasionalis lainnya karena menuduh umat Islam sebagai anti terhadap NKRI, padahal justru Partai Islam Masyumi melalui Ketuanya M Natsir yang selamatkan NKRI,” tambahnya.

Baca Juga:  Krisis Akibat Kemarau, Kelompok 63 UIN Salurkan Bantuan Air

“Karena di Indonesia ini, masih ada yang berpaham Islamophobia dan Indonesiaphobia. Islamophobia adalah yang selalu sentimen negatif bahkan bisa antipati dengan Islam dan peran umat Islam dan ingin memisahkan negara dan agama. Sedangkan, Indonesiaphobia adalah sekelompok kecil yang menolak negara Republik Indonesia bahkan mengkafirkan Indonesia karena dinilai tidak sesuai syariat Islam. Keduanya tertolak dengan hadirnya mosi integral M Natsir yang fenomenal itu,” jelasnya.

HNW mengatakan bahwa langkah yang dilakukan oleh M Natsir tersebut membuktikan bahwa beragama (Islam) dan memperjuangkan cita-cita nasional Indonesia merdeka menjadi NKRI adalah kesatupaduan dan bukan dua hal yang bertentangan.

“Maka semoga dengan ditetapkannya tanggal 3 April, saat dahulu Mosi Integral Natsir disampaikan dan disepakati, ditetapkan Presiden Prabowo sebagai Hari NKRI, hal ini juga dapat mempertegas komitmen tersebut, sekaligus memberi pesan kepada dunia internasional, termasuk bangsa yang sedang melawan penjajahan seperti di Palestina untuk tetap mengikuti langkah para pahlawan bangsa, dan bahwa menjaga komitmen keagamaan dan kebangsaannya secara bersama-sama tetap diperlukan dan bisa dilakukan dan itu membawa hadirnya kemaslahatan terealisasinya cita-cita kemerdekaan Bangsa,” pungkasnya..(*)


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Rudi


Sumber Berita : Jakarta, MPR RI

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Ikhtiar Lampung Timur Memanusiakan Siswa Lewat Sekolah Rakyat
Pameran GIIAS 2026, Chery Catat Pemesanan 3500 Unit
Sejak 2023, 260 Jurnalis Tewas di Tangan Israel
Keselamatan Sekolah Prioritas Thailand Pasca Penembakan Massal
Marindo Ikuti Pembelajaran Transformasi Digital Nasional 
Proyek Kerja Sama Yunnan-Bali Masuki Tahap Baru
TAPM Lampura Klarifikasi Dugaan Pungli Pendamping Desa, Laporan Lima Oknum Sudah di Meja Kepala BPSDM
DPR Dukung Kebijakan Kemensos Tangguhkan Bansos Bagi Keluarga Terindikasi Judol

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 01:00 WIB

Ikhtiar Lampung Timur Memanusiakan Siswa Lewat Sekolah Rakyat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 00:53 WIB

Pameran GIIAS 2026, Chery Catat Pemesanan 3500 Unit

Kamis, 13 Agustus 2026 - 21:42 WIB

Sejak 2023, 260 Jurnalis Tewas di Tangan Israel

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:44 WIB

Keselamatan Sekolah Prioritas Thailand Pasca Penembakan Massal

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:32 WIB

Marindo Ikuti Pembelajaran Transformasi Digital Nasional 

Berita Terbaru

Sekolah Rakyat Lampung Timur [Ris]

#indonesiaswasembada

Ikhtiar Lampung Timur Memanusiakan Siswa Lewat Sekolah Rakyat

Jumat, 14 Agu 2026 - 01:00 WIB

Para pengunjung mengamati mobil Chery Q dalam pameran GIIAS 2026 yang digelar di Tangerang, Provinsi Banten, pada 30 Juli hingga 9 Agustus 2026.[cherry]

#indonesiaswasembada

Pameran GIIAS 2026, Chery Catat Pemesanan 3500 Unit

Jumat, 14 Agu 2026 - 00:53 WIB

Jurnalis Palestina Saleh Aljafarani Tewas Saat Meliput di Gaza [xin]

#indonesiaswasembada

Sejak 2023, 260 Jurnalis Tewas di Tangan Israel

Kamis, 13 Agu 2026 - 21:42 WIB

ILustrasi Penembakan di Sekolah Thailand

#indonesiaswasembada

Keselamatan Sekolah Prioritas Thailand Pasca Penembakan Massal

Kamis, 13 Agu 2026 - 20:44 WIB

Transpormasi Digital Perkuat Ekonomi Digital Lampung

#indonesiaswasembada

Marindo Ikuti Pembelajaran Transformasi Digital Nasional 

Kamis, 13 Agu 2026 - 20:32 WIB