HNW Apresiasi Upaya Mahasiswa Gaungkan Anti Kekerasan

Rabu, 29 Maret 2023 | 20:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Heri Suroyo

JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI Dr. H.M. Hidayat Nur Wahid, Lc, MA menerima kunjungan delegasi pengurus Forum Mahasiswa Kedinasan Indonesia (FMKI) yang dipimpin Ketua Umum FMKI Zafira Naja Sakina, di Ruang Rapat Pimpinan MPR, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (29/3).

Dalam dialog dengan para mahasiswa pengurus pusat FMKI tersebut, Pimpinan MPR dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mendengarkan semua keluh kesah, uneg-uneg dan pertanyaan seputar permasalahan bangsa, salah satunya soal fenomena kekerasan yang masih saja terjadi di berbagai perguruan tinggi kedinasan Indonesia.

Mewakili pengurus, Kepala Bidang Sosial Politik FMKI Ihza Maulana Ruhiya dan Ketua Tim Khusus Anti Kekerasan FMKI Reynaldi Saragih menyampaikan beberapa hal terkait kekerasan di lingkup perguruan tinggi kedinasan di Indonesia, yang hingga kini masih terjadi. Dari pengamatan FMKI, kekerasan sudah terjadi dalam kurun waktu 2 tahun belakangan ini, yang terakhir kejadian di tahun 2023 yang dialami seorang taruna Poltekpel Surabaya, yang menyebabkan korban meninggal dunia.

“Itulah, yang saat ini menjadi salah satu concern kami dalam membenahi, menanggulangi dan memitigasi kekerasan yang terjadi. Berbagai upaya kami lakukan termasuk menggaungkan anti kekerasan di lingkup perguruan tinggi kedinasan secara massif. Dan, kami akan terus berkomitmen menggaungkannya terus,” ujar Ihza.

Diuungkapkan Ihza, untuk meminimalisir bahkan menghilangkan aksi kekerasan tersebut di masa depan, FMKI mengusulkan perlunya dibuat regulasi yang tegas tentang kekerasan secara general, baik kekerasan fisik non fisik dan seksual di lingkup perguruan tinggi kedinasan.

Baca Juga:  Menko Pangan Zulhas Pastikan Bantuan Beras untuk 33,2 Juta KPM Berlanjut hingga Akhir 2026, Termasuk 182.398 KPM Lampung Selatan

“Untuk kekerasan seksual sudah ada regulaisnya, yang belum regulasi untuk kekerasan fisik dan non fisik,” tambahnya.

Merespon kegelisahan mahasiswa tersebut, HNW menyampaikan bahwa dalam negara demokrasi seperti di Indonesia, telah disepakati bahwa Indonesia adalah negara hukum seperti yang diamanahkan UUD Pasal 1 ayat (3). Jadi, segala permasalahan memang harus ada regulasinya sehingga penyelesaiannya kemudian menghadirkan keadilan dan rujukan yang bisa dipakai oleh semuanya.

HNW juga mendukung dan menyetujui pendapat mahasiswa soal perlunya regulasi kekerasan yang diperluas, bukan saja hanya kekerasan seksual tapi kekerasan fisik dan non fisik. “Saya setuju harus ada perluasan regulasinya untuk itu,” imbuhnya.

Satu hal yang harus diperhatikan betul oleh Kemendikbud sebagai pihak yang mengelola pendidikan nasional, sebelum regulasi dibentuk sebagai salah satu cara untuk mengatasi kekerasan di lembaga pendidikan, HNW mengungkapkan perlunya terlebih dahulu ditumbuh kembangkannya iklim sekolah maupun kampus yang menghadirkan suasana yang demokratis, guyub, rukun, bersaudara dan saling menghormati. Sehingga dengan demikian, tidak ada ruang untuk mengedepankan kekerasan sebagai sebuah solusi. “Kalau hal ini terbangun, maka munculnya regulasi akan membantu menghadirkan suatu solusi yang mudah untuk dilaksanakan,” pungkasnya.

Kepada para mahasiswa perguruan tinggi kedinasan yang tergabung dalam FMKI tersebut, HNW juga menyampaikan apresiasinya atas kepedulian mereka menghadirkan solusi terhadap permasalahan yang ada di seputar mereka.

Baca Juga:  'Kasih Tanpa Batas': Pesan Pdt Daniel di Film Ageman

“Begitulah seharusnya sikap dan perilaku kalian sebagai generasi Z atau generasi milenilas, yang kerap diframing sebagai kelompok yang anti sosial, tidak mau repot hanya mau di zona nyamannya saja, maunya instan. Apa yang kalian lakukan itu, adalah bukti nyata bahwa framing negatif itu tidak benar,” ujar Wakil Ketua Majelis Syura PKS ini.

Ditambahkan HNW, upaya untuk menghilangkan kekerasan di lingkup perguruan tinggi kedinasan itu akan menciptakan framing positif bahwa FMKI sebagai generasi milenials adalah kelompok yang sangat menerima perbedaan. Artinya, secara prinsip kelompok yang bisa berlaku bijak, berlaku sabar, toleran dan menerima perbedaan.

Dalam kesempatan itu, anggota Komisi VIII DPR RI FPKS ini juga mengupas tentang FMKI sebagai organisasi kemahasiswaan. “Keaktifan di organisasi kemahasiswaan sangat dipentingkan. Organisasi adalah salah satu pintu besar untuk mengokohkan jati diri mahasiswa yang peduli dan bervisi besar, untuk kemudian menghadirkan solusi terhadap permasalahan yang terjadi di lingkungan masing-masing,” tegasnya.

Ditegaskan HNW, jika hal itu terus dijaga dan dikembangkan, maka akan menjadi satu kemampuan untuk mengatasi masalah di lingkungan yang lebih besar lagi. “Karenanya, pertemuan kita kali ini, adalah salah satu langkah menuju kepada skala yang lebih luas yaitu membawa soal regulasi kekerasan yang cakupannya lebih luas lagi secara nasional melalui lembaga formal yakni parlemen, untuk membuat regulasi. Jadi, orientasinya bagaimana menyelesaikan masalah bukan dengan masalah,” tandasnya. ##

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Forum Bisnis BRICS 2026 Digelar di New Delhi
Xi Jinping dan Prabowo Hadiri KTT BRICS
35 Tewas dan 54 Hilang akibat Kebakaran Kapal di Filipina
Sekolah Berwawasan Lingkungan, DLH Lampung Target 160 SMA/SMK/MA Raih Adiwiyata
Trump Takut Kalah Saing di Antariksa, Paksa Perusahaan AS Tarik Diri dari KTT Paris
PP JMSI Tegaskan Akun Medsos Resmi Media Bagian Aktivitas Jurnalistik
Dari Bishkek hingga New Delhi, Xi Jinping Dorong Kerja Sama Global South
IRGC Iran Sebut Hantam Drone Laut AS di Selat Hormuz

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 21:23 WIB

Forum Bisnis BRICS 2026 Digelar di New Delhi

Sabtu, 12 September 2026 - 21:03 WIB

Xi Jinping dan Prabowo Hadiri KTT BRICS

Sabtu, 12 September 2026 - 20:53 WIB

35 Tewas dan 54 Hilang akibat Kebakaran Kapal di Filipina

Sabtu, 12 September 2026 - 11:17 WIB

Sekolah Berwawasan Lingkungan, DLH Lampung Target 160 SMA/SMK/MA Raih Adiwiyata

Sabtu, 12 September 2026 - 04:19 WIB

Trump Takut Kalah Saing di Antariksa, Paksa Perusahaan AS Tarik Diri dari KTT Paris

Berita Terbaru

Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar

#indonesiaswasembada

Forum Bisnis BRICS 2026 Digelar di New Delhi

Sabtu, 12 Sep 2026 - 21:23 WIB

Prabowo-Xi Jinping

#indonesiaswasembada

Xi Jinping dan Prabowo Hadiri KTT BRICS

Sabtu, 12 Sep 2026 - 21:03 WIB

Kapal Filipinan yang terbakar [NHK]

#indonesiaswasembada

35 Tewas dan 54 Hilang akibat Kebakaran Kapal di Filipina

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:53 WIB