Heryawan: Data Lapangan Sering Berbeda dengan Laporan Resmi

Kamis, 30 Juli 2026 | 16:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Anggota Komisi II DPR RI, Ahmad Heryawan, menegaskan bahwa masa reses bukan sekadar agenda rutin anggota parlemen, melainkan instrumen penting untuk memastikan kebijakan negara benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, kunjungan langsung ke daerah menjadi ruang bagi anggota DPR untuk menyerap aspirasi, mengevaluasi pelaksanaan program pemerintah, hingga menemukan persoalan yang kerap luput dari laporan resmi.

Berbicara dalam forum Dialektika Demokrasi bertema “Reses Jembatan Aspirasi Rakyat: Pondasi Kebijakan Berkeadilan”, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/7/2026), Ahmad Heryawan atau yang akrab disapa Aher mengatakan, setiap anggota DPR memiliki dua fase utama dalam menjalankan tugas konstitusional, yakni masa persidangan di parlemen dan masa reses di daerah pemilihan.

“Reses menjadi sarana untuk berkomunikasi secara langsung dengan masyarakat, menyerap aspirasi mereka, sekaligus memperjuangkan berbagai persoalan sesuai ruang lingkup tugas komisi masing-masing,” kata Aher.

Ia menjelaskan, aspirasi yang diterima saat reses tidak selalu berkaitan dengan bidang kerja Komisi II DPR. Karena itu, berbagai persoalan yang berada di luar kewenangannya akan diteruskan kepada komisi terkait maupun pemerintah daerah agar tetap mendapat tindak lanjut.

Selain menyerap aspirasi, Aher menilai reses juga menjadi bentuk pertanggungjawaban anggota DPR kepada masyarakat atas kinerja yang telah dilakukan selama masa sidang. Sebagai contoh, ia menyinggung perjuangan Komisi II DPR dalam mengawal penyelesaian pengangkatan Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Baca Juga:  5 Tewas Akibat Serangan Houthi ke Istana Aden

Menurutnya, periode 2025–2026 menjadi salah satu fase pengangkatan ASN terbesar sejak Indonesia merdeka. Karena itu, masyarakat perlu memperoleh penjelasan mengenai perkembangan kebijakan tersebut secara langsung dari wakil rakyat.

“Ini menjadi bagian dari pertanggungjawaban kami kepada masyarakat mengenai apa yang sudah dan sedang diperjuangkan di DPR,” ujarnya.

Verifikasi Program di Lapangan Aher menekankan, manfaat lain dari reses adalah melakukan verifikasi terhadap implementasi berbagai program pemerintah di lapangan. Menurut dia, tidak sedikit program yang secara konsep dinilai baik, tetapi menghadapi kendala saat dijalankan.

Salah satu contoh yang disorot ialah Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Ia menilai program sertifikasi tanah gratis tersebut memberikan manfaat besar bagi masyarakat karena mampu mengurangi biaya pengurusan sertifikat.

Namun, berdasarkan temuan saat reses, pelaksanaan PTSL masih menghadapi berbagai hambatan, mulai dari persoalan administrasi hingga kendala di tingkat pemerintah desa dan proses pengukuran lahan.

“Di atas meja rapat program terlihat berjalan baik, tetapi ketika turun ke lapangan ternyata masih ada berbagai persoalan yang harus segera diselesaikan,” kata Legislator Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu lagi, seraya menambahkan, temuan-temuan seperti itu menjadi bahan penting bagi DPR untuk memperbaiki kebijakan maupun mendorong penyempurnaan pelaksanaan program pemerintah.

Soroti Sampah, Air Bersih, dan Kesehatan Lingkungan

Dalam kesempatan tersebut, mantan Gubernur Jawa Barat itu juga menyoroti masih rendahnya perhatian pemerintah daerah terhadap persoalan pengelolaan sampah dan penyediaan air bersih. Ia menilai isu-isu tersebut sering kali kalah populer dibandingkan program-program yang lebih menarik secara politik, seperti layanan kesehatan atau pendidikan gratis, padahal dampaknya sangat besar terhadap kualitas hidup masyarakat.

Baca Juga:  Hetifah : Keamanan, Kesehatan, dan Masa Depan Anak Harus Jadi Prioritas

“Kesehatan masyarakat lebih banyak ditentukan oleh kualitas lingkungan, terutama tersedianya air bersih dan udara yang sehat,” sebut dia.

Aher mengungkapkan bahwa saat menjabat Gubernur Jawa Barat, pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern telah menjadi salah satu prioritas. Namun, realisasinya membutuhkan waktu panjang karena terkendala regulasi dan minimnya perhatian berbagai pihak.

“Investasi untuk jalan tol atau bandara sering menjadi prioritas, tetapi investasi untuk pengelolaan sampah justru kurang mendapat perhatian. Padahal dampaknya sangat besar terhadap kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Hasil Reses Jadi Dasar Penyusunan Kebijakan Aher menegaskan, berbagai temuan selama masa reses akan menjadi bahan evaluasi bagi DPR dalam menentukan prioritas kebijakan serta memperbaiki pelaksanaan program pemerintah.

Menurut dia, informasi yang diperoleh secara langsung dari masyarakat sering kali mampu mengungkap persoalan yang tidak tercermin dalam data administratif maupun laporan resmi pemerintah.

“Data lapangan sering kali mengoreksi data yang ada di atas meja. Karena itu, reses menjadi instrumen penting agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” kata Aher.(*)


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Desty Efriyani


Sumber Berita : DPR RI

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Indonesia-Tiongkok Perkuat Kerjasama Pertanian
RRDK sebut AS Terus Kirim Sinyal “Permusuhan”
Trump Akui Perangi Iran Penyebab Kekalahan di Pemilu Sela
Lamsel Fest 2026 Usung Konsep Baru; Pesta UMKM, Atraksi Budaya dan Night Lava Run
Pemilu Sela AS, Ditengah Harga Bensin Menjulang Tinggi
Aksi Kelompok LSP Ancaman Fatal bagi Reputasi Indonesia di Arena Global
PLN UID Lampung Perkuat Pelayanan Masyarakat melalui Kolaborasi Edukasi Kelistrikan.
Pengerahan Prajurit TNI Dalam Jumlah Besar Ke Jakarta Untuk Mempertebal Pengamanan
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 23:58 WIB

Indonesia-Tiongkok Perkuat Kerjasama Pertanian

Rabu, 4 November 2026 - 23:45 WIB

RRDK sebut AS Terus Kirim Sinyal “Permusuhan”

Rabu, 4 November 2026 - 21:52 WIB

Trump Akui Perangi Iran Penyebab Kekalahan di Pemilu Sela

Rabu, 4 November 2026 - 20:20 WIB

Lamsel Fest 2026 Usung Konsep Baru; Pesta UMKM, Atraksi Budaya dan Night Lava Run

Rabu, 4 November 2026 - 19:49 WIB

Pemilu Sela AS, Ditengah Harga Bensin Menjulang Tinggi

Berita Terbaru

Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman dan Menteri Pertanian Tiongkok Zhang Zhu mengadakan pertemuan bilateral di Beijing, Tiongkok, pada 2 November 2026. (Kementerian Pertanian RI/Xinhua).

Berita Utama

Indonesia-Tiongkok Perkuat Kerjasama Pertanian

Rabu, 4 Nov 2026 - 23:58 WIB

Foto yang bersumber dari Korean Central News Agency (KCNA) pada 4 November 2026 ini memperlihatkan Kim Jong Un, sekretaris jenderal Partai Buruh Korea sekaligus presiden urusan negara Republik Rakyat Demokratik Korea (RRDK), mengunjungi Galangan Kapal Nampho di RRDK. (KCNA/Xinhua)

Berita Utama

RRDK sebut AS Terus Kirim Sinyal “Permusuhan”

Rabu, 4 Nov 2026 - 23:45 WIB

Sejumlah pemilih bersiap memberikan suara dalam Hari Pemilihan Umum (Pemilu) untuk pemilu sela di sebuah tempat pemungutan suara di Los Angeles, California, Amerika Serikat, pada 3 November 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Trump Akui Perangi Iran Penyebab Kekalahan di Pemilu Sela

Rabu, 4 Nov 2026 - 21:52 WIB

Para pemilih mengantre di sebuah tempat pemungutan suara untuk pemungutan suara awal di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat (AS), pada 30 Oktober 2026, beberapa hari sebelum hari pemilu sela AS yang jatuh pada 3 November. (Xinhua)

Berita Utama

Pemilu Sela AS, Ditengah Harga Bensin Menjulang Tinggi

Rabu, 4 Nov 2026 - 19:49 WIB