Herman Khaeron Apresiasi Kinerja BNI dan BTN di Tengah Tekanan Global, Dorong Digitalisasi dan KUR Perumahan

Rabu, 28 Januari 2026 | 06:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron mengapresiasi kinerja PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama jajaran direksi di Gedung Nusantara I, Kompleks DPR RI, Jakarta Senin(26/1/2026)

Herman menilai capaian kedua bank pelat merah tersebut mencerminkan ketahanan perbankan nasional di tengah kondisi ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian. Tekanan geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, hingga kebijakan proteksionisme perdagangan dinilai menjadi tantangan yang tidak ringan bagi sektor keuangan nasional.

“Di tengah tantangan global yang semakin berat, kinerja BNI dan BTN menunjukkan ketahanan dan kehandalan manajerial perbankan Indonesia. Secara umum indikator kinerja sudah cukup baik dan perlu terus dipertahankan serta ditingkatkan,” ujar Herman dalam rapat tersebut.

Ia juga menyoroti rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) yang dinilai masih terkendali. Sejalan dengan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rasio NPL perbankan nasional tercatat stabil di bawah 3 persen. Kondisi ini mencerminkan kualitas aset perbankan yang relatif terjaga serta aktivitas sektor ekonomi riil yang masih tumbuh.

Baca Juga:  Hanan: Polisi di Bawah Presiden Sesuai Semangat Reformasi 1998

Khusus BNI, Herman menilai komposisi penyaluran kredit yang berimbang di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, pertanian, perikanan, industri pengolahan, hingga jasa, berpotensi menjadikan BNI sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional. Berdasarkan laporan kinerja keuangan yang dirilis perseroan, pertumbuhan kredit BNI ditopang oleh segmen korporasi, konsumer, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ke depan, Herman mendorong BNI untuk memperbesar skala bisnis, terutama melalui percepatan digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Ia juga menekankan pentingnya penguatan keamanan siber seiring meningkatnya transaksi digital. OJK sebelumnya menegaskan bahwa ketahanan sistem teknologi informasi menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas perbankan di era digital.

Selain itu, Herman mendorong penguatan segmen korporasi dan global BNI agar mampu bersaing dengan bank-bank internasional. Ia menilai ekspansi BNI di luar negeri, khususnya dalam mendukung pembiayaan perdagangan dan layanan bagi diaspora Indonesia, mulai menunjukkan perkembangan yang positif.

Baca Juga:  Ikal Smansa Dilantik, Ivan Batubara Ajak Alumni Kontribusi Untuk Masyarakat Dan Bangsa

Sementara itu, untuk BTN, Herman menyatakan dukungan penuh terhadap peningkatan alokasi Kredit Usaha Rakyat (KUR), khususnya yang berkaitan dengan sektor perumahan. Ia menilai realisasi KUR BTN relatif baik dibandingkan bank lainnya. Data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menunjukkan sektor perumahan memiliki efek berganda yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Penambahan kuota KUR BTN dapat mendorong pengembang kecil dan menengah meningkatkan pembangunan perumahan rakyat, sekaligus mendukung program pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan hunian,” kata Herman.

Di akhir pernyataannya, Herman juga mengapresiasi peningkatan kualitas layanan perbankan, seraya mengingatkan agar pelayanan prima dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat.(*)


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Desty


Sumber Berita : DPR RI

Temukan berita-berita menarik Lintas Lampung di Google News
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

Berita Terkait

Proyek Breakwater BBWS Tinggalkan Masalah, Aparat Diminta Periksa Dokumen Proyek
Kajari Way Kanan Musnahkan Barang Bukti
Polres Mesuji Rutin Gelar Patroli Malam
Dihadapan Komisi V, Gubernur Lampung Minta Dukungan Infrastruktur tuk Percepat Hilirisasi
Lampung Matangkan Proyek Bioethanol Guna Mendukung Kemandirian Energi
GREAT Institute: Keputusan Prabowo di Davos Sudah Benar
Direktur BTB Dampingi Komisi V DPR RI Kunker Spesifik di Provinsi Lampung
Harus Ubah Kultur dan Pola Pikir APH, Reformasi Polri Tidak Hanya Sebatas Regulasi

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 08:27 WIB

Proyek Breakwater BBWS Tinggalkan Masalah, Aparat Diminta Periksa Dokumen Proyek

Jumat, 30 Januari 2026 - 06:13 WIB

Kajari Way Kanan Musnahkan Barang Bukti

Jumat, 30 Januari 2026 - 06:06 WIB

Polres Mesuji Rutin Gelar Patroli Malam

Kamis, 29 Januari 2026 - 23:19 WIB

Dihadapan Komisi V, Gubernur Lampung Minta Dukungan Infrastruktur tuk Percepat Hilirisasi

Kamis, 29 Januari 2026 - 23:12 WIB

Lampung Matangkan Proyek Bioethanol Guna Mendukung Kemandirian Energi

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Kajari Way Kanan Musnahkan Barang Bukti

Jumat, 30 Jan 2026 - 06:13 WIB

#indonesiaswasembada

Polres Mesuji Rutin Gelar Patroli Malam

Jumat, 30 Jan 2026 - 06:06 WIB

#indonesiaswasembada

Lampung Matangkan Proyek Bioethanol Guna Mendukung Kemandirian Energi

Kamis, 29 Jan 2026 - 23:12 WIB