Hadiri Peringatan Hari Internasional Melawan Islamophobia, HNW Dorong OKI Efektifkan dan Inisiasi Regulasi Atasi Meningkatnya Islamophobia

Senin, 16 Maret 2026 | 19:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Dr. H. M Hidayat Nur Wahid, MA hadiri undangan GNAI (Gerakan Nasional Anti Islamophobia) memperingati Hari Internasional Memerangi Islamophobia, di Gedung DDII (Dewan Dakwah Islam Indonesia) Jakarta, Minggu, 15 Maret 2026.

Sebagaimana diketahui sejak 15 Maret 2022, PBB sudah menetapkan dengan konsensus bahwa tanggal 15 Maret sebagai International Day Combating Islamophobia, atas usulan dari OKI (Organisasi Kerja Sama Islam) yang disampaikan oleh PM Pakistan Imran Khan. Dan agar Keputusan itu efektif bisa berdampak positif, dan mempertimbangkan meningkatnya Islamophobia, maka HNW sapaan akrabnya mengingatkan OKI agar Hari Internasional Memerangi Islamophobia itu ditindaklanjuti dengan adanya regulasi anti-Islamophobia di negara-negara muslim anggota OKI dan juga dunia internasional, di negara-negara anggota PBB.

HNW menjelaskan Hari Internasional Memerangi Islamophobia yang awalnya diusulkan oleh OKI beserta negara anggotanya ini telah berhasil ditetapkan pada 15 Maret 2022, dan terus diperingati setiap tahunnya sebagai upaya tindakan mengkoreksi sikap kecurigaan, ketakutan, diskriminasi, ujaran kebencian dan ketidakadilan terhadap Islam dan pemeluknya. “Usulan OKI tersebut telah disetujui secara konsensus oleh Sidang Umum PBB dengan penetapan tanggal 15 Maret sebagai Hari Memerangi Islamophobia. Namun, hasil yang positif ini perlu terus dikawal dan ditindaklanjuti, agar berdaya guna, dan tidak hanya sekadar keputusan di atas kertas dan seremonial belaka,” ujarnya sesudah Peringatan Hari Internasional Melawan Islamophobia di Jakarta (15/3).

Lebih lanjut, HNW mengatakan tindaklanjut yang perlu dilakukan adalah agar OKI dapat mengambil inisiasi untuk mendorong setiap negara anggotanya membuat regulasi, terutama pada level undang-undang, yang mengatur mengenai anti-Islamophobia. “Ini dapat dimulai dari negara anggota OKI untuk me-norma-kan peringatan tersebut, dan saya mendukung Indonesia menjadi pelopor negara-negara anggota OKI yang memulai mengadakan regulasi itu, apalagi sikap Indonesia sebagaimana disampaikan Menteri Agama RI juga sangat mendukung adanya Hari Internasional Melawan Islamophobia. Dan bila itu terwujud, atau berbarengan dengan itu agar OKI juga mengampanyekannya ke negara-negara PBB yang sudah menyepakati hadirnya Resolusi PBB yang menetapkan adanya Hari Internasional Melawan Islamophobia,” jelasnya.

Baca Juga:  Pemprov Lampung Lepas 57 Kafilah MTQ Nasional XXXI 2026 ke Jawa Tengah

Dalam kesempatan tersebut, HNW juga mengapresiasi GNAI yang setiap tahunnya memperingati Hari Internasional Melawan Islamophobia untuk lebih aktif dan efektif baik dengan secara resmi mengusulkan RUU Anti Islamophobia ini ke DPR atau menyampaikannya ke Menteri Agama agar Pemerintah melalui Kementerian Agama berinisiatif mengusulkan RUU Anti Islamophobia, dan HNW menjanjikan dukungan penuh dari Fraksinya di DPR, yakni Fraksi PKS.

HNW menambahkan perlunya regulasi selain faktor penegakan hukum juga keadilan. Karena di beberapa negara barat sudah dibuat UU Anti-Semitisme (anti kebencian kepada agama Yahudi dan pemeluknya), maka sudah sepantasnya aturan yang serupa bisa diundangkan dan diterapkan untuk agama Islam dan pemeluknya. Apalagi, sejak Hari Memerangi Islamophobia ditetapkan oleh PBB tersebut, praktik Islamophobia bukan semakin berkurang, tetapi malah meningkat.

Misalnya, di Amerika Serikat, sejumlah anggota parlemen membentuk ‘Sharia-Free America Caucus’ yang salah satunya mengusulkan satu peraturan ekstrem yang bila disahkan akan melarang praktik Islam di Amerika Serikat. Bahkan, salah seorang anggota parlemen AS dari Partai Republik, Andy Ogles, secara terbuka menyatakan bahwa orang Islam tidak mempunyai tempat di AS. Pernyataan Islamophobia yang disanggah oleh banyak anggota Parlemen AS yang lain, karena faktanya Konstitusi AS menerima kebebasan beragama sebagai bagian dari HAM, dan secara sejarah, bahkan terbukti orang-orang Islam sudah lebih dulu mendiami Benua Amerika sebelum datangnya Columbus maupun imigran kulit putih lainnya.

Baca Juga:  Sufmi Dasco : RUU Ketenagakerjaan Selesai Bulan Oktober

“Sikap dan pernyataan seperti itu jelas menunjukkan kebencian terhadap Islam, dan termasuk ke dalam kategori Islamophobia. Seharusnya, di negara-negara yang katanya menjunjung tinggi demokrasi dan penghormatan kepada hak asasi manusia, sikap dan ucapan-ucapan hate speech semacam itu perlu ditertibkan oleh penegak hukum, sebagaimana mereka melakukannya terhadap orang yang dituduh melakukan tindakan Anti-Semitisme,” ujarnya.

HNW mengatakan bahwa apabila regulasi anti-Islamophobia bisa dikampanyekan dan diperjuangkan hingga sukses disahkan di banyak negara, maka diharapkan perilaku-perilaku yang lebih parah dan mengganggu ketertiban dunia bisa dikurangi. Ia mencontohkan bagaimana penjajahan dan genosida yang dilakukan Israel terhadap Palestina atau serangan militer ke Iran juga dapat dianggap dari sikap Islamophobia yang ditunjukkan oleh pemimpin Israel, seperti Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. “Kejahatan-kejahatan yang lebih parah tidak akan terjadi, apabila Islamophobia bisa dicegah dan dikoreksi sejak awal. Minimal agar hadirlah harmoni dan persahabatan di antara warga dunia, dengan tegaknya keadilan dan terkoreksinya diskriminasi, ujaran kebencian serta kekerasan terhadap muslim di Gaza, Palestina dan di seluruh dunia. Agar umat Islam dapat melanjutkan misi peradabannya yang mulia yakni menjadi Rahmatan lil alamin,” pungkasnya.(*)


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Desty


Sumber Berita : MPR RI

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Muzani: Bangunan Cagar Budaya Kembali ke Bentuk Aslinya
Indonesia Tampil di WorldSkills Competition ke-48
Trump Nyakin Perundingan AS-Iran Banyak Digelar Pekan Ini
Rektor UIN RIL Bangga Menteri Agama Terpilih Sebagai Presiden Pertama IAMI
Rektor UIN RIL Sambut Jakarta Understanding, Teguhkan Peran Masjid dalam Perdamaian Global
Rusia Hancurkan 25% Fasilitas Internet dan Starlink Ukraina
Pertemuan Xi-Trump Suntik Kepercayaan dan Stabilitas Global
Menlu Iran: Lebih dari 5.000 Tewas dalam Serangan AS-Israel
Tag :

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 11:13 WIB

Muzani: Bangunan Cagar Budaya Kembali ke Bentuk Aslinya

Senin, 28 September 2026 - 09:48 WIB

Indonesia Tampil di WorldSkills Competition ke-48

Senin, 28 September 2026 - 09:41 WIB

Trump Nyakin Perundingan AS-Iran Banyak Digelar Pekan Ini

Senin, 28 September 2026 - 07:38 WIB

Rektor UIN RIL Bangga Menteri Agama Terpilih Sebagai Presiden Pertama IAMI

Senin, 28 September 2026 - 06:11 WIB

Rektor UIN RIL Sambut Jakarta Understanding, Teguhkan Peran Masjid dalam Perdamaian Global

Berita Terbaru

Berita Utama

Muzani: Bangunan Cagar Budaya Kembali ke Bentuk Aslinya

Senin, 28 Sep 2026 - 11:13 WIB


Foto yang diabadikan pada 21 September 2026 ini menunjukkan National Exhibition and Convention Center (Shanghai), tempat penyelenggaraan ajang WorldSkills Competition ke-48, di Shanghai, Tiongkok timur. (Xinhua)

Berita Utama

Indonesia Tampil di WorldSkills Competition ke-48

Senin, 28 Sep 2026 - 09:48 WIB


Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi berbicara dalam sebuah konferensi pers di markas besar PBB di New York pada 25 September 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Trump Nyakin Perundingan AS-Iran Banyak Digelar Pekan Ini

Senin, 28 Sep 2026 - 09:41 WIB

Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., Presiden pertama The International Assembly of Mosque Imams (IAMI)

#indonesiaswasembada

Rektor UIN RIL Bangga Menteri Agama Terpilih Sebagai Presiden Pertama IAMI

Senin, 28 Sep 2026 - 07:38 WIB