Hari Kontrasepsi Sedunia 2025 di Kota Metro, Fokus Keluarga Berkualitas dan Penurunan Stunting

Kamis, 25 September 2025 | 21:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

METRO — Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mendampingi Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI Wihaji menghadiri puncak Peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia (World Contraception Day) Tahun 2025 di Lapangan Mulyojati, Kota Metro, Kamis (25/9/2025).

Pada acara itu, Menteri Wihaji menegaskan pentingnya program KB dalam upaya meningkatkan kualitas generasi bangsa.

Menurutnya, penggunaan kontrasepsi dalam program KB tidak hanya bertujuan untuk mengendalikan jumlah penduduk atau menunda kehamilan, tetapi juga untuk mencegah terjadinya kehamilan yang berisiko tinggi.

“Melalui program KB, diharapkan masyarakat dapat menghindari empat kondisi kehamilan yang berisiko tinggi, yaitu 4T: Terlalu Muda, Terlalu Tua, Terlalu Dekat (jarak kelahiran terlalu rapat), dan Terlalu Banyak (jumlah anak terlalu banyak),” ujar Wihaji.

Ia menjelaskan, penggunaan metode kontrasepsi merupakan langkah strategis dalam pengaturan kehamilan dan pengendalian pertumbuhan penduduk.

Lebih jauh, program KB juga berperan dalam memastikan anak-anak yang lahir adalah anak-anak yang sehat dan terbebas dari risiko stunting.

“Dengan KB, jumlah dan jarak kelahiran bisa direncanakan dan dikendalikan. Ini penting agar anak lahir dalam kondisi terbaik, sehat, dan tidak mengalami stunting,” katanya.
mengajak seluruh masyarakat khususnya generasi muda, untuk membangun keluarga yang terencana demi terciptanya keluarga berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

Baca Juga:  HAJI 2026: Dana Haji yang Mengendap Harus Bermanfaat bagi Jamaah

Sementara itu, Wagub Jihan mengatakan tema peringatan tahun ini adalah “Keluarga Berkualitas untuk Indonesia Emas 2025: Kehamilan Terencana, Keluarga Sejahtera”.
Menurutnya, tema ini sangat relevan dengan upaya menyiapkan generasi emas Indonesia, khususnya generasi Lampung yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

“Hari Kontrasepsi Sedunia bukan sekadar peringatan, melainkan momentum strategis untuk memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya perencanaan keluarga yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing,” ujar Jihan.

Jihan menyebut kontrasepsi menjadi fondasi utama dalam menurunkan angka stunting, mencegah kehamilan risiko tinggi, serta membangun generasi yang tangguh.

Menurutnya, kontrasepsi bukan hanya soal menunda kehamilan, tetapi cakupan yang jauh lebih luas yaitu bagaimana mewujudkan keluarga yang sehat dan sejahtera.

“Dengan adanya jarak kehamilan yang cukup, fokus dapat diberikan untuk merawat dan menumbuhkan anak dengan baik, yang pada akhirnya bermuara pada kesejahteraan keluarga,” katanya.

Namun meski begitu, menurutnya masih terdapat tantangan, dimana capaian penggunaan metode kontrasepsi modern, angka unmet need, serta kesertaan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) masih belum memenuhi target nasional.

Baca Juga:  Pemprov Lampung Dorong Kolaborasi Multisektoral Percepat Eliminasi TBC di Pesawaran

“Padahal, perencanaan keluarga yang baik tidak hanya berdampak pada kesehatan ibu dan anak, tetapi juga berkontribusi besar dalam percepatan penurunan angka stunting,” ujarnya.

Jihan menuturkan Provinsi Lampung menyatakan kesiapan berkolaborasi dan berkomitmen penuh mendukung program-program pemerintah pusat dalam pengentasan stunting dan penguatan ketahanan keluarga.

“Kami memohon pengawalan, arahan, dan dukungan dari pemerintah pusat agar terus dapat berkontribusi aktif dalam membangun Indonesia sehat dan generasi emas 2045,” katanya.

Ia mengajak seluruh pihak, baik Pemerintah Kabupaten/Kota, tenaga kesehatan, organisasi profesi, maupun masyarakat, untuk terus meningkatkan partisipasi dalam pelayanan KB, khususnya KB pascapersalinan dan penggunaan MKJP.

“Dengan kehamilan yang terencana, keluarga dapat memaksimalkan kasih sayang, perhatian, serta dukungan finansial kepada anak, sehingga tumbuh kembang anak berlangsung optimal dan risiko stunting dapat ditekan,” ujarnya.[]


Penulis : Nara J Afkar


Editor : Rudi Alfian


Sumber Berita : Adpim

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Dengar Keluhan Nelayan, Firman Soebagyo Pertanyakan Tata Kelola Koperasi dan KNMP Banyutowo
JMSI Jambi Bertemu Gubernur Al Haris
Dikunjungi Panitia HUT JMSI, UAS: JMSI Berperan Besar Cerahkan Umat
Persiapan Capai 80 Persen, Lampung Siap Sambut Delegasi 11 Provinsi di Rakernas PJ91
Delapan Anggota TPNPB-OPM Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi
Salah Dua Peroleh PAD, gak Ambil Upah Pungut, APBD Rasional
Salah Satu Cara Genjot Perolehan PAD
WTP 12 Kali, Gubernur: Bukti Komitmen Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 11:07 WIB

Dengar Keluhan Nelayan, Firman Soebagyo Pertanyakan Tata Kelola Koperasi dan KNMP Banyutowo

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:58 WIB

JMSI Jambi Bertemu Gubernur Al Haris

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:56 WIB

Dikunjungi Panitia HUT JMSI, UAS: JMSI Berperan Besar Cerahkan Umat

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:54 WIB

Persiapan Capai 80 Persen, Lampung Siap Sambut Delegasi 11 Provinsi di Rakernas PJ91

Sabtu, 13 Juni 2026 - 19:38 WIB

Delapan Anggota TPNPB-OPM Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

JMSI Jambi Bertemu Gubernur Al Haris

Minggu, 14 Jun 2026 - 12:58 WIB

#indonesiaswasembada

Dikunjungi Panitia HUT JMSI, UAS: JMSI Berperan Besar Cerahkan Umat

Minggu, 14 Jun 2026 - 12:56 WIB

#indonesiaswasembada

Delapan Anggota TPNPB-OPM Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi

Sabtu, 13 Jun 2026 - 19:38 WIB