Laporan : Rudi Alfian
LAMPUNG UTARA – Buntut dari kekecewaan atas kinerja Wakil Rakyat serta Pemkab Lampung Utara (Lampura) saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di perusahaan penampung komoditas pertanian singkong beberapa waktu lalu, Persatuan Petani Singkong Lampura dikabarkan bakal menggelar aksi demo di gedung wakil rakyat (DPRD) setempat.
Hal itu diketahui setelah viralnya poster seruan aksi menggugat yang bertaburan di berbagai media sosial dan menjadi perbincangan hangat publik Lampura hingga malam tadi.
Salah satu perwakilan Petani Petani Singkong Lampura, Merwan, yang juga selaku Sekretaris sempat menyinggung bakal menggelar aksi kepada lintaslampung sehari setelah Ketua DPRD beserta anggota, dan Kadisdag Lampura melakukan sidak.
Menurutnya mayoritas petani singkong yang ada di Lampura merasa geram atas aksi sidak yang hasilnya bukan membantu meringankan beban petani, melainkan merugikan para petani singkong pada umumnya.
Kekesalan mereka bukan tanpa sebab, belum genap sehari sejak dilakukan sidak, pihak perusahaan malah menaikkan tarif rafaksi (potongan) sebesar 3 persen dari tarif semula. Tarif potongan yang berlaku sebelumnya untuk singkong jenis Thailand yaitu 20 persen, saat ini naik menjadi 23 persen. Sedangkan untuk jenis Chasesa sebelumnya 15 persen, kini malah naik menjadi 18 persen. Untuk harga beli perusahaan ke petani pun ikut turun senilai Rp30 rupiah per kilogramnya. Harga beli sebelumnya dikisaran Rp1.250 rupiah.
“Sebentar ya dinda, ini kami sedang rapat koordinasi, aksinya besok kita gelar. Jika tidak ada halangan, massa (petani) yang bakal ikut aksi kemungkinan hingga ribuan orang,” kata Merwan kepada wartawan media ini melalui pesan Whatsapp, Senin, (15/08) malam.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dilapangan, malam ini didapatkan informasi harga singkong kembali di-update. Terhitung mulai Selasa, (16/08) besok ditetapkan kenaikan harga Rp60 rupiah. Potongan (rafaksi) singkong jenis Chasesa 15 persen, jenis Thailand 20 persen. Harga singkong menjadi  Rp1.310 Rupiah per kilogramnya.
Hingga berita ini ditayangkan, lintaslampung.com masih menunggu kelanjutan informasi yang akan disampaikan oleh perwakilan Persatuan Petani Singkong Lampura.##

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini