Hadang Tim Forkopimda, Masyarakat Buay Belunguh Kecewa Dengan Sikap Pemkab Tanggamus

Kamis, 30 Oktober 2025 | 05:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGGAMUS — Masyarakat Adat Marga Buay Belunguh kecewa atas sikap Pemerintah Daerah (Pemda) Tanggamus dalam menyikapi konflik sengketa tanah eks PT. Tanggamus Indah

Sebagai bentuk kekecewaan, masyarakat Adat Marga Buay Belunguh memblokade tim Forkopimda yang hendak mengkroscek lahan eks PT. TI yang berlokasi di Pekon Tanjung Anom Kecamatan Kotaagung Timur Kabupaten Tanggamus. Rabu (29/10/2025)

Alhasil, rombongan Forkopimda harus mengurungkan niatnya tersebut.

Ketua Harian Adat Marga Buay Belunguh Azhari Gelar Dalom Pemangku Marga mengatakan, meluapnya emosi masyarakat Adat Marga Buay Belunguh lantaran tidak dilibatkannya pemuka adat dalam musyawarah yang di lakukan oleh Pemerintah setempat.

“Seandainya pemerintah mau tanah kita, akan kita musyawarahkan. Cuma pagi hari ini adat tidak di undang sehingga membuat kondisi menjadi seperti ini”,

Baca Juga:  Ratusan Pemuda di Mesuji Ini Antusias Gabung dan Siap Besarkan PSI

“Jadi ada apa di Pemerintahan Kabupaten Tanggamus, kok adat tidak diundang”, Sesal Dalom Azhari

Ikut kata Azhari, Assisten I bidang Pemerintahan dan BPN Tanggamus hendaknya melibatkan pemangku adat dalam setiap musyawarah.

“Kok semua di undang tapi adat tidak diundang, sedangkan adat yang punya tanah.Tolonglah Pemda Tanggamus untuk menyikapi ini semua, dan BPN tidak pernah mengundang pemangku adat untuk bermusyawarah”, kata dia.

Disinggung legalitas tanah, Azhari meyakinkan bahwa kelengkapan surat tanah adat tersimpan rapi ditangan tim adat.

“Pokoknya data data dari jaman Belanda lengkap dengan tim adat. Bahkan dulu pernah ada pansus bersama anggota Dewan, kami juga pernah sidang di pengadilan Kalianda yang menyatakan kemenangan adat”, terang dia.

Baca Juga:  BPN Mesuji Gelar Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke 118 

Lebih lanjut Azhari mengatakan, guna menghindari konflik yang tidak di inginkan, pihak Adat Marga Buay Belunguh sudah beberapa kali melakukan audiensi bersama Bupati, Kapolres dan semua Forkopimda.

Bahkan audiens serupa juga sudah berapa kali dilakukan semenjak jaman Dewi Handayani menjabat Bupati.

“Begitupun di jaman H. Saleh, maunya Pemda ini tanggap untuk menjaga kondusifitas. Ini yang saya salahkan Pemda, ada apa dengan Pemda.

“Kami sudah berkomitmen ini harga mati, mati pun siap untuk mempertahankan tanah ini”, pungkasnya.


Penulis : Azri


Editor : Rudi A


Sumber Berita : Pesawaran

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Delapan Anggota TPNPB-OPM Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi
Salah Dua Peroleh PAD, gak Ambil Upah Pungut, APBD Rasional
Salah Satu Cara Genjot Perolehan PAD
WTP 12 Kali, Gubernur: Bukti Komitmen Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel
Gubernur Mirza Beri Apresiasi atas Dedikasi dalam Mendukung Pembangunan Lampung
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Pimpin Rapat Pengembangan Ekonomi Daerah
Pemprov Lampung Dorong Optimalisasi PAD dan Penertiban Retribusi Infrastruktur Telekomunikasi
Fatikhatul Khoiriyah dan Agus Sulistio Dipercaya Pimpin DPC PKB Lampung Utara Periode 2026–2031

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 19:38 WIB

Delapan Anggota TPNPB-OPM Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 06:38 WIB

Salah Dua Peroleh PAD, gak Ambil Upah Pungut, APBD Rasional

Sabtu, 13 Juni 2026 - 06:07 WIB

Salah Satu Cara Genjot Perolehan PAD

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:28 WIB

WTP 12 Kali, Gubernur: Bukti Komitmen Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:24 WIB

Gubernur Mirza Beri Apresiasi atas Dedikasi dalam Mendukung Pembangunan Lampung

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Delapan Anggota TPNPB-OPM Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi

Sabtu, 13 Jun 2026 - 19:38 WIB

oplus_2

#indonesiaswasembada

Salah Dua Peroleh PAD, gak Ambil Upah Pungut, APBD Rasional

Sabtu, 13 Jun 2026 - 06:38 WIB

#indonesiaswasembada

Salah Satu Cara Genjot Perolehan PAD

Sabtu, 13 Jun 2026 - 06:07 WIB

#indonesiaswasembada

WTP 12 Kali, Gubernur: Bukti Komitmen Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel

Jumat, 12 Jun 2026 - 21:28 WIB