KUPANG- Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu (26/7/2026) pukul 17.57.43 WIB atau 18.57 WITA. Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa memiliki magnitudo terkini sebesar M5,3 dengan kedalaman 44 kilometer. Meski guncangan dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah, BMKG menegaskan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Episenter gempa berada pada koordinat 10,16 derajat Lintang Selatan dan 123,77 derajat Bujur Timur, tepatnya sekitar 18 kilometer di timur laut Kupang. Lokasi pusat gempa berada di darat, sehingga dampak utama yang dirasakan masyarakat berupa guncangan dengan intensitas sedang hingga kuat di sejumlah wilayah Kabupaten Kupang dan sekitarnya.
Data sementara Sabtu (15/8) 18.48 WIB BNPB merilis korban meninggal dunia 47 orang. Tersebar Kabupaten Manggarai 24. Manggarai timur 17 orang, Sikka 3 orang, Ngada 1 orang dan Ende 1 orang.
Sementara bangunan, rumah rusak berat 157, rusak sedang 41 dan rusak ringan 148 unit. Fasum dan rumah ibadah; fasilitas pendidikan 87 unit, fasilitas kesehatan 18 unit, tempat ibadah 5 unit dan kantor lainnya 6 unit.
BMKG menjelaskan bahwa gempa ini merupakan gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng tektonik di kawasan Nusa Tenggara. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa terjadi akibat pergerakan naik atau thrust fault, jenis sesar yang umum terjadi pada zona tumbukan lempeng.
Karakteristik geologi Nusa Tenggara memang menjadikan wilayah ini sebagai salah satu daerah dengan aktivitas seismik yang tinggi. Interaksi antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia menyebabkan akumulasi energi yang sewaktu-waktu dilepaskan dalam bentuk gempa bumi. Berdasarkan peta tingkat guncangan atau shakemap yang diterbitkan BMKG, intensitas gempa mencapai V MMI di Sulamu, Fatuleu Barat, Kupang Timur, dan Kota Oelamasi. Pada tingkat ini, getaran dirasakan hampir oleh seluruh penduduk. Banyak warga terbangun atau berhamburan keluar rumah, barang-barang bergoyang bahkan dapat terjatuh, sementara gerabah dan benda-benda rapuh berpotensi pecah.
Sementara itu, wilayah Kota Kupang, Kota Soe, Kota Kefamenanu, dan Kota Baa merasakan guncangan dengan intensitas IV MMI. Pada skala tersebut, getaran dirasakan oleh hampir semua orang di dalam rumah. Sebagian masyarakat dilaporkan keluar bangunan karena khawatir, meskipun dampak kerusakan yang ditimbulkan umumnya bersifat ringan. Hingga pukul 18.24 WIB atau sekitar setengah jam setelah gempa utama terjadi, BMKG menyatakan belum terdeteksi adanya aktivitas gempa susulan (aftershock) berdasarkan hasil pemantauan instrumen seismik,
Meski demikian, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan. Dalam situasi pascagempa, potensi adanya gempa susulan tetap dapat terjadi sehingga warga diimbau tidak terburu-buru memasuki bangunan yang mengalami kerusakan sebelum dipastikan aman seperti yang di rilis LensaNTT dan flobamora News jaringan berita JMSI.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya, terutama mengenai isu tsunami maupun prediksi gempa yang beredar di media sosial. Informasi resmi mengenai aktivitas kegempaan hanya disampaikan melalui kanal komunikasi BMKG yang telah terverifikasi.
Selain itu, warga diminta menghindari bangunan yang mengalami retak atau kerusakan akibat guncangan hingga dilakukan pemeriksaan oleh pihak berwenang. Langkah sederhana seperti mematikan aliran listrik jika ditemukan kerusakan instalasi dan tetap mengikuti arahan pemerintah daerah maupun aparat terkait juga menjadi bagian penting dalam upaya mitigasi risiko.
Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur. Edukasi mengenai langkah penyelamatan saat gempa, mulai dari berlindung di bawah meja yang kokoh, melindungi kepala, hingga menuju ruang terbuka setelah guncangan berhenti, perlu terus ditingkatkan agar risiko korban jiwa maupun kerusakan dapat diminimalkan.[]
Penulis : Heri Suroyo
Editor : Nara J Afkar
Sumber Berita : Jakarta







![Presiden China Xi Jinping berbincang dengan anggota keluarga petani lokal di Kosta Rika, pada 3 Juni 2013.[Xin]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/08/Presiden-China-Xi-Jinping-berbincang-dengan-anggota-keluarga-petani-lokal-di-Kosta-Rika-pada-3-Juni-2013-225x129.jpg)




![Presiden China Xi Jinping berbincang dengan anggota keluarga petani lokal di Kosta Rika, pada 3 Juni 2013.[Xin]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/08/Presiden-China-Xi-Jinping-berbincang-dengan-anggota-keluarga-petani-lokal-di-Kosta-Rika-pada-3-Juni-2013-129x85.jpg)


