Film “Dear You” Menghidupkan Budaya China di Asia Tenggara

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tio Ciu, Budaya Bertahan Meski jauh Dirantau

Tio Ciu, Budaya Bertahan Meski jauh Dirantau

JAKARTA-Film asal China “Dear You”, yang mengangkat kisah keluarga, budaya, dan perjalanan masyarakat Tio Ciu, menarik minat penonton di sejumlah negara Asia Tenggara. Film ini menghadirkan cerita tentang nilai keluarga, hubungan antargenerasi, serta perjalanan komunitas Tio Ciu yang membawa warisan budaya China dan berinteraksi dengan masyarakat di berbagai negara.

Bagi banyak penonton di Asia Tenggara, khususnya komunitas keturunan Tionghoa, “Dear You” tidak hanya menjadi sebuah karya sinema, tetapi juga membuka kembali percakapan mengenai akar budaya, sejarah keluarga dan hubungan yang telah terjalin selama beberapa generasi antara China dan kawasan Asia Tenggara.

Film ini menggambarkan perjalanan keluarga Tio Ciu serta bagaimana nilai budaya dan ikatan keluarga tetap dipertahankan di tengah perubahan zaman dan lingkungan. Melalui kisah para tokohnya, “Dear You” menunjukkan bagaimana budaya dapat terus diwariskan dan berkembang melintasi batas geografis.

Sutradara film tersebut, Lan Hongchun, mengatakan “Dear You” berangkat dari ketertarikannya terhadap budaya Tio Ciu dan kisah komunitas Tio Ciu di berbagai wilayah. Dalam wawancara dengan Screen Daily, Lan menyebut bahasa Tio Ciu sebagai bahasa ibunya dan salah satu alasan yang membuatnya terus mengeksplorasi cerita dari budaya tersebut.

Riset film ini juga berkaitan dengan tradisi qiaopi, yaitu surat-surat dan remitansi yang dikirimkan oleh warga perantauan ke kampung halaman mereka. Bagi Lan, qiaopi tidak hanya catatan sejarah, tetapi juga mencerminkan nilai keluarga, kepedulian, serta hubungan emosional yang tetap terjaga meskipun terdapat jarak.

Dalam proses pembuatan film, Lan melakukan riset mengenai komunitas Tio Ciu di sejumlah negara Asia Tenggara, termasuk Thailand, Malaysia, dan Vietnam. Dia bertemu dengan berbagai keluarga diaspora untuk memahami pengalaman hidup, perjalanan keluarga, serta bagaimana budaya Tio Ciu terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Baca Juga:  PM Netanyahu Bilang Putranya jadi Incaran Iran

Lan juga menjelaskan bahwa salah satu nilai utama yang ingin disampaikan melalui film ini adalah konsep budaya Chaoshan/Tio Ciu, yaitu “you qing you yi”. Istilah tersebut menggambarkan pentingnya kasih sayang, kesetiaan, dan tanggung jawab dalam hubungan keluarga maupun sosial. Nilai itu menjadi salah satu dasar yang membentuk hubungan antarkarakter dalam film.

Sementara itu, komunitas Tio Ciu memiliki hubungan sejarah yang panjang dengan Asia Tenggara. Selama beberapa generasi, masyarakat Tio Ciu dari wilayah Chaoshan, Provinsi Guangdong, China, hadir di berbagai negara di Asia Tenggara dan turut memperkaya keberagaman budaya setempat melalui bahasa, tradisi, kuliner, serta aktivitas sosial dan ekonomi.

Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand dan Vietnam menjadi beberapa negara yang memiliki komunitas Tio Ciu dengan warisan budaya yang masih terjaga hingga saat ini. Melalui keluarga dan komunitas, banyak nilai budaya seperti penghormatan terhadap keluarga, kerja keras, dan semangat membangun kehidupan terus diwariskan.

Bagi banyak keturunan Tionghoa di Asia Tenggara, kisah dalam “Dear You” terasa dekat karena berkaitan dengan sejarah keluarga mereka sendiri.

“Film ini terasa personal karena mengingatkan saya pada perjalanan nenek dan kakek saya. Mereka juga berasal dari China dan menjadi bagian dari generasi yang membawa budaya serta membangun kehidupan baru di Asia Tenggara,” ujar Liong Tje Eng (65), seorang penonton di salah satu bioskop di Jakarta kepada Xinhua pada 8 Agustus, yang merupakan keturunan Tionghoa dan fasih berbahasa Tio Ciu.

Menurutnya, film tersebut membuat banyak orang, terutama generasi muda keturunan Tionghoa saat ini di Indonesia, mengetahui lebih jauh serta menghormati asal-usul keluarga mereka sendiri, termasuk daerah asal leluhur dan cerita mengenai bagaimana generasi sebelumnya mempertahankan budaya mereka di lingkungan baru.

Baca Juga:  Juli, Peminat Langganan Whoosh Capai 3.366 Kartu

Huang Ping, ketua eksekutif London Chinatown Chinese Association, mengatakan kepada Xinhua bahwa saat penayangan perdana film tersebut, tema kasih sayang keluarga, kerinduan akan kampung halaman, dan kebersamaan dalam film itu sangat familier bagi banyak warga China yang tinggal di luar negeri.

“Berbagai perasaan terhadap keluarga dan tanah air yang disampaikan oleh film itu mampu melampaui batasan waktu serta jarak, dan film ini juga merefleksikan nilai-nilai Tionghoa dalam menghargai ikatan personal,” ujarnya.

Respons serupa juga muncul dari berbagai komunitas diaspora Tionghoa di Asia Tenggara. Lewat media sosial, banyak penonton menilai bahwa film ini relevan karena menggambarkan pengalaman keluarga yang memiliki hubungan budaya dengan China, sekaligus menunjukkan bagaimana pertukaran budaya telah mempererat hubungan masyarakat di kawasan ini.

Film seperti “Dear You” dapat menjadi media untuk memperkenalkan sejarah, budaya, dan hubungan masyarakat China dengan Asia Tenggara kepada generasi muda. Melalui kisah keluarga yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, nilai budaya dapat lebih mudah dipahami dan diteruskan.

Antusiasme terhadap “Dear You” di Asia Tenggara menunjukkan bahwa cerita mengenai keluarga, budaya, dan hubungan antarmasyarakat memiliki daya tarik lintas generasi. Bagi banyak penonton, film ini bukan hanya menghadirkan kisah masa lalu, tetapi juga menggambarkan bagaimana warisan budaya Tionghoa terus hidup dan berkembang di berbagai belahan dunia.[]


Penulis : Desty Efriyani


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

GAK, Pemkab Mesuji Tindak Lanjuti Surat Edaran Gubernur Lampung
Serangan Balasan, IRGC Iran Hantam Tiga Kapal AS
Direktur Pemberitaan ANTARA Ungkap Harapan Kerja Sama Media Asia-Pasifik
Pastikan Penyaluran 800 Ribu Ton Beras Bapang Tepat Sasaran, Elfianah Bentuk Tim Seluruh Kecamatan
Pemprov Lampung Dukung PPDS Anestesiologi Unila, Perkuat Layanan Kegawatdaruratan dan SDM Kesehatan
Pengurus Bundokanduang Minangkabau Provinsi Lampung 2026-2030, Dikukuhkan
Guncang Industri Sinema Indonesia, Dua Siswi MTs Muhammadiyah Bintangi Film ‘Ageman’
Suling Jembatani Pertukaran Budaya Tiongkok-Indonesia

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 23:41 WIB

GAK, Pemkab Mesuji Tindak Lanjuti Surat Edaran Gubernur Lampung

Minggu, 6 September 2026 - 23:32 WIB

Serangan Balasan, IRGC Iran Hantam Tiga Kapal AS

Minggu, 6 September 2026 - 23:26 WIB

Direktur Pemberitaan ANTARA Ungkap Harapan Kerja Sama Media Asia-Pasifik

Minggu, 6 September 2026 - 21:12 WIB

Pastikan Penyaluran 800 Ribu Ton Beras Bapang Tepat Sasaran, Elfianah Bentuk Tim Seluruh Kecamatan

Minggu, 6 September 2026 - 20:45 WIB

Pemprov Lampung Dukung PPDS Anestesiologi Unila, Perkuat Layanan Kegawatdaruratan dan SDM Kesehatan

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

GAK, Pemkab Mesuji Tindak Lanjuti Surat Edaran Gubernur Lampung

Minggu, 6 Sep 2026 - 23:41 WIB

#indonesiaswasembada

Serangan Balasan, IRGC Iran Hantam Tiga Kapal AS

Minggu, 6 Sep 2026 - 23:32 WIB

Virgandhi Prayudantoro, direktur pemberitaan Kantor Berita ANTARA, menyampaikan pidatonya pada Forum Media Asia-Pasifik yang digelar di Kota Shenzhen, Provinsi Guangdong, Tiongkok selatan. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Direktur Pemberitaan ANTARA Ungkap Harapan Kerja Sama Media Asia-Pasifik

Minggu, 6 Sep 2026 - 23:26 WIB