JAKARTA – Ketua MPR RI Ahmad Muzani meminta para finalis Lomba Kreasi Baris-Berbaris dan Pengibaran Bendera Tingkat Nasional 2026 tidak menjadikan kompetisi sebagai sekadar ajang meraih kemenangan. Ia menekankan, pengalaman tersebut harus menjadi bekal untuk menumbuhkan kecintaan terhadap bangsa, negara, Pancasila, dan konstitusi.
Pesan itu disampaikan Muzani saat memberikan sambutan pada kegiatan Final Lomba Kreasi Baris-berbaris dan Pengibaran Bendera (LKBBPB) MPR RI tahun 2026, Sabtu (5/8/2026)
di Lapangan Upacara Halaman Gedung Samania Setjen DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Menurut dia, seluruh peserta yang berhasil mencapai babak nasional merupakan anak-anak muda terbaik yang telah melewati proses seleksi panjang.
“Yang sesungguhnya adalah juara yang mencintai negara, juara yang mencintai bendera, juara yang mencintai Pancasila dan juara yang mencintai konstitusi,” kata Muzani.
Ia mengatakan, keberhasilan para peserta mencapai Gedung MPR/DPR RI di Senayan merupakan sebuah kebanggaan sekaligus pengalaman penting bagi generasi muda. Ia berharap pengalaman tersebut dapat memperkuat semangat mereka untuk menjaga persatuan dan kecintaan terhadap Indonesia.
Muzani juga mengingatkan bahwa kompetisi selalu menghasilkan pemenang dan pihak yang kalah. Namun, menurut Muzani, hasil perlombaan bukan ukuran utama dari keberhasilan para peserta.
“Sebagai lomba tentu saja harus ada yang menang dan harus ada yang menerima kekalahan,” ujarnya.
Muzani menyebut para finalis yang hadir dalam kegiatan tersebut pada dasarnya telah menunjukkan kualitas sebagai generasi muda yang mencintai Indonesia. Karena itu, ia meminta mereka tidak berhenti pada pencapaian sebagai finalis, tetapi melanjutkan semangat tersebut dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Lebih jauh, Muzani meminta para peserta menjadi duta Empat Pilar MPR di daerah masing-masing. Ia menilai tanggung jawab tersebut jauh lebih penting dibandingkan sekadar membawa pulang piala.
“Hal yang paling berat bukan sebenarnya memikul dan membawa piala ataupun penilaian dari juri, tapi hal yang paling berat adalah meneladani untuk selalu mencintai negara, mencintai orang lain di atas kepentingan dirinya,” katanya.
Menurut Muzani, pengalaman mengikuti lomba juga dapat menjadi latihan kepemimpinan. Para peserta, kata dia, sedang belajar untuk membela kepentingan orang lain, kepentingan masyarakat, serta kepentingan bangsa dan negara.
Ia berharap para finalis yang saat ini masih duduk di bangku sekolah suatu hari nanti kembali ke Gedung MPR/DPR RI dalam kapasitas yang berbeda—sebagai pemimpin bangsa.
“Suatu hari 10 tahun, 20 tahun, 30 tahun, mungkin 40 tahun yang akan datang, saudara akan masuk gedung ini menggantikan saya yang hidup di hari ini,” ujar Muzani.
Karena itu, ia meminta para peserta menjadikan pengalaman di tingkat nasional sebagai awal perjalanan menuju masa depan, sekaligus menjaga nilai-nilai kebangsaan yang telah mereka pelajari selama mengikuti rangkaian kegiatan.
Muzani juga menyampaikan salam kepada keluarga dan teman-teman para peserta di daerah masing-masing. Ia berharap seluruh finalis dapat menjadi contoh bagi lingkungan sekitarnya.
“Jagalah kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi, jagalah kepentingan orang lain di atas kepentingan bangsa dan negara, jagalah Pancasila, jagalah Merah Putih dan jadilah duta Empat Pilar MPR yang baik,” kata Muzani.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada para juri dari unsur TNI dan Polri serta seluruh panitia yang telah menjalankan rangkaian perlombaan. Setelah kegiatan ditutup, para peserta dijadwalkan mengikuti agenda kunjungan di sejumlah tempat di Jakarta sebelum kembali ke provinsi masing-masing.(*)
Penulis : Heri Suroyo
Editor : Desty Efriyani
Sumber Berita : MPR RI

















