LAMPUNG UTARA – Pemandangan Hari Raya Idul Fitri kini tak lagi hanya didominasi oleh antrean warga yang bersalam-salaman di gang-gang rumah, melainkan juga oleh riuhnya notifikasi di layar ponsel.
Fenomena pengiriman pesan ucapan selamat Lebaran secara masif atau broadcast kini menjadi cara utama masyarakat untuk saling bermaafan tanpa harus bertatap muka langsung.
Sejak pagi hari setelah salat Id, lalu lintas data di berbagai aplikasi pesan instan mengalami lonjakan tajam. Ribuan pesan berisi permohonan maaf lahir dan batin, yang sering kali dilengkapi dengan stiker atau kartu ucapan digital, berpindah dari satu layar ke layar lainnya dalam hitungan detik.
Bagi sebagian masyarakat, metode ini dianggap sebagai solusi paling praktis, terutama bagi mereka yang terpisah jarak geografis atau memiliki keterbatasan waktu.
“Kalau dulu kita harus datang langsung, walau jauh pasti dipaksakan harus sampai rumah sodara, tapi sekarang dengan satu pesan gambar atau tulisan, semua teman di kontak HP bisa dikirim ucapan selamat lebaran,” ujar Yuni, salah seorang warga Lampung Utara, Minggu, 22 Maret 2026.
Namun, tren ini juga memicu diskusi mengenai kedalaman makna silaturahmi. Banyak yang menilai pesan broadcast yang seragam cenderung terasa impersonal dan sekadar formalitas. Tradisi berjabat tangan yang penuh kehangatan kini berganti dengan ketukan jempol di atas kaca ponsel.
Di sisi lain, meski interaksi fisik (tatap muka) berkurang, teknologi setidaknya menjaga tali silaturahmi tetap tersambung di tengah kesibukan dan keterbatasan seseorang.
Meski demikian, banyak pihak tetap menyarankan agar pesan digital diikuti dengan interaksi yang lebih personal, seperti panggilan video (video call) atau setidaknya menyisipkan nama penerima dalam pesan agar esensi maaf-memaafkan tetap terasa tulus.
Kini, tantangan terbesar dalam merayakan Idul Fitri bukan lagi soal jarak, melainkan bagaimana menjaga keikhlasan hati tetap tersampaikan meski hanya melalui perantara sinyal dan data.
Taqabbalallahu minna wa minkum..
Wa taqabbal yaa kariim..
Mohon maaf lahir dan batin.
Penulis : Rudi alfian
Editor : Desty
Sumber Berita : Lampung Utara
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
















