Perantau Tak Mudik Lebaran Berbagi Cerita 

Minggu, 22 Maret 2026 | 10:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Hari Raya Idul fitri selalu menjadi momen yang dinanti seluruh umat Muslim, tidak hanya di Indonesia, namun diseluruh dunia. Setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan Ramadan 1447 H, hari kemenangan ini dimaknai sebagai waktu yang tepat untuk kembali ke fitrah sekaligus mempererat tali silaturahmi.

Lebaran tidak hanya identik dengan tradisi hidangan khas lebaran, saling memaafkan sesama Muslim, tetapi juga menjadi kesempatan berharga untuk berkumpul bersama keluarga. Suasana hangat ini menjadikan Idulfitri sebagai momen yang sarat makna emosional dan kebahagiaan.

Namun, suasana tersebut ternyata tidak bisa dirasakan oleh umat Muslim yang jauh dari keluarga. Salah satu alasan mereka tidak bisa berkumpul bersama keluarga adalah pekerjaan.

Baca Juga:  PJ91 Lakukan Plogging, Jumhur : Bagian dari Tobat Ekologi

Meskipun saat ini kehadiran media sosial dan teknologi turut mempermudah masyarakat dalam merayakan momen Idulfitri, namun tetap ada momen yang tidak bisa digantikan oleh media sosial dan teknologi. Salah satunya adalah saat bersalaman dan saling bermaaf-maafan secara langsung, karena ada sentuhan emosional yang tidak bisa dirasakan lewat layar.

Jaka, salah seorang karyawan jasa pengiriman swasta di Jakarta tetap bekerja dihari libur lebaran mengungkapkan bahwa, ia merasa cukup sedih saat berlebaran jauh dari keluarga.

“Ada momen dimana kita terasa sepi, jauh dari keluarga, meskipun disini sudah banyak teman-teman,” kata Jaka

Baca Juga:  Way Kanan Terima Penghargaan Kabupaten Berprestasi

Sejak diterima bekerja di Jakarta, Jaka selalu ditemani Ibunya dalam menjalankan aktifitas sehari-hari

“Dulu pas awal-awal di Jakarta kurang lebih lima tahun lalu, kan saya ditemani sama Ibu, jadi gak kerasa kalau sudah diperantauan,” kata Jaka.

“Tapi kemarin sebelum puasa, setelah saya antar Ibu pulang ke Solo, dan kembali ke Jakarta, nah disinilah kesedihan itu mulai terasa,” katanya menambahkan.

Menurut Jaka tahun ini adalah momen pertama kali saya berlebaran jauh dari keluarga..

“Alhamdulillah sekarang sudah mulai terbiasa, meskipun kalau sedang sendiri, ya masih ada rasa sedihnya,” tutupnya . (*)


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Desty


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Teheran tak Pernah Menolak Keinginan AS, Perang Ok, Damai Jadi!
Tiongkok-Indonesia Jajaki Kerjasama Kelautan
Indonesia dan Makau Bidik Kerja Sama
1 WNI Selamat, 1 Masih Hilang, Kapal Tunda Terbalik
Seni Dekatkan Peradaban Mesir dan Tiongkok
Polutan Akibat Karhutla Bahaya, Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruang
Mediasi Tanah; Warga vs PT BTLA Berlangsung Alot
Masyarakat 8 Desa Minta HGU PT PAL Ditinjau Ulang
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 23:11 WIB

Teheran tak Pernah Menolak Keinginan AS, Perang Ok, Damai Jadi!

Rabu, 2 September 2026 - 23:04 WIB

Tiongkok-Indonesia Jajaki Kerjasama Kelautan

Rabu, 2 September 2026 - 22:57 WIB

Indonesia dan Makau Bidik Kerja Sama

Rabu, 2 September 2026 - 22:52 WIB

1 WNI Selamat, 1 Masih Hilang, Kapal Tunda Terbalik

Rabu, 2 September 2026 - 22:43 WIB

Seni Dekatkan Peradaban Mesir dan Tiongkok

Berita Terbaru

ilustrasi Berita Sikap Iran terhadap AS

#indonesiaswasembada

Teheran tak Pernah Menolak Keinginan AS, Perang Ok, Damai Jadi!

Rabu, 2 Sep 2026 - 23:11 WIB


Li Shujiang, insinyur senior setingkat profesor di Institut Oseanografi Pertama di bawah Kementerian Sumber Daya Alam Tiongkok, berbagi kisah dalam acara

#indonesiaswasembada

Tiongkok-Indonesia Jajaki Kerjasama Kelautan

Rabu, 2 Sep 2026 - 23:04 WIB

Ilustrasi Kerjasama Indonesia-Makau

#indonesiaswasembada

Indonesia dan Makau Bidik Kerja Sama

Rabu, 2 Sep 2026 - 22:57 WIB

Ilustrasi Kapal Tunda Terbalik di Korea

#indonesiaswasembada

1 WNI Selamat, 1 Masih Hilang, Kapal Tunda Terbalik

Rabu, 2 Sep 2026 - 22:52 WIB

Sejumlah wisatawan menunggang unta di kompleks Piramida Giza, Mesir, pada 9 April 2026. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Seni Dekatkan Peradaban Mesir dan Tiongkok

Rabu, 2 Sep 2026 - 22:43 WIB