Laporan : Heri Suroyo
GORONTALO – Wakil Ketua MPR RI Prof Dr. Ir. Fadel Muhammad menegaskan bahwa pondasi, ideologi dan dasar negara Indonesia satu-satunya adalah Pancasila, tidak bisa dirubah dan bukan untuk diperdebatkan lagi. Hal itu harus tertanam kuat dalam diri setiap anak bangsa, terutama generasi mudanya.
“Mengapa Pancasila begitu penting, sebab Pancasila adalah elemen luarbiasa yang mampu mempersatukan segenap bangsa Indonesia yang sangat beragam. Pancasila juga terbukti mampu menjaga bangsa ini dari segala permasalahan dan tantangan sejak Pancasila lahir hingga kini,” ujar Fadel Muhammad, saat memberikan materi Sosialisasi Empat Pilar MPR kerjasama MPR dengan Gerakan Pemuda Marhaen,
Sosialisasi yang digelar El Madinah Hotel, Bulotadaa, Gorontalo, Kamis (20/7/2023) ini dihadiri tokoh Gorontalo Haji Lala, Staf Khusus MPR Hasan Shahab serta para santri AlKhairaat dan pemuda setempat.
Pancasila, lanjut Fadel Muhammad, adalah salah satu daripada elemen nilai-nilai luhur bangsa yang ada dala Empat Pilar MPR RI. Tiga unsur lainnya adalah UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.
“MPR sangat memahami dan concern dengan masalah ini. Itulah yang membuat MPR gencar melaksanakan gerakan pemahaman kembali nilai-nilai luhur kepada seluruh anak bangsa, yang kami sebut sebagai Sosialisasi Empat Pilar MPR dengan menyasar berbagai elemen bangsa dan menggunakan metode-metode yang dipahami masyarakat,” imbuhnya.
Pimpinan MPR dari Kelompok DPD Dapil Provinsi Gorontalo ini sangat mengapresiasi antusiasme generasi milenials yang ikut sebagai peserta sosialisasi kali ini. “Jika seluruh generasi muda Indonesia memiliki kecintaan begitu besar kepada nilai-nilai luhur bangsanya, saya yakin bangsa ini di masa depan akan berada di tangan yang tepat yakni manusia unggul yang berkarakter kebangsaan tinggi,” tambahnya
Di sesi akhir, Hasan Shahab menggelar kuis dadakan Empat Pilar kepada para peserta. Dalam kuis itu, peserta generasi muda diuji wawasannya seputar MPR dan kebangsaan. Fadel Muhammad memberikan penghargaan dan apresiasi kepada sebagian besar peserta, walaupun terlihat malu-malu tapi mampu menjawab seluruh pertanyaan kuis. ##






![Ketua Umum Pengurus Besar Mathla'ul Anwar (PBMA) Dr. K.H. Jazuli Juwaini, M.A., M.M., melepas keberangkatan 448 mahasiswa Universitas Mathla'ul Anwar (UNMA) Banten, yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun Akademik 2025/2026.[Hs]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.51.48-225x129.jpeg)

![Seorang peserta dalang remaja berlatih memainkan wayang sebelum pertunjukan dalam Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 di Gedung Societet di Daerah Istimewa Yogyakarta pada 21 Juli 2026.[]Seorang dalang remaja, Latif Listyo Wicoro (22 tahun) berlatih memainkan wayang sebelum pertunjukan dalam Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 di Gedung Societet, Yogyakarta, Selasa (21/7). Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 diikuti oleh 20 peserta yang diselenggarakan hingga 24 Juli mendatang. Festival ini menampilkan pertujukan wayang kulit purwa dan wayang golek menak yang merupakan wadah bagi para dalang muda penerus sekaligus menjadi bagian dari upaya pelestarian seni pedalangan di kalangan generasi muda.](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.29.28-225x129.jpeg)
![Alih-alih memegang kamera, Veldesen Yaputra, mahasiswa arsitektur sekaligus kreator konten asal Indonesia, berdiri tenang di depan sebuah bangunan kuno China. Dengan buku sketsa di tangannya, dia secara cermat menggambar kerumitan struktur kayu dan lekukan atap bangunan megah tersebut.[]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.10.57-225x129.jpeg)


![Ketua Umum Pengurus Besar Mathla'ul Anwar (PBMA) Dr. K.H. Jazuli Juwaini, M.A., M.M., melepas keberangkatan 448 mahasiswa Universitas Mathla'ul Anwar (UNMA) Banten, yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun Akademik 2025/2026.[Hs]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.51.48-129x85.jpeg)

![Seorang peserta dalang remaja berlatih memainkan wayang sebelum pertunjukan dalam Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 di Gedung Societet di Daerah Istimewa Yogyakarta pada 21 Juli 2026.[]Seorang dalang remaja, Latif Listyo Wicoro (22 tahun) berlatih memainkan wayang sebelum pertunjukan dalam Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 di Gedung Societet, Yogyakarta, Selasa (21/7). Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 diikuti oleh 20 peserta yang diselenggarakan hingga 24 Juli mendatang. Festival ini menampilkan pertujukan wayang kulit purwa dan wayang golek menak yang merupakan wadah bagi para dalang muda penerus sekaligus menjadi bagian dari upaya pelestarian seni pedalangan di kalangan generasi muda.](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.29.28-129x85.jpeg)


