Ekonomi Kreatif Dapat Tekan Angka Kemiskinan

Kamis, 1 Februari 2024 | 19:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Heri Suroyo
JAKARTA – Ekonomi kreatif telah menjadi tulang-punggung perekonomian nasional. Bahkan Wakil Ketua Komisi X DPR RI Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan selain menjadi pendorong bagi perekonomian, ekonomi kreatif juga mampu menurunkan angka kemiskinan.

Hal itu ia sampaikan saat memimpin Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X DPR RI ke Kabupaten Boyolali dalam rangka melakukan pengawasan bidang ekonomi kreatif, Senin, (29/1/2024).

“Kami (Komisi X DPR RI) datang kesini (Kabupaten Boyolali) secara umum ingin melakukan pengawasan di bidang ekonomi kreatif. Boyolali ini kan dikenal sebagai kota susu, nah jika ini semakin di kembangkan, akan menjadi salah satu faktor utama untuk memajukan ekonomi kreatif dan juga bisa menekan angka kemiskinan,” jelas Agustina.
Sebagai informasi, Boyolali merupakan daerah penghasil susu. Lebih tepatnya julukan kota susu disematkan kepada Kabupaten Boyolali yang merupakan daerah penghasil susu segar terbesar di Jawa Tengah.
“Ini merupakan salah satu sektor ekonomi kreatif yang perlu dikembangkan. Ekonomi kreatif akan menjadi pendorong bagi perekonomian, terutama dalam menurunkan angka kemiskinan. Jika angka kemiskinan dapat ditekan, maka kesejahteraan akan semakin tinggi,” tegas Politisi Fraksi PDI- Perjuangan itu.
Menanggapi hal tersebut, Pemerintah kabupaten Boyolali pun menyampaikan kepada Komisi X DPR RI bahwa Pemerintah Kabupaten Boyolali selalu mengupayakan penurunan kemiskinan dan mendorong pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Boyolali.
Karena itu, Agustina melalui Komisi X DPR RI mendorong pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk meningkatkan tingkat perekonomian terutama untuk menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Boyolali.
“Selain itu, yang tidak kalah penting yaitu adanya Peraturan Daerah. Kita (Komisi X DPR RI) meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Boyolali untuk segera membuat Peraturan Daerah tentang pengembangan Ekonomi Kreatif,” tegas Agustina. Menurutnya, hal itu bertujuan agar dapat tercipta ekosistem ekonomi kreatif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten.(*)

Baca Juga:  Bupati Ayu Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila
Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Purna Paskibraka Indonesia Lampung Utara – BSI, Gelar Ngopi Emas, Ajak Generasi Muda Melek Investasi
AS Jual Rudal Patriot 2,1 miliar Dolar AS ke Ukraina
Pendidikan Pererat Hubungan Tiongkok dan Indonesia
RI dan Negara Produsen Sawit Dorong Kerja Sama dengan Tiongkok
DK PBB Gelar Jajak Pendapat, Grynspan Kandidat Sekjen
Iran Terima Surat “Damai” dari Wapres AS
Saham AS Jatuh, Pasar Minta AS-Iran Kembali Kemeja Perundingan
Houthi Yaman Klaim Serang Arab Saudi

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Purna Paskibraka Indonesia Lampung Utara – BSI, Gelar Ngopi Emas, Ajak Generasi Muda Melek Investasi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:48 WIB

AS Jual Rudal Patriot 2,1 miliar Dolar AS ke Ukraina

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:18 WIB

Pendidikan Pererat Hubungan Tiongkok dan Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:12 WIB

RI dan Negara Produsen Sawit Dorong Kerja Sama dengan Tiongkok

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:07 WIB

DK PBB Gelar Jajak Pendapat, Grynspan Kandidat Sekjen

Berita Terbaru

Seorang pria mengamati bangunan tempat tinggal yang rusak pascaserangan drone dan rudal berskala besar oleh Rusia di Kiev, Ukraina, pada 9 Januari 2026. (Xinhua)

Berita Utama

AS Jual Rudal Patriot 2,1 miliar Dolar AS ke Ukraina

Sabtu, 31 Okt 2026 - 16:48 WIB

Foto yang diabadikan pada 22 Oktober 2026 ini menunjukkan seorang pemuda Indonesia sedang berlatih merakit panel kontrol listrik di ruang kelas pelatihan di Universitas Teknik Kejuruan Wuhu di Wuhu, Provinsi Anhui, Tiongkok timur. (Xinhua)

Berita Utama

Pendidikan Pererat Hubungan Tiongkok dan Indonesia

Sabtu, 31 Okt 2026 - 16:18 WIB

Foto yang diabadikan pada 27 Oktober 2026 ini menunjukkan Duta Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun (ketiga dari kiri) berfoto bersama para peserta lain dalam Konferensi Minyak Nabati Berkelanjutan (Sustainable Vegetable Oils Conference) keempat yang digelar di Kota Shanghai, Tiongkok timur. (Xinhua)

Berita Utama

RI dan Negara Produsen Sawit Dorong Kerja Sama dengan Tiongkok

Sabtu, 31 Okt 2026 - 16:12 WIB

Para perwakilan melakukan pemungutan suara terhadap sebuah draf resolusi dalam rapat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di markas besar PBB di New York City pada 30 Oktober 2026. (PBB/Xinhua)

Berita Utama

DK PBB Gelar Jajak Pendapat, Grynspan Kandidat Sekjen

Sabtu, 31 Okt 2026 - 16:07 WIB