Novriwan: Ide Asli Lebih Bernilai dari pada Hasil Buatan AI

Rabu, 29 Juli 2026 | 14:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDARLAMPUNG – Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Lampung, Ahmad Novriwan mengatakan, di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang kini semakin mudah diakses berbagai kalangan, muncul pengingat penting, yaitu seberapa canggih pun alat bantu teknologi, ide asli yang lahir dari pemikiran, pengalaman, dan hati manusia tetap memiliki nilai yang tak tergantikan.

“Jangan biarkan otak anda beristirahat. Ide yang sederhana tetapi lahir dari pemikiran sendiri, jauh lebih berharga dari pada sesuatu yang dihasilkan oleh AI,” demikian pesan Ketua JMSI Provinsi Lampung, Novriwan sapaan akrabnya, Rabu 29 Juli 2026.

Pernyataan itu disampaikannya, saat memaparkan hasil pengalaman kunjungannya ke Republik Rakyat Tiongkok. Dalam paparannya, Novriwan mengungkapkan, bahwa keberhasilan daerah-daerah tersebut mengembangkan sektor pariwisata dengan pesat tidak lepas dari kemampuan masyarakat dan pemerintah setempat dalam menjaga, merawat, serta mengangkat nilai-nilai budaya lokal sebagai daya tarik utama yang khas.

Baca Juga:  Danantara Ungkap Minat Investor Tiongkok pada PLTS, Tekstil, dan Hilirisasi Mineral

Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti nyata, bahwa gagasan yang tumbuh dari akar budaya dan pemikiran mandiri adalah kunci kemajuan yang tidak bisa sekadar digantikan atau disalin dari hasil kecerdasan buatan semata.

Novriwan menegaskan, teknologi AI memang mampu menyajikan tulisan, gagasan, hingga karya dalam waktu yang sangat singkat. Namun, hasil yang dihasilkan pada dasarnya merupakan rangkuman atau gabungan dari data yang sudah ada sebelumnya.

Berbeda dengan ide asli manusia yang lahir dari pengamatan mendalam, perenungan, pengalaman pribadi, hingga nilai-nilai dan perasaan yang dimiliki. Ide semacam ini membawa keunikan, jiwa, dan sudut pandang yang belum pernah ada sebelumnya.

“AI hanyalah alat bantu, bukan pengganti daya cipta manusia. Ia bisa membantu merapikan kata, mencari data, atau memberikan gambaran awal, namun semangat dan orisinalitas hanya bisa tumbuh dari dalam diri manusia,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pemerintah Jawab 5 Tuntutan Mahasiswa

Mengandalkan sepenuhnya pada hasil buatan AI justru dikhawatirkan akan menumpulkan kemampuan berpikir kritis, menurunkan daya imajinasi, serta memudarkan ciri khas diri masing-masing. Oleh karena itu, teknologi hendaknya dimanfaatkan secara bijak untuk mendukung, bukan meniadakan, proses penemuan gagasan asli.

Menutup pernyataannya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya pelajar, penulis, dan pekerja kreatif untuk terus melatih kemampuan berpikir dan berkreasi. “Jangan malas berpikir karena terbiasa meminta jawaban pada mesin.”

“Karya yang lahir dari ide sendiri, meski sederhana, jauh lebih berharga dan membanggakan ketimbang karya yang sempurna namun tidak memiliki jiwa karena hanya disusun oleh kecerdasan buatan,” tutup Novriwan.[]


Penulis : Anov


Editor : Desty


Sumber Berita : JMSI Lampung

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Budi, Warsito dan Asef Berpeluang Jadi Rektor Unila
Tabrakan Kereta Maut, 68 Meninggal Dunia
Pemerintah Jawab 5 Tuntutan Mahasiswa
Palestina Berharap, Pemilu Israel Bawa Kedamaian di Gaza dan Tepi Barat
AS Naikkan Anggaran Perang Lawan Iran 47 Miliar Dolar
Gubernur Ingatkan, Pejabat Harus Berintegritas dan Berkompetensi
Alhamdulillah, Hujan Bantu Padamkan Karhutla di Way Kambas
AS Ingatkan Kawasan Teluk soal Serangan ke Iran Usai Pemilu Sela

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:58 WIB

Budi, Warsito dan Asef Berpeluang Jadi Rektor Unila

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Tabrakan Kereta Maut, 68 Meninggal Dunia

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:44 WIB

Pemerintah Jawab 5 Tuntutan Mahasiswa

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:02 WIB

Palestina Berharap, Pemilu Israel Bawa Kedamaian di Gaza dan Tepi Barat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:46 WIB

AS Naikkan Anggaran Perang Lawan Iran 47 Miliar Dolar

Berita Terbaru

Berita Utama

Budi, Warsito dan Asef Berpeluang Jadi Rektor Unila

Kamis, 29 Okt 2026 - 12:58 WIB

Foto yang diabadikan pada 28 Oktober 2026 ini memperlihatkan lokasi tabrakan kereta cepat di Provinsi Toledo, Spanyol.  Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menekankan bahwa prioritas utama pemerintah saat ini adalah membantu para korban dan keluarga mereka, menyelamatkan sebanyak mungkin penyintas, serta memberikan dukungan medis dan psikologis kepada mereka yang terdampak.(Xinhua)

Berita Utama

Tabrakan Kereta Maut, 68 Meninggal Dunia

Kamis, 29 Okt 2026 - 10:06 WIB

Berita Utama

Pemerintah Jawab 5 Tuntutan Mahasiswa

Kamis, 29 Okt 2026 - 09:44 WIB

Ditengah setiap langkahnya kain tak jelas, Trump lempar pernyataan 'Perang Dengan Iran ' adalah perkara kecil. [XInhua]

Berita Utama

AS Naikkan Anggaran Perang Lawan Iran 47 Miliar Dolar

Rabu, 28 Okt 2026 - 20:46 WIB