Dosen ITERA Gelar Pengabdian Masyarakat melalui Kajian Muamalah Kontemporer

Senin, 13 Oktober 2025 | 05:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDAR LAMPUNG  — Dosen Institut Teknologi Sumatera (ITERA) kembali melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui kegiatan kajian tematik yang mengangkat isu aktual seputar transaksi ekonomi digital. Kegiatan bertema “Perspektif Islam dalam Transaksi Muamalah Kontemporer” ini diselenggarakan pada Sabtu, 11 Oktober 2025, di Masjid SMPIT Permata Bunda IBS, Bandar Lampung, dan diikuti oleh seluruh pegawai Yayasan Daarul Hikmah Rajabasa Lampung.

Kajian tersebut menghadirkan Muhamad Kumaidi, M.H.I., dosen ITERA dari Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, sebagai pemateri utama. Kehadirannya merupakan tindak lanjut dari permohonan yayasan untuk memberikan pembinaan keislaman terkait perkembangan praktik muamalah modern yang semakin kompleks, terutama di era transaksi digital, belanja online, dan penggunaan aplikasi keuangan.

Rangkaian acara dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan registrasi peserta dan penyambutan oleh panitia. Acara dilanjutkan dengan pembukaan resmi yang diawali tilawah Al-Qur’an, kemudian sambutan dari Ketua Yayasan Daarul Hikmah. Setelah itu, santri SMPIT Permata Bunda IBS menampilkan hafalan Al-Qur’an sebagai bagian dari agenda penyemarak kegiatan.

Baca Juga:  Presiden RI ke-7 Jokowi Laksanakan Shalat Jumat di Rest Area KM 116 A

Memasuki sesi inti, pemateri menguraikan konsep dasar fikih muamalah dalam Islam, termasuk prinsip-prinsip akad, ketentuan terkait barang dan harga, serta bentuk-bentuk larangan dalam transaksi. Penjelasan kemudian ditautkan dengan praktik kontemporer seperti jual beli online, marketplace, metode pembayaran digital, sistem pre-order, hingga model bisnis dropshipping. Beragam contoh nyata dijelaskan untuk membantu peserta memahami bagaimana prinsip syariah diterapkan dalam transaksi modern.

Pemateri juga memaparkan berbagai fenomena ekonomi digital yang sering ditemui masyarakat, seperti penggunaan dompet elektronik, pembayaran instan, hingga munculnya layanan keuangan berbasis teknologi (fintech). Penjelasan dilakukan dengan pendekatan ceramah interaktif dan diskusi kasus, sehingga peserta dapat mengajukan pertanyaan langsung terkait situasi yang mereka alami dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam lingkungan kerja yayasan.

Suasana kajian berlangsung hidup dengan adanya dialog terbuka antara peserta dan pemateri. Diskusi mencakup berbagai persoalan, mulai dari kejelasan akad dalam transaksi, potensi penipuan pada sistem online, hingga batasan-batasan yang harus diperhatikan agar interaksi ekonomi tetap berada dalam koridor syariat Islam. Pendekatan ini memungkinkan peserta memahami persoalan muamalah secara teori maupun konteks praktis yang relevan dengan perkembangan zaman.

Baca Juga:  Peringati Hari Jadi Ke-14, Skuadron AJY Bantu Sanitasi Warga

Kegiatan ditutup pada pukul 12.00 WIB dengan ramah tamah dan salat Dzuhur berjamaah. Melalui penyelenggaraan ini, ITERA menegaskan komitmennya dalam menjalankan fungsi tridharma perguruan tinggi melalui kegiatan pengabdian yang membahas isu sosial-keagamaan dan mampu menjangkau masyarakat secara langsung. Sementara itu, Yayasan Daarul Hikmah menyambut baik kerja sama ini sebagai langkah memperkuat literasi keagamaan di lingkungan internal yayasan. Program ini direncanakan menjadi bagian dari kegiatan pembinaan rutin yang dapat dikembangkan pada tahun-tahun mendatang, dengan tema yang menyesuaikan dinamika perkembangan masyarakat dan kebutuhan pemahaman keislaman yang lebih komprehensif


Penulis : Yulizar


Editor : Ahmad Novriwan

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Ekonomi Syariah Jadi Pengungkit Pertumbuhan Inklusif
Dandim Way kanan Serahkan Mobil dan Motor Dinas Pendukung Operasional Satuan
PEFINDO Pertahankan Peringkat HKA, Cermin Fondasi Keuangan dan Bisnis yang Solid
Lampung Masuk 5 Besar Nasional ADLGA 2026, Kepemimpinan Digital Sekdaprov Marindo Dinilai ASKOMPSI
Badan Khusus Pengelola Aset Rampasan Butuh Dewan Pengawas Independen 
Tim Peneliti Lampung Kaji Model Tata Kelola Sampah Berbasis Pencegahan di Surabaya
Gubernur Mirza Yakinkan APBD Berbasis Kesejahteraan
Messi Gagal Hantarkan Negaranya Juara Dunia 2026

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:38 WIB

Ekonomi Syariah Jadi Pengungkit Pertumbuhan Inklusif

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:20 WIB

Dandim Way kanan Serahkan Mobil dan Motor Dinas Pendukung Operasional Satuan

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:31 WIB

PEFINDO Pertahankan Peringkat HKA, Cermin Fondasi Keuangan dan Bisnis yang Solid

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:23 WIB

Lampung Masuk 5 Besar Nasional ADLGA 2026, Kepemimpinan Digital Sekdaprov Marindo Dinilai ASKOMPSI

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:59 WIB

Badan Khusus Pengelola Aset Rampasan Butuh Dewan Pengawas Independen 

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Ekonomi Syariah Jadi Pengungkit Pertumbuhan Inklusif

Selasa, 21 Jul 2026 - 14:38 WIB

#indonesiaswasembada

Badan Khusus Pengelola Aset Rampasan Butuh Dewan Pengawas Independen 

Selasa, 21 Jul 2026 - 12:59 WIB