LAMPUNG – Di saat sebagian besar masyarakat masih menikmati hangatnya suasana silaturahmi bersama keluarga di momen Idul Fitri, pemandangan berbeda terlihat di Kecamatan Bekri, Lampung Tengah. Sejumlah kurir J&T Express sudah tampak bersiap kembali memacu sepeda motornya, menembus sisa-sisa suasana hari raya demi mengantarkan paket ke tangan pelanggan.
Lebaran ketiga menjadi titik balik bagi para kurir ini untuk mengakhiri masa libur singkat mereka. Tak sedikit dari mereka yang baru saja tiba di kampung halaman pada hari pertama Lebaran, namun harus rela kembali ke perantauan hanya dalam waktu 24 jam.
Bagi mereka, satu hari berkumpul dengan orang tua dan sanak saudara sudah dianggap cukup untuk melepas rindu.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Status sebagai kurir freelance membuat penghasilan mereka sangat bergantung pada kehadiran (absensi) dan jumlah paket yang berhasil diantarkan (fee per package).
Menunda pekerjaan berarti merelakan potensi pendapatan di tengah tingginya arus pengiriman barang pasca-Lebaran.
“Satu hari di rumah untuk sungkeman sudah cukup. Sekarang waktunya kembali cari cuan. Paket tidak bisa menunggu lama, dan dapur juga harus tetap ngebul,” ujar salah satu kurir daerah setempat, Minggu, 22 Maret 2026.
Meski harus mengorbankan waktu libur panjang, semangat para ‘pejuang paket’ di Bekri ini tidak surut. Di balik setiap paket yang sampai tepat waktu, ada pengorbanan besar dan dedikasi luar biasa dari para kurir yang memilih kembali bekerja di tengah suasana kemenangan.
Penulis : Rudi alfian
Editor : Desty
Sumber Berita : Lampung
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
















