Daun Singkong Tumbuk, Warisan Rasa yang Menjaga Identitas Tapanuli Selatan

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Daun singkong tumbuk (atau dikenal dengan daun ubi tumbuk) adalah hidangan sayur tradisional khas Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatra Utara. Daun singkong muda ditumbuk bersama bunga kecombrang (kincung) dan buah rimbang, kemudian dimasak dengan kuah santan gurih dan sering diberi tambahan ikan sale (asap) atau ebi.

Ciri Khas Daun Singkong Tumbuk Tapsel

Tekstur Lembut: Daun singkong ditumbuk (tradisional menggunakan lesung atau cobek) hingga halus, menghasilkan tekstur kuah yang kental dan menyatu.

Aroma Aromatik: Penggunaan kecombrang dan rimbang (takokak) memberikan aroma wangi serta sedikit sensasi rasa getir yang segar.

Baca Juga:  Wujudkan Lingkungan Bersih, Jajaran Polres Mesuji Laksanakan Gerakan Indonesia Asri

Gulai Ikan Sale: Di Tapsel, sayur ini paling otentik disajikan dengan kuah gulai yang dicampur ikan limbat sale (ikan yang diasap) atau ikan lele asap yang memberikan rasa khas smoky.

Bumbu Utama

-Daun singkong muda (dipetik dan dicuci bersih)

-Santan kelapa (encer dan kental)

-Bumbu halus: bawang merah, bawang putih, cabai merah, sedikit jahe, lengkuas, dan serai

-Rempah pelengkap: buah rimbang, bunga kecombrang (kincung), dan daun kemangi

Baca Juga:  Lalu Hadrian; Gaji Dan Tunjangan Guru Harus Dinaikkan

-Tambahan: ikan sale (lele/limbat) dan udang kecepe (ebi)

Cara Memasak

Tumbuk daun singkong bersama buah rimbang sampai halus atau lembut.

-Rebus santan encer bersama seluruh bumbu yang sudah digeprek/dihaluskan dan masukkan ikan sale.

-Setelah mendidih, masukkan daun singkong tumbuk beserta potongan kecombrang.

-Tambahkan santan kental, aduk terus agar santan tidak pecah.

-Masak hingga matang dan sajikan hangat.


Penulis : Desty Efriyani


Editor : Nara


Sumber Berita : Bandar Lampung

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Teheran tak Pernah Menolak Keinginan AS, Perang Ok, Damai Jadi!
Tiongkok-Indonesia Jajaki Kerjasama Kelautan
Indonesia dan Makau Bidik Kerja Sama
1 WNI Selamat, 1 Masih Hilang, Kapal Tunda Terbalik
Seni Dekatkan Peradaban Mesir dan Tiongkok
Polutan Akibat Karhutla Bahaya, Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruang
Mediasi Tanah; Warga vs PT BTLA Berlangsung Alot
Masyarakat 8 Desa Minta HGU PT PAL Ditinjau Ulang

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 23:11 WIB

Teheran tak Pernah Menolak Keinginan AS, Perang Ok, Damai Jadi!

Rabu, 2 September 2026 - 23:04 WIB

Tiongkok-Indonesia Jajaki Kerjasama Kelautan

Rabu, 2 September 2026 - 22:57 WIB

Indonesia dan Makau Bidik Kerja Sama

Rabu, 2 September 2026 - 22:52 WIB

1 WNI Selamat, 1 Masih Hilang, Kapal Tunda Terbalik

Rabu, 2 September 2026 - 22:43 WIB

Seni Dekatkan Peradaban Mesir dan Tiongkok

Berita Terbaru

ilustrasi Berita Sikap Iran terhadap AS

#indonesiaswasembada

Teheran tak Pernah Menolak Keinginan AS, Perang Ok, Damai Jadi!

Rabu, 2 Sep 2026 - 23:11 WIB


Li Shujiang, insinyur senior setingkat profesor di Institut Oseanografi Pertama di bawah Kementerian Sumber Daya Alam Tiongkok, berbagi kisah dalam acara

#indonesiaswasembada

Tiongkok-Indonesia Jajaki Kerjasama Kelautan

Rabu, 2 Sep 2026 - 23:04 WIB

Ilustrasi Kerjasama Indonesia-Makau

#indonesiaswasembada

Indonesia dan Makau Bidik Kerja Sama

Rabu, 2 Sep 2026 - 22:57 WIB

Ilustrasi Kapal Tunda Terbalik di Korea

#indonesiaswasembada

1 WNI Selamat, 1 Masih Hilang, Kapal Tunda Terbalik

Rabu, 2 Sep 2026 - 22:52 WIB

Sejumlah wisatawan menunggang unta di kompleks Piramida Giza, Mesir, pada 9 April 2026. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Seni Dekatkan Peradaban Mesir dan Tiongkok

Rabu, 2 Sep 2026 - 22:43 WIB