BP2MI Terus Lepas Pekerja Migran Indonesia ke Korsel

Selasa, 15 Agustus 2023 | 19:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Heri Suroyo 

JAKARTA – Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) terus melakukan pelepasan pekerja migran Indonesia (PMI) ke negara penempatan, Selasa (15/8/2023). Pelepasan dengan skema government to government (G to G) atau pemerintah ke pemerintah ini, masih dilakukan ke negara penempatan Korea Selatan (Korsel).

Dalam kesempatan itu, Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengungkapkan dirinya yang dibenci oleh oknum aparatur pemerintah, lantaran membela nasib PMI yang kerap dirugikan. Meski begitu, Benny mengaku tak gentar dan tidak ambil pusing.

“Makanya saya itu paling tidak disenangi oleh oknum-oknum seperti itu, ‘Waduh bisnis gua hilang. Waduh pendapatan tambahan saya. Buat istri kedua, istri ketiga, nggak ada lagi’. Ya peduli amat,” ujar Benny dalam pidatonya di Menara Peninsula Hotel, Jakarta.

Oknum-oknum ini, lanjut Benny, adalah yang mencari untung di atas penderitaan PMI. Misalnya memeras PMI dengan cara mematok tarif murah atas dolar yang mereka tukarkan. Penukaran dolar di bandara ini dilakukan dengan cara paksa.

“Dulu PMI tiba di Tanah Air diperas oleh oknum-oknum tertentu di bandara, dipaksa menukarkan dolarnya ke loket-loket. Yang loket-loket penukaran dolarnya disediakan dan menjadi bisnis pejabat-pejabat tertentu,” tutur Benny.

Selain itu, oknum aparatur pemerintah ini juga memaksa PMI untuk pulang ke kampung halaman dari bandara, dengan menumpang kendaraan yang telah disediakan. Tarif dari menumpang kendaraan bermotor ini sangatlah mahal.

Baca Juga:  Dayabumi dan GEM Kembangkan PLTS 90 MWp di Sulteng

“Dulu mereka dipaksa naik mobil, kendaraan roda empat, naik bus, yang ini juga menjadi bisnis pejabat-pejabat tertentu. Ayo kita buka. Apakah kejahatan ini harus terus berlangsung? Nggak boleh!” jelas Benny.

“Makanya kalau datang di bandara, mana berani? Ada PMI tiba, kemudian ada orang-orang tertentu giring, ‘Dolarnya tukar di situ ya’. Satu dolar harusnya Rp13 ribu dikasih Rp10 ribu, itu kan jahat,” imbuhnya.

Benny pun mengecam aksi dari oknum-oknum yang memeras PMI tersebut. Ia pun mengambil tindakan.

“Dipaksa naik bus, ke Lampung, ke Semarang, Malang, Surabaya, Bandung, bus-bus jadi bisnis oknum-oknum tertentu. Harganya tinggi. Saya bilang ‘Ngapain ya?’. Harga mata uang kurs, PMI sudah ngerti kok tinggal buka Google. Mau naik apa kemana PMI sudah ngerti kok, pesan mobil apa,”

BP2MI sendiri telah mengambil kebijakan guna mengatasi persoalan ini dengan mendirikan pos-pos pelayanan yang fungsinya mengedukasi dan melindungi PMI dari aksi-aksi pemerasan. Benny bahkan meminta PMI memviralkan jika masih ada oknum melakukan hal serupa.

“Kalau nggak nanya pos kita pelayanan untuk memberi tahu, ‘Mobil ini harganya sekian, jangan lebih tinggi dan sebagainya’. Mana yang berani sekarang? Bahkan saya perintahkan PMI, ‘Jika Anda mendapatkan perlakuan tidak baik, tidak hormat, videokan!’. Hukum mereka dengan sanksi sosial, viralkan, viral is justice,” papar Benny.

Baca Juga:  Presiden Mesir Dukung Keamanan Arab Saudi

“Karena kenapa? Tidak boleh satu manusia mana pun termasuk pejabat yang merendahkan, menghinakan para pahlawan devisa, pekerja migran Indonesia,” imbuh Wakil Ketua Umum Hanura itu.

Benny memandang, sudah sepatutnya PMI dimuliakan. Khususnya oleh negara. Sebab, mereka salah satu penyumbang devisa terbesar bagi negara.

Peran penting PMI itu, menurut Benny selama ini ditutup-tutupi. Ini, kata dia, tidak terlepas dari peran para oknum aparatur pemerintah tadi, yang menganggap PMI sebagai pekerja rendahan serta orang-orang bermasalah. Cara pikir inilah yang saat ini sudah dan akan terus dibenahi Benny.

“Sumbangan pekerja migran setiap tahun ke negara kita Rp159,5 triliun saudara-saudara. Itu sumbangan devisa terbesar kedua setelah sektor migas, gila nggak? Fantastis!” kata Benny.

“Sehingga apa ketika mindset seperti itu di kepala pejabat, maka perilakunya menjadi jahat kepada pekerja migran Indonesia. Tidak ada respek, tidak ada penghormatan apa pun, bahkan mereka menjadi objek pemerasan. Ini era keterbukaan,” tandasnya.(*)

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

SANY Indonesia Finance Bidik Pembiayaan Rp1,5 Triliun
Empat Warga Palestina Tewas dalam Serangan Israel di Jalur Gaza
Pertempuran Sengit, Serangan Udara Hantam Yaman
Kemenpar Ajak Agen Perjalanan Tiongkok Garap Labuan Bajo
Elfianah: KLA Mesuji Kejar Predikat Nindya
Besok, Galang Dilantik jadi Wabup Way Kanan 
Antrean dan Higienitas Jadi Kendala Minor Prasmanan MBG Lampung Utara
Velli Buka Konkerkab II PGRI Way Kanan

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:56 WIB

SANY Indonesia Finance Bidik Pembiayaan Rp1,5 Triliun

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:43 WIB

Empat Warga Palestina Tewas dalam Serangan Israel di Jalur Gaza

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Pertempuran Sengit, Serangan Udara Hantam Yaman

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:36 WIB

Kemenpar Ajak Agen Perjalanan Tiongkok Garap Labuan Bajo

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Elfianah: KLA Mesuji Kejar Predikat Nindya

Berita Terbaru

CEO PT SANY Indonesia Finance Bryan Kasenda (tengah) berbicara dalam konferensi pers acara Official Inauguration & Commercial Market Launch di Park Hyatt, Jakarta Pusat, pada 29 Oktober 2026. (Istimewa)

Beijing

SANY Indonesia Finance Bidik Pembiayaan Rp1,5 Triliun

Kamis, 29 Okt 2026 - 20:56 WIB

Seorang pria Palestina memeriksa sebuah gedung apartemen yang hancur setelah serangan udara Israel di Gaza City pada 24 April 2025. (Xinhua)

Berita Utama

Empat Warga Palestina Tewas dalam Serangan Israel di Jalur Gaza

Kamis, 29 Okt 2026 - 20:43 WIB


Foto tangkapan layar yang disediakan oleh Pusat Media Houthi ini menunjukkan sejumlah warga sedang mencari penyintas di antara reruntuhan pascaserangan udara Arab Saudi yang menargetkan sebuah stasiun pengisian bahan bakar di Provinsi Al-Jawf, Yaman, pada 28 Oktober 2026. (Pusat Media Houthi/Xinhua)

Berita Utama

Pertempuran Sengit, Serangan Udara Hantam Yaman

Kamis, 29 Okt 2026 - 20:39 WIB

Suasana sesi business matching antara agen perjalanan Tiongkok dan pelaku industri pariwisata Indonesia dalam rangkaian Famtrip di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur. (Kementerian Pariwisata Republik Indonesia/Xinhua)

Berita Utama

Kemenpar Ajak Agen Perjalanan Tiongkok Garap Labuan Bajo

Kamis, 29 Okt 2026 - 20:36 WIB

Berita Utama

Elfianah: KLA Mesuji Kejar Predikat Nindya

Kamis, 29 Okt 2026 - 16:02 WIB