Bazar SD 2 Sukses, Tak Ada Jual Beli LKS

Rabu, 4 Februari 2026 | 18:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung – Terkait dugaan praktik jual beli buku Lembar Kerja Siswa (LKS) di lingkungan salah satu sekolah dasar merupakan bentuk kesalahpahaman yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Pihak sekolah, SDN 2 Wayhalim menilai adanya isu pemberitaan tidak sesuai dengan fakta di lapangan yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

Menurut, Desy salah satu guru pendidik di SDN2 mewakili pihak sekolah menjelaskan bahwa pembelian buku LKS sama sekali tidak bersifat wajib dan tidak pernah ada unsur pemaksaan kepada siswa maupun orang tua murid.

Buku LKS tersebut hanya bersifat buku penunjang kelancaran dalam proses pembelajaran, sementara buku utama telah sepenuhnya disediakan oleh pihak sekolah sesuai ketentuan yang berlaku.

“ Ya, saya pastikan sekolah tidak melakukan praktik jual beli buku LKS. Buku tersebut bukan buku wajib dan hanya sebagai tambahan bagi siswa yang membutuhkan. Orang tua dan siswa diberikan kebebasan secara penuh untuk membeli atau tidaknya,” ujar Desy Rabu, (4/2/2026) saat di wawancara.

Baca Juga:  Taekwondoin Indonesia Raih Emas Kategori Cadet U47 Putri di Qatar

Ia menambahkan bahwa, kegiatan yang dimaksud dalam pemberitaan tersebut merupakan kegiatan bazar buku yang diselenggarakan oleh pihak penerbit.

” Alhamdulillah kegiatan Bazar berjalan lancar dan antusias diikuti murid murid,” kata dia.

Desy menegaskan bahwa, pihak sekolah hanya diminta membantu menyampaikan informasi kepada orang tua siswa yang berminat, tanpa keterlibatan dalam penentuan harga dan keharusan.

“Yang menjual buku adalah pihak penerbit. Sekolah tidak menerima keuntungan apa pun dari kegiatan tersebut. Jika ada orang tua yang berminat, kami hanya diminta untuk mengakomodir siapa yang ingin membeli melalui wali kelas,” papar dia.

Baca Juga:  Palestina Berharap, Pemilu Israel Bawa Kedamaian di Gaza dan Tepi Barat

Lebih lanjut ditegaskan Desy bahwa pihak sekolah tidak pernah mewajibkan pembelian buku LKS dalam bentuk apa pun yang melanggar ketentuan. Seluruh kegiatan pembelajaran tetap mengacu pada buku paket resmi yang telah disediakan sekolah.

Maka, pihak sekolah menyatakan keberatan karena informasi yang disampaikan dinilai tidak berimbang dan tidak secara utuh penjelasan pihak sekolah yang terpublikasikan.

“Kami berharap media dapat menyampaikan informasi secara objektif dan berimbang agar tidak menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat,” tegasnya.

Hal ini penting demi menunjang proses belajar mengajar yang nyaman, tandasnya.


Penulis : Desty


Editor : Heris


Sumber Berita : BandarLampung

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Wagub Jihan Nurlela Dorong PERSI Perkuat Sinergi dan Transformasi Rumah Sakit di Lampung
Gubernur Mirza Ajak Pemuda Bangun Ekonomi Desa melalui Hilirisasi Komoditas Unggulan
Wagub Jihan Apresiasi 25 Tahun Pengabdian LAZDAI Lampung
Purna Paskibraka Indonesia Lampung Utara – BSI, Gelar Ngopi Emas, Ajak Generasi Muda Melek Investasi
AS Jual Rudal Patriot 2,1 miliar Dolar AS ke Ukraina
Pendidikan Pererat Hubungan Tiongkok dan Indonesia
RI dan Negara Produsen Sawit Dorong Kerja Sama dengan Tiongkok
DK PBB Gelar Jajak Pendapat, Grynspan Kandidat Sekjen

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 06:31 WIB

Wagub Jihan Nurlela Dorong PERSI Perkuat Sinergi dan Transformasi Rumah Sakit di Lampung

Minggu, 1 November 2026 - 06:30 WIB

Gubernur Mirza Ajak Pemuda Bangun Ekonomi Desa melalui Hilirisasi Komoditas Unggulan

Minggu, 1 November 2026 - 05:16 WIB

Wagub Jihan Apresiasi 25 Tahun Pengabdian LAZDAI Lampung

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Purna Paskibraka Indonesia Lampung Utara – BSI, Gelar Ngopi Emas, Ajak Generasi Muda Melek Investasi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:48 WIB

AS Jual Rudal Patriot 2,1 miliar Dolar AS ke Ukraina

Berita Terbaru

Berita Utama

Wagub Jihan Apresiasi 25 Tahun Pengabdian LAZDAI Lampung

Minggu, 1 Nov 2026 - 05:16 WIB

Seorang pria mengamati bangunan tempat tinggal yang rusak pascaserangan drone dan rudal berskala besar oleh Rusia di Kiev, Ukraina, pada 9 Januari 2026. (Xinhua)

Berita Utama

AS Jual Rudal Patriot 2,1 miliar Dolar AS ke Ukraina

Sabtu, 31 Okt 2026 - 16:48 WIB